
NEWSREAL.ID, GAZA CITY- Bayangkan satu kelas penuh anak hilang setiap harinya. Itulah kenyataan di Gaza saat ini. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan, sejak perang genosida Israel dimulai pada 7 Oktober 2023, rata-rata 28 anak Palestina tewas setiap hari. Total lebih dari 18 ribu anak sudah jadi korban.
Unicef menyebut situasi ini sebagai tragedi kemanusiaan paling gelap dalam sejarah modern. “Kematian akibat pengeboman. Kematian akibat malnutrisi dan kelaparan. Kematian akibat kurangnya bantuan dan layanan vital. Di Gaza, anak-anak dibunuh bukan hanya dengan senjata, tapi juga dengan blokade,” tulis badan PBB itu di platform X.
Artinya, satu anak Palestina tewas setiap jam sejak perang dimulai. Bandingkan dengan konflik Suriah yang berlangsung lebih dari satu dekade, di mana sekitar 12 ribu anak tewas. Korban anak di Gaza hanya dalam setahun sudah melampaui angka itu.
Bagi yang masih hidup, masa kecil bukan lagi tentang bermain atau sekolah. Kadim Khufu Basim, bocah Palestina berusia 13 tahun, kini bekerja menjual kue kering untuk menghidupi keluarganya setelah sang ayah terluka parah dan dirawat di Mesir.
“Saya suka bermain sepak bola. Tapi sekarang saya bekerja. Masa kecil saya hilang. Sejak perang dimulai, kami tidak punya masa kecil lagi,” katanya kepada Al Jazeera.
Alami Trauma
Hal serupa dialami Lana (10), yang rambutnya memutih hampir dalam semalam setelah pengeboman menghantam dekat tempat penampungannya. Trauma membuatnya menarik diri dan hanya mau berbicara dengan bonekanya.
“Dia sering berkata pada bonekanya: ‘Apakah kamu mau bermain denganku, atau kamu akan seperti anak-anak lain yang menolakku?’” ungkap ibunya, Mai Jalal al-Sharif.
Kondisi medis di Gaza sudah masuk tahap kolaps. Dokter Natalie Thurtle, koordinator medis internasional dari Médecins Sans Frontières (MSF), menggambarkan rumah sakit di Gaza seperti “ruang gawat darurat tanpa akhir”.
“Kami melihat bayi mati karena dehidrasi. Kami melihat anak-anak datang dengan luka bakar parah tanpa perawatan memadai. Kami melihat ibu-ibu berteriak di koridor rumah sakit karena kehilangan tiga atau empat anak sekaligus,” katanya.
WHO menambahkan, hanya 30 persen fasilitas kesehatan yang masih berfungsi sebagian di Gaza. Bahkan rumah sakit utama sering kehabisan obat-obatan dasar, termasuk anestesi untuk operasi anak. “Kami mendapati anak-anak dioperasi tanpa obat bius penuh. Trauma fisik dan psikologis mereka tak terhitung lagi,” ungkap WHO.
Generasi yang Hilang
Ahmad Alhendawi, Direktur Regional Save the Children, memperingatkan bahwa apa yang terjadi akan meninggalkan luka permanen. “Gaza adalah kuburan untuk anak-anak hari ini dan untuk mimpi-mimpi mereka. Ini mimpi buruk yang tak terhindarkan bagi setiap anak di Gaza. Dunia telah memunggungi mereka,” ujarnya.
Lebih dari 600 ribu anak saat ini tidak bersekolah, ribuan menderita malnutrisi akut, dan hampir semua menghadapi trauma psikologis. Para ahli menyebut, jika perang ini terus berlanjut, Gaza akan melahirkan “generasi yang hilang”, anak-anak tanpa pendidikan, tanpa kesehatan, tanpa rasa aman, bahkan tanpa harapan.
Konvensi Hak Anak PBB menegaskan bahwa anak-anak harus dijauhkan dari dampak perang. Namun di Gaza, anak-anak justru dijadikan target paling rentan. Sekolah, fasilitas air, dan rumah sakit menjadi sasaran sistematis serangan militer.
“Ini bukan sekadar krisis kemanusiaan, tapi penghancuran sistematis satu generasi,” kata Aksel Zaimovic, jurnalis Al Jazeera.
Lebih dari 150 organisasi kemanusiaan internasional bersama para pakar PBB sudah berulang kali menyerukan gencatan senjata permanen. Namun hingga kini, dunia internasional masih gagal menekan Israel untuk menghentikan serangan. (tb)
Pesan Nowruz, Pemimpin Iran Klaim Musuh Mulai Dikalahkan
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan pihak-pihak yang memusuhi negaranya mulai mengalami kekalahan di tengah konflik yang memanas di kawasan. Pernyataan itu disampaikan dalam...
Rusia Akui Beri Informasi Intelijen ke Iran
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Rusia mengakui telah memberikan informasi intelijen kepada Iran di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat. Pengakuan ini mencuat dalam pertemuan pejabat tinggi kedua...
Israel Tutup Al-Aqsa Saat Idulfitri, Umat Muslim Dilarang Shalat Ied
NEWSREAL.ID, YERUSALEM– Otoritas Israel dilaporkan melarang umat Islam menunaikan salat Id di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, dengan alasan keamanan di tengah konflik regional. Sejumlah sumber...
Iran Minta Negara Kawasan Tutup Akses untuk Serangan AS-Israel
NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Iran mendesak negara-negara di kawasan untuk tidak memberikan akses wilayah maupun fasilitas militer bagi Amerika Serikat dan Israel dalam melancarkan serangan. Juru bicara...
Rudal Iran Hujani Israel, Kilang Minyak Haifa Terdampak
NEWSREAL.ID, HAIFA– Serangan rudal bertubi-tubi dari Iran ke Israel terus berlanjut. Salah satu dampaknya, kilang minyak Bazan di Haifa dilaporkan mengalami kerusakan akibat pecahan proyektil...
AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah, Iran Santai: “Belajar dari Kekalahan di Vietnam”
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan memanas setelah Amerika Serikat mengerahkan ribuan personel militernya ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini memicu spekulasi soal potensi operasi lanjutan, termasuk upaya...
Bos Kontraterorisme AS Mundur, Sebut Serangan ke Iran Dipicu Informasi Menyesatkan
NEWSREAL.ID, WASHINGTON– Pejabat tinggi kontraterorisme Amerika Serikat, Joe Kent, resmi mengundurkan diri di tengah memanasnya konflik dengan Iran. Dalam surat pengunduran dirinya, ia mengklaim serangan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Drone Hantam Hanggar Pesawat
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran kembali melancarkan serangan besar dalam gelombang ke-57 Operasi “Janji Sejati 4” dengan menyasar target strategis milik Amerika Serikat...
Iran Ancam Serang Perusahaan AS di Timur Tengah, Konflik Makin Memanas
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran mengancam akan menyerang perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Timur Tengah. Melalui pernyataan resmi di Sepah...
Eropa Kompak Tolak Ajakan AS Kirim Pasukan ke Selat Hormuz
NEWSREAL.ID, BRUSSELS- Negara-negara Eropa menolak seruan Amerika Serikat untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik dengan Iran. Kepala Kebijakan Luar Negeri...
Luka Usai Serangan AS-Israel, Putin Disebut Kirim Pesawat Militer Bawa Mojtaba Khamenei ke Moskow
NEWSREAL.ID, MOSKOW- Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, disebut diam-diam diterbangkan ke Rusia menggunakan pesawat militer setelah mengalami luka serius akibat serangan yang diduga dilakukan...
Stok Pencegat Rudal Israel Menipis Dihantam Serangan Iran, Tel Aviv Minta Bantuan AS
NEWSREAL.ID, TEL AVIV- Perang Iran-Israel memasuki fase yang makin panas. Di tengah gempuran rudal yang terus berdatangan, Israel dilaporkan mulai kehabisan persediaan pencegat rudal...

