Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Gaza Jadi Neraka Anak-Anak: Satu Bocah Tewas Setiap Jam, Dunia Bungkam

Tim Redaksi, Newsreal.id
Minggu, 31 Agustus 2025 03:50 WIB
Gaza Jadi Neraka Anak-Anak: Satu Bocah Tewas Setiap Jam, Dunia Bungkam
NEWSREAL.ID - MENUNGGU MAKANAN: Warga Palestina yang mengungsi di dalam negeri, termasuk anak-anak, memegang panci saat mereka berkumpul untuk menerima makanan dari dapur amal di Kota Gaza, Jalur Gaza awal Agustus 2025 lalu. (Foto: EPA)

NEWSREAL.ID, GAZA CITY- Bayangkan satu kelas penuh anak hilang setiap harinya. Itulah kenyataan di Gaza saat ini. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan, sejak perang genosida Israel dimulai pada 7 Oktober 2023, rata-rata 28 anak Palestina tewas setiap hari. Total lebih dari 18 ribu anak sudah jadi korban.

Unicef menyebut situasi ini sebagai tragedi kemanusiaan paling gelap dalam sejarah modern. “Kematian akibat pengeboman. Kematian akibat malnutrisi dan kelaparan. Kematian akibat kurangnya bantuan dan layanan vital. Di Gaza, anak-anak dibunuh bukan hanya dengan senjata, tapi juga dengan blokade,” tulis badan PBB itu di platform X.

Artinya, satu anak Palestina tewas setiap jam sejak perang dimulai. Bandingkan dengan konflik Suriah yang berlangsung lebih dari satu dekade, di mana sekitar 12 ribu anak tewas. Korban anak di Gaza hanya dalam setahun sudah melampaui angka itu.

Bagi yang masih hidup, masa kecil bukan lagi tentang bermain atau sekolah. Kadim Khufu Basim, bocah Palestina berusia 13 tahun, kini bekerja menjual kue kering untuk menghidupi keluarganya setelah sang ayah terluka parah dan dirawat di Mesir.

“Saya suka bermain sepak bola. Tapi sekarang saya bekerja. Masa kecil saya hilang. Sejak perang dimulai, kami tidak punya masa kecil lagi,” katanya kepada Al Jazeera.

Alami Trauma

Hal serupa dialami Lana (10), yang rambutnya memutih hampir dalam semalam setelah pengeboman menghantam dekat tempat penampungannya. Trauma membuatnya menarik diri dan hanya mau berbicara dengan bonekanya.

“Dia sering berkata pada bonekanya: ‘Apakah kamu mau bermain denganku, atau kamu akan seperti anak-anak lain yang menolakku?’” ungkap ibunya, Mai Jalal al-Sharif.

Kondisi medis di Gaza sudah masuk tahap kolaps. Dokter Natalie Thurtle, koordinator medis internasional dari Médecins Sans Frontières (MSF), menggambarkan rumah sakit di Gaza seperti “ruang gawat darurat tanpa akhir”.

“Kami melihat bayi mati karena dehidrasi. Kami melihat anak-anak datang dengan luka bakar parah tanpa perawatan memadai. Kami melihat ibu-ibu berteriak di koridor rumah sakit karena kehilangan tiga atau empat anak sekaligus,” katanya.

WHO menambahkan, hanya 30 persen fasilitas kesehatan yang masih berfungsi sebagian di Gaza. Bahkan rumah sakit utama sering kehabisan obat-obatan dasar, termasuk anestesi untuk operasi anak. “Kami mendapati anak-anak dioperasi tanpa obat bius penuh. Trauma fisik dan psikologis mereka tak terhitung lagi,” ungkap WHO.

Generasi yang Hilang

Ahmad Alhendawi, Direktur Regional Save the Children, memperingatkan bahwa apa yang terjadi akan meninggalkan luka permanen. “Gaza adalah kuburan untuk anak-anak hari ini dan untuk mimpi-mimpi mereka. Ini mimpi buruk yang tak terhindarkan bagi setiap anak di Gaza. Dunia telah memunggungi mereka,” ujarnya.

Lebih dari 600 ribu anak saat ini tidak bersekolah, ribuan menderita malnutrisi akut, dan hampir semua menghadapi trauma psikologis. Para ahli menyebut, jika perang ini terus berlanjut, Gaza akan melahirkan “generasi yang hilang”, anak-anak tanpa pendidikan, tanpa kesehatan, tanpa rasa aman, bahkan tanpa harapan.

Konvensi Hak Anak PBB menegaskan bahwa anak-anak harus dijauhkan dari dampak perang. Namun di Gaza, anak-anak justru dijadikan target paling rentan. Sekolah, fasilitas air, dan rumah sakit menjadi sasaran sistematis serangan militer.

“Ini bukan sekadar krisis kemanusiaan, tapi penghancuran sistematis satu generasi,” kata Aksel Zaimovic, jurnalis Al Jazeera.

Lebih dari 150 organisasi kemanusiaan internasional bersama para pakar PBB sudah berulang kali menyerukan gencatan senjata permanen. Namun hingga kini, dunia internasional masih gagal menekan Israel untuk menghentikan serangan. (tb)

Berita Terbaru

Iran: AS Sentuh Teheran, Israel Jadi Sasaran Balasan

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di Timur Tengah kembali naik level. Iran memberi peringatan keras bahwa setiap serangan Amerika Serikat ke wilayahnya akan langsung dibalas, bukan hanya...

New START Habis Masa Berlaku, Rusia Buka Opsi Langkah Nuklir Selanjutnya

NEWSREAL.ID, MOSKOW- Babak baru hubungan strategis Rusia dan Amerika Serikat resmi dimulai. Mulai 4 Februari 2026, Moskow menyatakan tak lagi terikat oleh kewajiban apa pun...

AS Matangkan Opsi Serangan ke Iran, Pentagon-Gedung Putih Susun “Rencana Besar”

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Pentagon bersama Gedung Putih dilaporkan telah menyiapkan sejumlah skenario, termasuk opsi serangan militer skala besar, jika...

Tiongkok Santai Tanggapi Trump soal Kedekatan Inggris-Beijing

NEWSREAL.ID, BEIJING– Pemerintah Tiongkok menanggapi dingin kritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap hubungan Beijing dan London. Alih-alih terpancing, Tiongkok menegaskan tetap membuka pintu kerja...

Trump Buka Peluang Dialog dengan Iran, Opsi Militer Tetap Disiapkan

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan berencana melanjutkan pembicaraan dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Pernyataan tersebut disampaikan Trump...

Timur Tengah Memanas, Milisi Irak, Yaman, dan Lebanon Siap Bantu Iran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat menyusul kehadiran armada perang Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Sejumlah kelompok milisi sekutu Iran di Irak,...

MbS Tegaskan Wilayah Udara Arab Saudi Tak Boleh Digunakan untuk Serangan ke Iran

NEWSREAL.ID, RIYADH- Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS) menegaskan negaranya tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorial Arab Saudi digunakan...

Parlemen Eropa Tahan Laju Kesepakatan Dagang UE-AS

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Hubungan dagang lintas Atlantik kembali diuji. Di tengah dinamika politik dan ketegangan diplomatik, Parlemen Eropa memilih bersikap hati-hati dengan menahan sementara langkah lanjutan...

Seskab Ungkap Pembicaraan Prabowo-Macron

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian lawatan diplomatiknya ke Eropa. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara...

Militer Iran Tegaskan Soliditas Hadapi Ancaman AS

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah, jajaran militer Iran menyuarakan sikap tegas. Para komandan senior menekankan pentingnya persatuan angkatan bersenjata sebagai benteng...

Jejak Intelektual Indonesia Menggema di Pameran Buku Kairo

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Indonesia kembali menancapkan pengaruhnya dalam peta pemikiran Islam dunia. Setelah puluhan tahun absen, kehadiran Indonesia di panggung literasi internasional Cairo International Book Fair...

Iran Buka Suara soal Indonesia Gabung Board of Peace Trump

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Iran merespons langkah Indonesia yang resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace), forum internasional gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Teheran...

Leave a comment