Nasional

Kontras: Lima Bulan, 55 Kasus Kekerasan Polisi Terjadi

Tim Redaksi, Admin
Jumat, 29 Agustus 2025 12:56 WIB
Kontras: Lima Bulan, 55 Kasus Kekerasan Polisi Terjadi
NEWSREAL.ID - AMANKAN PENDEMO: Dua anggota polisi berusaha mengamankan seorang mahasiswa Aliansi BEM se-Bogor saat aksi unjuk rasa Gerakan Bogor Melawan di Jalan Sudirman, Kota Bogor, Jabar, Kamis (28/8). (Foto: Antara)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mencatat sedikitnya 55 kasus kekerasan yang melibatkan aparat kepolisian sepanjang lima bulan terakhir dalam konteks pengamanan aksi massa dan penegakan hukum.

“Dalam lima bulan terakhir kami mencatat setidaknya ada 55 korban kekerasan yang dilakukan polisi, baik dalam aksi massa, ruang pemeriksaan, maupun salah tangkap. Artinya, pola represif ini terus berulang tanpa ada koreksi dan evaluasi,” ujar anggota Kontras, Dimas Bagus Arya, dalam konferensi pers di Gedung LBH Jakarta yang juga ditayangkan secara daring, Jumat (29/8).

Menurut Kontras, kekerasan aparat saat menghadapi massa bukan sekadar insiden, melainkan menunjukkan adanya pola pembiaran oleh negara. Polisi dinilai kerap menggunakan pendekatan represif dalam merespons kritik masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

“Ini pelanggaran HAM yang dilakukan aparat terhadap proses penyampaian pendapat masyarakat. Aparat seharusnya melindungi, bukan justru melukai,” tegas Dimas.

Kontras juga menyoroti praktik intimidasi dalam pemeriksaan, penangkapan sewenang-wenang, hingga salah tangkap sebagai bagian dari rangkaian kekerasan yang terus terjadi.

Pola Impunitas

“Belum ada upaya koreksi dan evaluasi dari kepolisian maupun lembaga negara. Pola impunitas masih berlangsung, para pelaku dibiarkan bebas, sehingga kekerasan terus berulang,” tambahnya.

Kontras menilai puncak dari rangkaian kekerasan tersebut terjadi pada 25 dan 28 Agustus 2025. Insiden terakhir menewaskan Affan Kurniawan, seorang driver ojek online, setelah dilindas mobil taktis kepolisian (rantis) saat aparat membubarkan aksi di Jakarta.

“Kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya Affan. Tragedi ini menunjukkan pola impunitas yang masih berlangsung. Ini alarm serius bahwa aparat negara kembali gagal menghormati prinsip hak asasi manusia,” ujar Dimas.

Kontras menegaskan bahwa kebebasan berpendapat dan berkumpul adalah hak konstitusional warga negara yang dijamin UUD 1945. Oleh karena itu, aparat tidak boleh mengabaikan prinsip-prinsip dasar HAM dalam menjalankan tugasnya.

“Negara hari ini melakukan pembiaran terhadap aparatnya. Tidak ada mekanisme kontrol maupun akuntabilitas yang jelas. Inilah yang menyebabkan kekerasan terhadap warga terus terjadi,” pungkas Dimas. (tb)

Berita Terbaru

Sekjen PBB Ber Dukungan ke Pemerintah RI, Diberikan langsung ke Presiden Prabowo

JAKARTA,NEWSREAL.ID- residen Prabowo Subianto menerima laporan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengenai hasil kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) António Guterres ke Indonesia. Laporan...

Prabowo Datang ke Rumah Megawati! Duka Guruh Soekarnoputra Satukan Dua Tokoh Bangsa

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendatangi kediaman Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Jakarta pada Senin malam, 28 September 2026. Kedatangan Kepala Negara...

Dikabarkan Mantan Direktur KPLP Ir. Ahmad Duduki Kursi Ketua KNKT

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Informasi terbaru datang dari Kementerian Perhubungan. Berdasarkan informasi yang diperoleh Hotfokus.com, Ir. Ahmad, M.MTr. akan diumumkan sebagai Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)...

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Pemerintah terus mengerahkan seluruh kekuatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Melalui operasi darat hingga udara, upaya penanganan...

Pemerintah Gencarkan Gerakan Indonesia ASRI, Bedah Rumah Masyarakat TLDH

BOGOR,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang tidak mempunyai rumah layak huni. Dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten...

1.000 Perwira TNI-Polri Dikerahkan Atasi Karhutla Sumatera

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Sebanyak 1.000 perwira TNI dan Polri untuk diturunkan bersama jajaran di daerah untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi...

Kemenkes Kirim 314 Nakes-logistik ke Respons Dampak Karhutla

JAKARTA,NEWSREAL.ID-Sebanyak 314 tenaga medis/tenaga kesehatan dan ratusan ribu logistik kesehatan ke tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan. Pengiriman ini dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk...

Presiden Prabowo Masuk Hutan Cek Lokasi Kebakaran di Limbung Kalbar

PONTIANAK,NEWSREAL.ID – Selepas melaksanakan rapat singkat di Posko Karhutla Pontianak, Presiden Prabowo Subianto bergegas melanjutkan agenda untuk mengecek langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di...

Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan Pimpin Langsung Penanganan Karhutla

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Kepala Negara akan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus...

Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Hadirkan Kepedulian di Tengah Pengungsi Gempa di Gelora Samador Maumere

MAUMERE,NEWSREAL.ID — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus ditunjukkan jajaran Polda NTT. Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua...

100 Penyandang Disabilitas Semringah Masuk Istana Agung, Foto Bareng Tamu Penting dan Lihat Museum

YOGYAKARTA,Newsreal.id-Sebanyak 100-an siswa beserta pendamping dari sekolah luar biasa (SLB) di wilayah Yogyakarta tak melewatkan kesempatan langka masuk Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung, Rabu...

Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner

JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...

Leave a comment