
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, mengajak pemerintah daerah untuk lebih serius membuka ruang bagi para seniman dalam berkarya. Hal itu ia sampaikan saat berkunjung ke pameran Sem(b)arang Sound Art Exhibition yang digelar di Monod Diephuis, Kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (22/8).
Menurut Samuel, ruang yang diberikan pemerintah daerah bisa menjadi titik lahirnya seniman-seniman baru dengan ide segar. “Seperti pameran ini, kan belum banyak orang tahu kalau ada yang unik seperti ini. Kalau ruangnya dibuka, makin banyak seniman bisa berkembang,” kata Samuel.
Politikus yang juga dikenal dekat dengan dunia seni itu mengapresiasi konsep pameran yang berbeda dari biasanya. Tidak sekadar menampilkan karya visual, Sem(b)arang Sound Art Exhibition justru menghadirkan pengalaman audio visual, di mana pengunjung bisa mencoba langsung instrumen-instrumen buatan seniman untuk menghasilkan suara.
“Suara ini kan bisa menjadi bentuk ekspresi diri. Saya yakin, lewat tema Sem(b)arang, para seniman punya visi bahwa rekaman ini bisa jadi tolak ukur dari suara yang mereka dengar di Semarang,” ujar wakil rakyat dari Dapil I Jateng (Kota/Kab Semarang, Kendal, Kota Salatiga) ini.
Politikus PDIP ini bahkan menantang penyelenggara pameran untuk menemukan suara spesifik yang bisa menjadi identitas kota. “Kalau bisa menangkap ciri khas suara Semarang, itu akan spesial sekali. Karena kalau kita ke pantai, gunung, atau laut, suara alamnya selalu ada. Semarang juga pasti punya,” bebernya.
Berbasis Bunyi
Sementara itu, panitia pameran, Galuh menjelaskan, Sem(b)arang Sound Art Exhibition lahir dari tradisi riset dan pengarsipan komunitas seni berbasis bunyi. Menurutnya, pameran ini juga bertujuan mencatat suara-suara yang ada saat ini agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
“Barangkali di masa depan kita sudah tidak bisa lagi mendengar suara motor seperti sekarang karena sudah ada motor terbang. Mungkin juga suara orang menyapu akan hilang, digantikan mesin otomatis. Jadi suara-suara yang hari ini biasa terdengar, bisa jadi kelak hanya tinggal arsip,” jelas Galuh.
Pameran ini pun tak sekadar merekam, tapi juga menciptakan instrumen musik dari rekaman bunyi yang dikumpulkan. “Kami coba rekam, lalu kami olah jadi alat musik. Jadi pengunjung bisa mendengar dan merasakan sendiri,” tambahnya.
Sem(b)arang Sound Art Exhibition berlangsung selama 20-24 Agustus 2025 di Monod Diephuis, sebuah bangunan bersejarah di kawasan Kota Lama Semarang. Lokasi itu dipilih karena memiliki atmosfer khas yang berpadu dengan konsep pengarsipan bunyi.
Bagi Samuel, pameran ini bukti nyata bahwa kreativitas seniman Indonesia sangat beragam dan layak mendapat dukungan. “Kalau pemerintah daerah memberikan ruang, bukan hanya senimannya yang untung, tapi juga masyarakat yang bisa menikmati dan mendapat nilai tambah dari karya-karya mereka,” tutupnya. (tb)
Joko Anwar Raih Gelar Ksatria Seni dari Pemerintah Prancis
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kiprah panjang Joko Anwar di dunia perfilman internasional mendapat pengakuan bergengsi. Sutradara dan penulis skenario asal Indonesia itu dianugerahi tanda kehormatan Chevalier (Knight)...
Indonesia-Malaysia Siapkan Festival Islam Melayu 2026
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Indonesia menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Malaysia dalam menyelenggarakan festival budaya Islam-Melayu bertajuk Malaysia Islamic Art and Design yang dijadwalkan berlangsung pada...
Kolaborasi Seni dan Fesyen Bisa Jadi Magnet Pariwisata Jateng
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Budaya lokal tak seharusnya berhenti sebagai tontonan seremonial di daerah asal. Jika dikelola secara serius dan dikolaborasikan lintas sektor, budaya justru bisa menjadi...
Merti Desa Bibiskulon, Tradisi Budaya Pelihara Kerukunan Warga
*Gelar Wayangan Dua hari Berturut-turut NEWSREAL.ID, SOLO- Kegiatan Merti Desa Bibiskulon kembali digelar tahun ini. Acara rutin tahunan warga desa di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari...
Belanda Pulangkan Artefak Milik Kerajaan Mataram Karangasem
JAKARTA- Belanda kembali memulangkan artefak milik bangsa Indonesia, Sabtu (14/12). Sebanyak 68 benda bersejarah yang dikembalikan tersebut menambah panjang daftar ratusan benda jarahan masa penjajahan...
Selesai Akad Kaesang-Erina, Jokowi: Senang, Bahagia, Lega
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan perasaannya selepas acara akad nikah putra bungsunya, Kaesang Pangarep, dengan Erina Sofia Gudono selesai digelar. Jokowi bersyukur acara sakral tersebut...
Keluarga Jokowi Hadiri Upacara Malam Midodareni di Rumah Erina Gudono
SLEMAN, newsreal.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengantar putra bungsunya, Kaesang Pangarep, ke rumah calon mempelai wanitanya, Erina Gudono, di Sleman, Yogyakarta, untuk menjalani prosesi...
Diselenggarakan BNPT RI, Parade Budaya Nusantara Masuk Rekor MURI
JAKARTA, newsreal.id – Gelaran Parade Budaya Nusantara dengan rute Sarinah-Thamrin-Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada hari Minggu 6 November 2022 berjalan lancar dan sukses.Kegiatan yang diselenggarakan...
Jadi Irup HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Presiden Jokowi Kenakan Baju Adat Buton
JAKARTA,newsreal.id – Presiden Joko Widodo akan kembali mengenakan pakaian adat daerah dalam Upacara Detik-Detik Proklamasi. Pada upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-77 kemerdekaan RI...
Festival Pasola “Gladiator Lokal” di Tanah Sumba Barat Daya, Ini Makna dan Filosof Secara Tradisi
KODI, newsreal.id — Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki potensi wisata yang tak kalah dibandingkan daerah-daerah tetangga, seperti Bali dan Nusa Tenggara Barat. Selain dikaruniai keindahan...
KGPAA Mangkunagoro X Dikukuhkan, Presiden Jokowi Berikan Ucapan
SOLO,newsreal.id – Presiden Joko Widodo memberi ucapan selamat atas pengukuhan Gusti Pangeran Hario (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA)...
Para Seniman Harap Pertunjukan Seni Budaya di Tanah Air Tetap Berlangsung
JAKARTA,newsreal.id – Presiden Joko Widodo menerima kunjungan para seniman dan budayawan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 10 Februari 2022. Pada kesempatan tersebut, para seniman...

