
NEWSREAL.ID, BATANG- Menyulap sabut kelapa menjadi taman gantung nan estetik bukan hanya soal kreativitas, tapi kini juga menjadi peluang bisnis menjanjikan. Hal inilah yang mendorong sejumlah dosen Program Studi Agribisnis Kampus Batang Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan pelatihan kewirausahaan bagi ibu rumah tangga di Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Selasa (6/8).
Mengusung tema “Peningkatan Keterampilan Wirausaha Melalui Pembuatan Kokedama”, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 30 ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan dari rumah.
Mereka diajarkan membuat kokedama, teknik seni taman mini asal Jepang, yang memadukan kreativitas, estetika, dan pemanfaatan bahan alami yang mudah didapat di sekitar. Kokedama ini sangat cocok untuk dikembangkan sebagai usaha mikro karena pembuatannya tidak memerlukan alat rumit dan bisa dilakukan di rumah,” ujar Nur Indah Cahyaningtyas, SP, MP, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan.
Kokedama sendiri berasal dari kata koke (lumut) dan dama (bola), yang secara harfiah berarti “bola lumut”. Dalam pelatihan ini, sabut kelapa digunakan sebagai pengganti lumut yang lebih mudah dan murah.
Media tanam dibentuk menjadi bola, dibalut sabut, dan diberi tanaman hias seperti sirih gading, sansiviera, dan anthurium yang tengah populer di pasar tanaman hias. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui wirausaha berbasis potensi lokal.
Ketergantungan Ekonomi
Berdasarkan data BPS Kabupaten Batang 2024, lebih dari 60 persen perempuan di pedesaan masih bergantung secara ekonomi pada penghasilan suami. Pelatihan seperti ini diharapkan mampu menurunkan angka ketergantungan tersebut.
“Selain sebagai upaya pemberdayaan ekonomi, kegiatan ini juga menjadi wadah kreatif ibu-ibu untuk menyalurkan minat berkebun mereka. Bahkan sudah ada yang tertarik menjual hasilnya secara online,” tambah Nur Indah.
Pasar tanaman hias memang menunjukkan tren yang stabil dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Asosiasi Florikultura Indonesia menyebutkan bahwa nilai pasar tanaman hias nasional mencapai Rp2,3 triliun pada 2023 dan terus meningkat seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap dekorasi rumah ramah lingkungan.
Dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu mengembangkan usaha kecil dari rumah, baik secara individu maupun berkelompok. Langkah selanjutnya, tim dosen akan melakukan pendampingan lanjutan, termasuk pelatihan pemasaran digital sederhana agar produk kokedama dari Tambahrejo dapat menjangkau pasar lebih luas. (dc)
Prabowo Minta Kampus Gerak Cepat Cari Cara Hemat BBM, Target Rampung April
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto meminta perguruan tinggi segera menyusun kajian cepat untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah tingginya harga energi global....
Kemdiktisaintek Gandeng Kampus dan Industri, Kebut Pengembangan PLTSa
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melibatkan perguruan tinggi dan sektor industri dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berbasis kajian ilmiah...
Resmi! Puasa Mulai 19 Februari, Tarawih Digelar Rabu Malam
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah resmi menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini diumumkan Kementerian Agama usai menggelar Sidang Isbat...
Undip Dampingi Peternak Kadirejo Dorong Produktivitas Ternak
PABELAN- Upaya meningkatkan kesejahteraan petani-peternak terus digencarkan. Baru-baru ini sejumlah dosen dari Universitas Diponegoro (Undip) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Balai Desa Desa Kadirejo,...
Prabowo Siap Bangun 10 Kampus Baru 2026
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 10 universitas baru pada tahun ini. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi besar memperkuat kualitas birokrasi sekaligus...
Mendiktisaintek: Kampus Harus Jadi Motor Pemajuan Kebudayaan Indonesia
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga sekaligus mengembangkan kebudayaan nasional. Pandangan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian...
Kemdiktisaintek Genjot Hilirisasi Sepanjang 2025
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pemerintah terus mendorong agar hasil riset tidak berhenti di laporan atau jurnal. Sepanjang tahun anggaran 2025, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek)...
Mutu Riset Jadi Kunci Kampus Indonesia Tembus Peringkat Dunia
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa kualitas serta dampak penelitian perguruan tinggi di Indonesia menjadi faktor kunci dalam...
Undip Gandeng King’s College London dan Puskesmas Rowosari Kuatkan Psikoedukasi Pasien Diabetes
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Pendekatan pengelolaan diabetes kini tak lagi hanya berfokus pada aspek medis semata. Dukungan psikologis dan kemampuan merawat diri menjadi kunci penting dalam meningkatkan...
Kemenag Buka Beasiswa S2 Gelar Ganda Indonesia-Australia
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesempatan studi lanjut ke luar negeri kembali dibuka bagi insan pendidikan keagamaan. Kementerian Agama resmi meluncurkan pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree yang menggabungkan...
Gandeng Kampus Top Inggris, RI Siap Bangun Universitas STEM dan Kedokteran
NEWSREAL.ID, LONDON- Presiden RI Prabowo Subianto menjajaki penguatan kerja sama pendidikan dengan universitas-universitas terkemuka di Inggris Raya. Salah satu rencana besarnya adalah pembangunan kampus kedokteran...
Istana Ungkap Isi Diskusi Prabowo dengan 1.200 Akademisi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Istana Kepresidenan mengungkap sejumlah topik strategis yang dibahas Presiden Prabowo Subianto bersama sekitar 1.200 akademisi dalam forum diskusi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis...

