
NEWSREAL.ID, GAZA CITY- Harapan akan tenangnya malam di Jalur Gaza kembali pupus. Di tengah masa gencatan senjata yang masih berlaku, rentetan serangan udara Israel justru mengguncang wilayah itu dan menewaskan lebih dari seratus warga sipil dalam waktu kurang dari 24 jam.
Menurut data pemerintahan lokal di Gaza, sedikitnya 109 orang tewas, termasuk 52 anak-anak, 23 perempuan, empat lansia, dan tujuh penyandang disabilitas, akibat serangan udara Israel selama 12 jam terakhir.
Kantor Media Pemerintahan Gaza menuduh Israel melakukan disinformasi dengan menerbitkan daftar korban yang berisi nama-nama palsu. “Israel menyebarkan kebohongan untuk menutupi kejahatan terhadap warga sipil di Jalur Gaza,” tulis pernyataan resmi lembaga itu.
Sementara itu, militer Israel (IDF) mengklaim serangan itu ditujukan ke gudang senjata di Beit Lahia, Gaza utara, sebagai respons atas tewasnya salah satu tentaranya di Rafah, Selasa lalu. IDF menyebut target serangan merupakan lokasi penyimpanan senjata milisi yang hendak digunakan untuk menyerang wilayah Israel.
Israel juga mengumumkan bahwa pihaknya menargetkan 30 milisi senior Hamas, dan menegaskan operasi militer akan terus berlanjut “untuk menghadapi ancaman langsung”, meski gencatan senjata masih berlaku.
Di sisi lain, Hamas membantah tudingan melanggar kesepakatan damai. “Kami tidak memiliki hubungan dengan insiden penembakan di Rafah. Kami tetap berkomitmen pada gencatan senjata yang dimediasi dunia internasional,” kata pernyataan kelompok itu.
Serangan tidak hanya terjadi di Gaza. Pasukan Israel juga melancarkan penggerebekan di sejumlah wilayah Tepi Barat seperti Qabatiya, Anza, dan Jenin, disertai penahanan warga dan pengrusakan rumah-rumah penduduk.
Media Palestina Wafa melaporkan para pemukim Israel menyerang kendaraan warga dan menebang ratusan pohon zaitun di desa Deir Nidham dan Qaryut. Insiden ini memperburuk ketegangan di wilayah pendudukan yang selama berminggu-minggu terus menjadi sasaran agresi.
Kecaman PBB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras serangan Israel yang menewaskan lebih dari 100 warga sipil di Gaza. “Pembunuhan terhadap warga sipil, termasuk banyak anak-anak, saat gencatan senjata berlangsung, adalah pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan,” ujar juru bicara PBB Stephane Dujarric.
Komisioner Tinggi HAM PBB Volker Türk juga menilai tindakan Israel “mengerikan” dan menyerukan semua pihak untuk mematuhi hukum perang. “Hukum perang menekankan pentingnya melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil. Tragedi ini terjadi ketika rakyat Gaza baru mulai berharap pada perdamaian,” kata Türk.
Amerika Serikat, selaku mediator gencatan senjata, menegaskan bahwa kesepakatan damai masih berlaku meskipun terjadi bentrokan terbatas. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan, “Kami tahu Hamas atau pihak lain menyerang tentara Israel, dan Israel mungkin membalas. Tapi gencatan senjata tetap berjalan.”
Namun, bagi rakyat Gaza, gencatan senjata tampak hanya tinggal di atas kertas. Ledakan demi ledakan terus terdengar, sementara duka kembali menyelimuti wilayah yang telah lama terperangkap dalam siklus kekerasan tanpa akhir. (tb)
Iran Balas Ancam AS: Infrastruktur Energi dan Air Negara Teluk Jadi Target
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melontarkan ancaman serius terhadap negara-negara Teluk yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat dan Israel....
Menlu Iran Ucapkan Selamat Idulfitri, Apresiasi Solidaritas Indonesia untuk Iran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada umat Muslim di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia....
IRCS Klaim 80 Ribu Lokasi Sipil Diserang AS-Israel, Korban Jiwa Terus Bertambah
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Presiden Iranian Red Crescent Society (IRCS), Pirhossein Kolivand, mengungkapkan bahwa lebih dari 80.000 lokasi sipil di Iran telah menjadi sasaran serangan sejak pecahnya...
Pesan Nowruz, Pemimpin Iran Klaim Musuh Mulai Dikalahkan
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan pihak-pihak yang memusuhi negaranya mulai mengalami kekalahan di tengah konflik yang memanas di kawasan. Pernyataan itu disampaikan dalam...
Rusia Akui Beri Informasi Intelijen ke Iran
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Rusia mengakui telah memberikan informasi intelijen kepada Iran di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat. Pengakuan ini mencuat dalam pertemuan pejabat tinggi kedua...
Israel Tutup Al-Aqsa Saat Idulfitri, Umat Muslim Dilarang Shalat Ied
NEWSREAL.ID, YERUSALEM– Otoritas Israel dilaporkan melarang umat Islam menunaikan salat Id di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, dengan alasan keamanan di tengah konflik regional. Sejumlah sumber...
Iran Minta Negara Kawasan Tutup Akses untuk Serangan AS-Israel
NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Iran mendesak negara-negara di kawasan untuk tidak memberikan akses wilayah maupun fasilitas militer bagi Amerika Serikat dan Israel dalam melancarkan serangan. Juru bicara...
Rudal Iran Hujani Israel, Kilang Minyak Haifa Terdampak
NEWSREAL.ID, HAIFA– Serangan rudal bertubi-tubi dari Iran ke Israel terus berlanjut. Salah satu dampaknya, kilang minyak Bazan di Haifa dilaporkan mengalami kerusakan akibat pecahan proyektil...
AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah, Iran Santai: “Belajar dari Kekalahan di Vietnam”
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan memanas setelah Amerika Serikat mengerahkan ribuan personel militernya ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini memicu spekulasi soal potensi operasi lanjutan, termasuk upaya...
Bos Kontraterorisme AS Mundur, Sebut Serangan ke Iran Dipicu Informasi Menyesatkan
NEWSREAL.ID, WASHINGTON– Pejabat tinggi kontraterorisme Amerika Serikat, Joe Kent, resmi mengundurkan diri di tengah memanasnya konflik dengan Iran. Dalam surat pengunduran dirinya, ia mengklaim serangan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Drone Hantam Hanggar Pesawat
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran kembali melancarkan serangan besar dalam gelombang ke-57 Operasi “Janji Sejati 4” dengan menyasar target strategis milik Amerika Serikat...
Iran Ancam Serang Perusahaan AS di Timur Tengah, Konflik Makin Memanas
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran mengancam akan menyerang perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Timur Tengah. Melalui pernyataan resmi di Sepah...

