
NEWSREAL,ID, JAKARTA- Upaya pemerintah mempercepat penataan kawasan padat penduduk kembali mengemuka setelah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah meningkatkan pembangunan rumah susun sebagai solusi jangka panjang persoalan permukiman di kota-kota besar.
Menurut Tito, hunian vertikal adalah langkah strategis untuk memperbaiki kualitas hidup sekaligus menata ruang kota agar lebih layak dan berkelanjutan. Tito menegaskan, pembangunan rusun harus digencarkan terutama di wilayah dengan kepadatan tinggi seperti Jakarta. Ia mencontohkan keberhasilan Singapura pada akhir 1990-an, yang mampu menata ulang kawasan kumuh melalui proyek hunian vertikal berskala besar.
“Nah, sebetulnya kita mengharapkan Jakarta bisa seperti itu. Berubah. Dan kita harus mulai dari sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu, (15/11).
Menurut Tito, model hunian vertikal memudahkan pemerintah menyediakan fasilitas publik seperti ruang terbuka hijau dan sarana olahraga, sehingga kualitas hidup warga meningkat secara keseluruhan.
Dari sisi akademis, Peneliti Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri BRIN, Hadi Supratikta menilai, dorongan Mendagri itu relevan diterapkan, namun harus disesuaikan dengan karakteristik geografis dan sosial tiap daerah.
Ia mengingatkan bahwa wilayah Indonesia yang terdiri dari kawasan kontinental dan kepulauan tak bisa diseragamkan dalam penerapan konsep rusun. Hadi menekankan pentingnya penataan permukiman yang mempertimbangkan risiko bencana, terutama di wilayah pesisir yang rentan rob dan kenaikan permukaan laut.
Lebih Rumit
Selain itu, kebutuhan masyarakat yang menggantungkan hidup pada laut juga harus menjadi dasar perencanaan tata ruang. Untuk daerah pegunungan, ia menilai pembangunan rusun justru lebih rumit karena kondisi topografi yang curam dan rawan longsor. Hunian vertikal, jika terpaksa dibangun, harus dalam skala kecil dan didukung mitigasi kebencanaan yang ketat.
“Pembangunan rusun di daerah pegunungan harus sangat hati-hati dan tidak masif karena risiko geologis,” ujarnya. Agar percepatan pembangunan rusun dapat berjalan efektif, Hadi menekankan pentingnya peta jalan yang menyelesaikan masalah regulasi, pendanaan, hingga penerimaan sosial.
Pemda juga perlu menyusun sistem perizinan terintegrasi serta memberikan insentif kepada pengembang yang membangun rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia menambahkan, aset lahan negara atau daerah yang belum dimanfaatkan seharusnya bisa dijadikan lokasi rusun. Skema pendanaan kreatif seperti kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) juga memungkinkan diterapkan untuk meringankan beban anggaran daerah.
Tak kalah penting, Pemda diminta menyiapkan unit pengelola rusun yang profesional agar bangunan tetap terawat dan tidak berubah menjadi kawasan kumuh.
“Hunian vertikal harus memprioritaskan warga terdampak, terutama mereka yang direlokasi dari kawasan rawan bencana atau permukiman kumuh,” tegas Hadi. (tb)
64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Pemerintah terus mengerahkan seluruh kekuatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Melalui operasi darat hingga udara, upaya penanganan...
Pemerintah Gencarkan Gerakan Indonesia ASRI, Bedah Rumah Masyarakat TLDH
BOGOR,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang tidak mempunyai rumah layak huni. Dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten...
1.000 Perwira TNI-Polri Dikerahkan Atasi Karhutla Sumatera
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Sebanyak 1.000 perwira TNI dan Polri untuk diturunkan bersama jajaran di daerah untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi...
Kemenkes Kirim 314 Nakes-logistik ke Respons Dampak Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID-Sebanyak 314 tenaga medis/tenaga kesehatan dan ratusan ribu logistik kesehatan ke tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan. Pengiriman ini dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk...
Presiden Prabowo Masuk Hutan Cek Lokasi Kebakaran di Limbung Kalbar
PONTIANAK,NEWSREAL.ID – Selepas melaksanakan rapat singkat di Posko Karhutla Pontianak, Presiden Prabowo Subianto bergegas melanjutkan agenda untuk mengecek langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di...
Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan Pimpin Langsung Penanganan Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Kepala Negara akan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus...
Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Hadirkan Kepedulian di Tengah Pengungsi Gempa di Gelora Samador Maumere
MAUMERE,NEWSREAL.ID — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus ditunjukkan jajaran Polda NTT. Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua...
100 Penyandang Disabilitas Semringah Masuk Istana Agung, Foto Bareng Tamu Penting dan Lihat Museum
YOGYAKARTA,Newsreal.id-Sebanyak 100-an siswa beserta pendamping dari sekolah luar biasa (SLB) di wilayah Yogyakarta tak melewatkan kesempatan langka masuk Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung, Rabu...
Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner
JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...
Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya
JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...
Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN
Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...
Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas
JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...