Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
TNI Polri

Lemhannas Dorong Kenaikan Anggaran Pertahanan Secara Bertahap

Tim Redaksi, Newsreal.id
Kamis, 26 Juni 2025 11:24 WIB
Lemhannas Dorong Kenaikan Anggaran Pertahanan Secara Bertahap
NEWSREAL.ID - PARADE TEMPUR: Parade kendaraan tempur dalam rangka HUT TNI di Taxi Way Halim Perdanakusuma, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: TNI)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Di tengah dinamika geopolitik global dan meningkatnya tensi kawasan, anggaran pertahanan Indonesia dinilai masih tertinggal jauh dari negara-negara besar dunia.

Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menyambut baik rencana pemerintah menaikkan anggaran pertahanan secara bertahap sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem pertahanan negara.

Tenaga Profesional Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lemhannas, Edy Prasetyono mengatakan, anggaran adalah salah satu faktor kunci dalam membangun kekuatan pertahanan nasional. Saat ini Indonesia belum masuk dalam daftar 15 besar negara dengan anggaran pertahanan tertinggi di dunia.

“Amerika Serikat, Tiongkok, hingga Rusia menaruh prioritas besar pada pertahanan dengan alokasi anggaran yang sangat tinggi. Indonesia masih jauh tertinggal dalam hal ini,” ujar Edy dalam diskusi bertajuk Aktualisasi Astacita untuk Indonesia Emas 2045: Arah Kebijakan Pertahanan Negara Mendorong Percepatan Pembangunan Nasional, di Jakarta, Rabu (25/6).

Sebagai perbandingan, anggaran pertahanan Amerika Serikat tahun 2024 mencapai 968 miliar dolar AS (sekitar Rp15.778 triliun), diikuti Tiongkok sebesar 476,7 miliar dolar AS, dan Rusia 461,6 miliar dolar AS.

Sementara Indonesia pada 2025 hanya mengalokasikan Rp165,16 triliun, tersebar di Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, dan tiga matra: TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

Kepentingan Nasional

Edy menambahkan, kekuatan pertahanan bukan hanya soal dana. Faktor lain yang tak kalah penting mencakup kepentingan strategis nasional, kemampuan penangkalan, teknologi pertahanan, posisi tawar global, dan sinergi pembangunan nasional. “Kalau kita ingin kekuatan pertahanan yang nyata, semua unsur itu harus bertemu,” tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan RI menyampaikan rencana peningkatan anggaran pertahanan secara bertahap dari 0,8 persen menjadi 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Frega F Wenas Inkiriwang menyebut, angka 1,5 persen sebagai target ideal untuk memenuhi kebutuhan minimum seperti pengadaan alutsista, pembangunan infrastruktur pertahanan, peningkatan kualitas SDM, dan pembiayaan strategis lainnya.

“Namun, proyeksi ini hanya bisa terealisasi jika didukung stabilitas ekonomi yang kuat,” ujar Frega dalam keterangan pers seusai rapat pimpinan Kemhan, Kamis (16/1).

Dengan meningkatnya kompleksitas tantangan keamanan nasional, baik dalam maupun luar negeri, Lemhannas menegaskan pentingnya menjadikan kebijakan pertahanan sebagai prioritas nasional yang tidak hanya responsif, tetapi juga berjangka panjang dan berkelanjutan. (ct)

Berita Terbaru

Komisi Reformasi Desak Kapolri Kaji Ulang Penindakan Ribuan Demonstran

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Komisi Percepatan Reformasi Polri mendesak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk mengkaji ulang proses penindakan terhadap 1.038 demonstran yang ditangkap dalam rangkaian...

KSAL Tinjau Kecanggihan Alutsista Laut Jerman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali meninjau kecanggihan alat utama sistem senjata (alutsista) laut milik perusahaan pertahanan Jerman saat...

Kemhan: Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza Tunggu Lampu Hijau Presiden

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana Indonesia mengirim prajurit TNI sebagai pasukan perdamaian ke Gaza masih menunggu keputusan akhir dari Presiden Prabowo Subianto. Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan bahwa...

Densus: 110 Anak Teridentifikasi Rencanakan Aksi Teror Sepanjang 2025

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap temuan mengejutkan terkait meningkatnya keterlibatan anak dalam perencanaan aksi teror. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 110 anak...

Soal Polisi Aktif Harus Mundur, Kompolnas: Putusan MK Wajib Dipatuhi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memastikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait larangan anggota Polri aktif menduduki jabatan sipil tanpa mengundurkan diri harus dipatuhi sepenuhnya...

Prabowo Minta Ada Keterwakilan Perempuan di Komisi Reformasi Polri

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) bentukan Presiden Prabowo Subianto bakal segera punya anggota baru, seorang perempuan. Tambahan ini dilakukan untuk memastikan ada keterwakilan...

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Langkah Tepat TNI AL Perkuat Lautan Nusantara

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana TNI Angkatan Laut membeli kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia dinilai sebagai keputusan strategis untuk memperkuat postur pertahanan maritim Indonesia...

Di Hadapan 133 Ribu Prajurit, Prabowo Instruksikan Modernisasi Organisasi TNI

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas saat memimpin upacara peringatan HUT ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Minggu (5/10)....

HUT ke-80 TNI, Prabowo: TNI Benteng Kedaulatan Bangsa

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ribuan pasang mata menyaksikan Presiden Prabowo Subianto untuk pertama kalinya memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di...

KSAD Pastikan Rekrutmen Prajurit TNI AD Transparan dan Gratis

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tidak ada lagi istilah “orang dalam” atau pungutan biaya dalam proses rekrutmen prajurit TNI Angkatan Darat (AD). Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal...

Ahmad Dofiri Resmi Jadi Penasihat Khusus Presiden untuk Reformasi Kepolisian

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Komjen Polisi (Purn) Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta Reformasi Kepolisian,...

Kompolnas Bocorkan Resep Reformasi Polri: Digital, Humanis, Diawasi Ketat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Desakan reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menguat usai gelombang aksi unjuk rasa Agustus lalu. Menanggapi hal itu, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menegaskan...

Leave a comment