Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Komisi VII: Negara Wajib Lindungi Hak Warga Gunakan Uang Tunai

Tim Redaksi, Newsreal.id
Kamis, 25 Desember 2025 21:27 WIB
Komisi VII: Negara Wajib Lindungi Hak Warga Gunakan Uang Tunai
NEWSREAL.ID - Ilustrasi: Pembayaran non tunai (cashless) menggunakan QRIS. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menegaskan negara harus hadir melindungi hak warga negara dalam menggunakan uang tunai sebagai alat pembayaran yang sah. Menurutnya, kemajuan sistem pembayaran non-tunai atau cashless tidak boleh menjadi alasan untuk menolak, apalagi menghentikan penggunaan uang tunai di tengah masyarakat.

Saleh menyatakan sistem pembayaran non-tunai memang membawa banyak kemudahan dan sangat membantu bagi sebagian kalangan. Namun, hal tersebut tidak berarti pembayaran tunai harus dikesampingkan.

“Kalau memang uang tunai ditolak, lalu buat apa negara menghabiskan uang untuk proyek cetak uang? Berapa banyak karyawan yang bekerja di bidang ini? Apakah semua itu hanya simbolik tanpa makna?” kata Saleh dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, (25/12/2025).

Baca juga: Digitalisasi Pembayaran PT KAI Luncurkan KAIPay, Ketum Partai UKM Berikan Apresiasi

Ia menilai perkembangan teknologi digital telah memberikan banyak kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam sistem pembayaran. Meski begitu, penerapan pembayaran non-tunai harus tetap mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat yang beragam.

Menurut Saleh, tidak semua warga memiliki akses dan kemampuan menggunakan pembayaran digital. Anak-anak di bawah umur, misalnya, masih membutuhkan uang tunai karena belum memiliki kartu atau akses perbankan. Begitu pula dengan kalangan lanjut usia yang belum sepenuhnya mengikuti perkembangan teknologi digital.

Tidak Dipaksakan

“Kalau ditanya, apakah saya senang menggunakan kartu dalam setiap transaksi? Tentu sangat senang. Saya sendiri banyak memakai cashless, termasuk untuk kebutuhan keluarga. Tapi kita tidak bisa memaksakan semua orang berada pada kondisi yang sama,” ujarnya.

Saleh juga menyoroti kondisi geografis Indonesia yang sangat luas. Banyak masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan pedesaan masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, terutama jaringan internet dan listrik, yang menjadi syarat utama transaksi non-tunai.

“Untuk transaksi cashless perlu internet. Di daerah pemilihan saya, internet bahkan baru bisa aktif kalau listrik dari PLN menyala. Kalau listrik padam, jaringan ikut terganggu,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa tidak semua desa memiliki fasilitas perbankan. Masyarakat desa harus menempuh jarak cukup jauh ke ibu kota kecamatan hanya untuk membuka rekening dan memenuhi persyaratan administrasi agar bisa bertransaksi non-tunai.

Baca juga: Main Judi Online? Bansos Bisa Dicabut

“Bayangkan betapa rumitnya warga desa harus ke kecamatan hanya untuk urusan cashless. Kalau jaraknya jauh, tentu semakin berat. Bahkan untuk sekadar memahami sistem pembayaran non-tunai saja butuh waktu dan pendampingan,” katanya.

Atas dasar itu, Saleh menegaskan negara harus menjamin hak masyarakat untuk tetap menggunakan uang tunai. Menurutnya, kebijakan digitalisasi pembayaran harus bersifat inklusif dan tidak meninggalkan kelompok masyarakat tertentu. (tb)

Berita Terbaru

Respons Imbauan WFH, Golkar Usul Prioritas di Tiga Provinsi

NEWSREAL.ID, JAKARTA –Wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah mendapat sorotan dari Partai Golkar. Mereka meminta...

Menkeu Rem Anggaran Baru K/L, APBN Dijaga Tetap Sehat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan membatasi pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga...

Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...

Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...

Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...

Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...

Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...

ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...

Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...

Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...