Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Iran Klaim AS Gagal Pecah Belah Negara, Ali Larijani: Salah Perhitungan

Tim Redaksi, Newsreal.id
Minggu, 8 Maret 2026 15:19 WIB
Iran Klaim AS Gagal Pecah Belah Negara, Ali Larijani: Salah Perhitungan
NEWSREAL.ID - MENENTANG AS: Ribuan warga Iran berunjuk rasa menentang kampanye militer AS-Israel yang sedang berlangsung setelah salat Jumat di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran, Jumat, (6/3/2026). (Foto: AP Photo)

NEWSREAL.ID, TEHERANPemerintah Iran menilai strategi Amerika Serikat untuk melemahkan dan memecah belah negara itu justru berakhir dengan kegagalan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, di tengah memanasnya konflik dengan AS dan Israel.

Dalam wawancara yang dikutip dari Tasnim News, Sabtu (7/3/2026), Larijani menyebut tujuan utama Washington dan sekutunya sejak awal konflik adalah mendorong disintegrasi Iran. Namun menurutnya, solidaritas rakyat serta pengelolaan negara selama masa perang membuat skenario tersebut tidak terwujud.

“Tujuan utama mereka sebenarnya adalah memecah belah Iran,” kata Larijani. Ia menilai upaya tersebut bukan sekadar mendorong perubahan politik kecil, melainkan menghancurkan negara Iran sebagai sebuah kesatuan. Larijani menilai pihak luar salah membaca situasi politik dan sosial di Iran.

Menurutnya, Amerika Serikat mengira skenario yang pernah terjadi di negara lain dapat diterapkan dengan mudah di Iran. “Mereka berpikir pola yang sama seperti di beberapa negara, seperti Venezuela, dapat diulang di Iran. Padahal kondisi di sini sama sekali berbeda,” ujarnya.

Ia menambahkan, Amerika Serikat tidak memahami dinamika kawasan Asia Barat, khususnya Iran. Kesalahan membaca situasi tersebut membuat Washington, menurutnya, terjebak dalam strategi yang keliru. Larijani juga menegaskan bahwa meskipun terdapat perbedaan pandangan di dalam negeri, masyarakat Iran tetap bersatu dalam mempertahankan negara mereka.

Kekuatan Asing

Upaya untuk memicu konflik internal dinilai gagal karena rakyat tidak ingin bekerja sama dengan kekuatan asing yang dianggap ingin memecah belah Iran. Menurutnya, pengalaman panjang campur tangan Amerika di kawasan, mulai dari Irak hingga Afghanistan membuat masyarakat Iran semakin waspada terhadap agenda politik Washington.

Ia juga menyinggung taktik yang disebut sering digunakan Amerika Serikat, yakni memanfaatkan perbedaan sosial dan politik di dalam negeri untuk memicu konflik internal. Namun menurut Larijani, strategi itu tidak berhasil. “Rakyat Iran mungkin memiliki pandangan yang berbeda, tetapi mereka bersatu dalam isu Iran dan keutuhan wilayah negara,” katanya.

Di bagian lain pernyataannya, Larijani juga memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak memberikan  pangkalan militer kepada Amerika Serikat untuk menyerang Iran. Menurutnya, jika pangkalan di negara tetangga digunakan sebagai basis operasi militer terhadap Iran, maka Teheran berhak merespons secara langsung.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan hak sah Iran untuk mempertahankan diri. “Negara-negara kawasan tidak bisa sekaligus menyatakan bersahabat dengan Iran tetapi membiarkan pangkalan mereka digunakan untuk menyerang Iran,” ujarnya.

Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik setelah serangan militer besar yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu yang memicu perang terbuka di kawasan. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap berbagai target yang terkait dengan kepentingan AS dan Israel di Timur Tengah.

Bagi Iran, konflik ini bukan hanya soal militer, tetapi juga pertarungan mempertahankan keutuhan negara. Pemerintah di Teheran menilai, alih-alih melemahkan Iran, tekanan militer dan politik dari luar justru memperkuat solidaritas nasional di dalam negeri. (tb)

Berita Terbaru

24 Negara Bagian AS Gugat Tarif Baru Trump, Dinilai Langgar Konstitusi

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Kebijakan tarif impor baru yang diumumkan Presiden Donald Trump memicu gelombang perlawanan dari pemerintah daerah di Amerika Serikat. Sebanyak 24 negara bagian resmi...

Tiongkok Mulai Bantu Iran, Rusia Diduga Suplai Citra Satelit untuk Serangan

NEWSREAL.ID, ANKARA- Peta geopolitik konflik Timur Tengah makin panas. Laporan terbaru menyebut Tiongkok mulai menunjukkan tanda-tanda dukungan terhadap Iran, sementara Rusia diduga ikut membantu lewat...

Upaya Batasi Kuasa Perang Trump Kandas di Senat AS, Resolusi soal Iran Ditolak

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Upaya Partai Demokrat di Amerika Serikat untuk membatasi kewenangan militer Presiden dalam konflik dengan Iran berakhir gagal. Senat AS menolak rancangan resolusi yang...

Tegas Tolak Gencatan Senjata, Menlu Iran: Tak Ada Alasan Negosiasi dengan AS

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran menegaskan tidak pernah meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat maupun Israel di tengah konflik yang memanas. Teheran bahkan menyatakan siap menghadapi...

Investigasi Pentagon: Serangan yang Tewaskan 160 Siswi Iran Diduga Dilakukan Militer AS

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Penyelidikan internal militer Amerika Serikat mengarah pada dugaan bahwa pasukan AS berada di balik serangan udara yang menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran...

Iran Ancam Kapal AS dan Sekutu di Selat Hormuz, Tiongkok-Rusia Dijamin Aman

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah Iran menyatakan hanya akan menargetkan kapal milik Amerika Serikat dan negara sekutunya di Selat Hormuz. Kapal-kapal...

Iran Tegas Tutup Pintu Mediasi dengan AS

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Iran kembali menegaskan sikap kerasnya di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Melalui duta besarnya di Jakarta, Teheran menyatakan tidak akan membuka ruang negosiasi...

Trump Ngamuk ke Spanyol: Ancam Putus Dagang Gara-Gara Iran

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Drama geopolitik makin panas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman keras ke Spanyol: semua hubungan dagang bisa diputus. Penyebabnya? Madrid menolak memberi...

Rusia Sindir AS Usai Serangan ke Iran: Masih Serius Mau Negosiasi Nuklir?

NEWSREAL.ID, MOSKOW- Rusia mempertanyakan keseriusan Amerika Serikat dalam melanjutkan perundingan nuklir dengan Iran setelah serangan militer yang dilancarkan bersama Israel. Pernyataan itu disampaikan oleh Perwakilan...

Iran Balas Serangan, IRGC Hantam Kompleks Pemerintah Israel hingga Pusat Militer

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melancarkan serangan rudal ke kompleks pemerintahan Israel di Tel Aviv, pusat militer dan keamanan di Haifa, serta wilayah...

Iran Minta D-8 Angkat Suara, Desak Kutukan Tegas atas Serangan AS-Israel

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, berharap organisasi Developing-8 (D-8) dapat secara tegas mengutuk serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap...

Korut Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: “Agresi Ilegal, Langgar Kedaulatan”

NEWSREAL.ID, PYONGYANG- Korea Utara mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Pyongyang menyebut aksi tersebut sebagai agresi ilegal yang melanggar kedaulatan nasional....