
NEWSREAL.ID, BADA ACEH- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menargetkan tidak ada lagi warga terdampak bencana yang tinggal di tenda pengungsian saat Lebaran IdulFitri 1447 Hijriah/2026.
Target tersebut disampaikan Tito saat mendampingi Menteri Sosial menyalurkan bantuan kebencanaan kepada masyarakat di Kabupaten Aceh Timur, Senin (16/3/2026). “Targetnya sebelum hari raya nanti tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda. Ada dua opsi bagi pengungsi tenda, apakah pindah ke hunian sementara atau diberikan dana tunggu hunian,” kata Tito.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh. Beberapa daerah yang menjadi fokus pembangunan di antaranya Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
Salah satu proyek yang dipacu penyelesaiannya adalah pembangunan huntara di Atu Lintang, Kabupaten Aceh Utara. Tito mengatakan, pengerjaan huntara tersebut dilakukan secara gotong royong oleh berbagai pihak agar dapat selesai tepat waktu.
“Targetnya selesai pada 19 Maret 2026 pukul 23.00 WIB. Setelah itu langsung diserahkan kepada para pengungsi yang saat ini masih tinggal di tenda,” ujarnya. Tito juga meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah segera melakukan serah terima huntara begitu pembangunan selesai.
Pembongkaran Tenda
Ia menegaskan, setelah para pengungsi menempati hunian sementara, tenda pengungsian harus segera dibongkar agar tidak lagi terlihat adanya warga yang tinggal di tenda. “Setelah serah terima huntara, tendanya juga harus dibongkar. Jangan setelah ada huntara, tenda masih masih ada. Kesannya tidak elok, seolah-olah masih ada pengungsi tenda,” katanya.
Selain hunian sementara, pemerintah juga menyiapkan opsi dana tunggu hunian bagi korban bencana. Melalui skema ini, korban bencana akan menerima bantuan sebesar Rp1,6 juta setiap tiga bulan agar dapat menyewa atau tinggal di tempat yang lebih layak.
Mendagri juga mendorong pemerintah daerah membentuk satuan tugas gabungan yang bertugas mendata dan mendatangi korban bencana secara langsung. Satgas tersebut akan memastikan pilihan tempat tinggal bagi para korban, apakah menempati huntara komunal, hunian sementara yang dibangun di kompleks, atau membangun hunian di lahan milik sendiri.
Bagi korban bencana yang memilih membangun hunian di tanah sendiri, pemerintah menyiapkan bantuan hingga Rp60 juta dengan syarat pembangunan dilakukan di lahan pribadi. Tito menegaskan, proses pendataan penerima bantuan harus dilakukan secara akurat agar tidak ada korban bencana yang terlewat ataupun menerima bantuan ganda.
“Silakan kepala daerah mengusulkan apabila ada korban bencana yang belum terdata. Tapi jangan sampai ada yang menerima dua kali. Karena itu perlu tim yang benar-benar memverifikasi di lapangan,” tegasnya. (tb)
Prabowo Pertahankan Keanggotaan RI di Board of Peace
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menegaskan alasan Indonesia tetap mempertahankan keanggotaannya dalam Board of Peace (BoP) adalah untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara....
Prabowo Sebut Program Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Ekonomi Rakyat
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam mendorong...
Mulai Hari Ini, PNS Boleh Kerja dari Mana Saja: WFA Berlaku 5 Hari Jelang Mudik Lebaran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar yang ditunggu banyak pegawai negeri akhirnya resmi berlaku. Mulai hari ini, aparatur sipil negara (ASN) bisa bekerja dari mana saja lewat skema...
Mudik Mulai Ramai, 459 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Sejak H-10 Lebaran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Arus mudik Lebaran mulai terasa di jalan tol. Dalam tiga hari terakhir, ratusan ribu kendaraan tercatat sudah meninggalkan kawasan Jabotabek menuju berbagai daerah...
H-8 Lebaran, Arus Mudik Jawa-Sumatera Mulai Mengalir di Merak-Bakauheni
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pergerakan pemudik dari Jawa menuju Sumatera mulai terasa sejak H-8 Lebaran. Jalur penyeberangan Merak-Bakauheni kembali menggeliat, dengan ribuan penumpang dan kendaraan mulai memadati...
KPK Terbitkan Surat Edaran, ASN Dilarang Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerbitkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Pengendalian Gratifikasi terkait perayaan Hari Raya Idulfitri. Salah satu...
Prabowo Pertimbangkan Potong Gaji Menteri dan DPR, Respons Dampak Konflik Timur Tengah
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto membuka kemungkinan langkah penghematan negara dengan mengkaji pemotongan gaji menteri dan anggota DPR. Wacana tersebut muncul sebagai bagian dari antisipasi pemerintah...
Wamen ESDM Pastikan Stok BBM RI Aman: Ketahanan Lebih dari 30 Hari
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah memastikan pasokan energi nasional dalam kondisi aman. Wakil Menteri ESDM menyebut ketahanan stok BBM Indonesia saat...
1.512 Dapur MBG di Jawa Dihentikan Sementara
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Program Makan Bergizi Gratis lagi-lagi kena rem. Badan Gizi Nasional memutuskan menghentikan sementara operasional 1.512 dapur layanan gizi di Pulau Jawa. Alasannya cukup...
Bela Negara Tanpa Batas, Wamenhan Ajak Penyandang Disabilitas Ikut Jaga Semangat Pancasila
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Semangat bela negara tak hanya milik mereka yang berseragam. Pemerintah kini mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, sebagai bagian...
Perjanjian Dagang RI-AS Digugat ke PTUN, Aktivis Nilai Merugikan Indonesia
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat kembali menuai polemik. Sejumlah organisasi masyarakat sipil resmi menggugat kesepakatan tersebut ke pengadilan karena dinilai merugikan...
Diminta Tak Kejar Profit, Diah Warih: MBG adalah Investasi Menuju Indonesia Emas 2045
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Program makan bergizi bagi anak-anak Indonesia dinilai bukan sekadar agenda sosial jangka pendek, melainkan investasi strategis untuk menyiapkan generasi unggul menuju visi besar...

