
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Polisi terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus.
Hingga kini, penyidik telah memeriksa tujuh orang saksi serta menganalisis rekaman dari 86 kamera pengawas (CCTV) untuk mengungkap pelaku teror tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold Hutagalung mengatakan pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan setelah kasus tersebut resmi naik ke tahap penyidikan. “Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan dalam bentuk BAP terhadap tujuh orang saksi,” ujar Reynold dalam konferensi pers, Senin (16/3/2026).
Kasus ini diduga mengandung unsur pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 467 ayat (2) dan Pasal 468 ayat (1) KUHP. Adapun tujuh saksi yang telah dimintai keterangan yakni Ipda Dede Saepudin selaku pelapor dan perwira siaga Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Brigadir Ridho Feris dari tim identifikasi, serta Aipda Faisal yang menemukan helm korban di lokasi kejadian.
Selain itu, penyidik juga memeriksa sejumlah warga yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), yakni Sutemu selaku pemilik CCTV warung di lokasi, Ari yang menolong korban, Dayat yang sempat membantu mengejar pelaku, serta Nurhadi alias Yadi yang mengenal korban.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Iman Imanuddin mengungkapkan pihaknya telah mengumpulkan rekaman dari 86 titik CCTV untuk melacak pergerakan pelaku.
Puluhan kamera tersebut terdiri dari tujuh kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), 27 CCTV milik Diskominfotik, delapan CCTV Dinas Perhubungan, serta 44 kamera milik warga dan perkantoran di sekitar lokasi kejadian.
Analisis Digital
“Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa, terdapat 2.610 gambar dalam bentuk video dengan durasi total sekitar 10.320 menit,” kata Iman. Menurutnya, proses analisis digital terhadap seluruh rekaman membutuhkan waktu beberapa hari karena penyidik harus menelusuri jalur yang dilalui oleh pelaku.
Sebelumnya, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam. Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi setelah Andrie menghadiri acara podcast bertema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh, termasuk tangan, wajah, dada, serta area mata. “Korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Dimas.
Pihak Kontras juga mengungkap ciri-ciri dua terduga pelaku. Pelaku pertama disebut mengenakan kaos kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, serta helm hitam.
Sementara pelaku kedua yang diduga sebagai penumpang menggunakan penutup wajah atau masker jenis buf berwarna hitam, kaos biru tua, serta celana panjang biru yang digulung menyerupai celana pendek.
Hingga kini, polisi masih terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap pelaku sekaligus motif di balik teror penyiraman air keras terhadap aktivis tersebut. (tb)
Napi singgah kedai kopi, Dipindahkan ke Lapas Pengamanan Maksimum Nusakambangan
JAKARTA, NEWSREAL.id – Lapas dengan pengamanan maksimum di Nusakambangan menjadi lokasi pemindahan narapidana korupsi bernama Supriadi. Nama napi Nn yang viral di internet dan media...
BPA Fair 2026, Terobosan Perdana Lelang Libatkan Menkeu dan Bank Himbara
JAKARTA, NEWSREAL.id – Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejagung RI melakukan terobosan perdana dalam penjualan lelang yang transparan dan akuntabel. Dalam acara BPA Fair 2026 digelar...
Korupsi Fasilitas Kredit Tuntutan 16 Penjara Tahun bagi Dua Bos Sritex
JAKARTA,NEWSREAL.id – Duo bersaudara yang juga bos PT Sritex, Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto, dituntut hukuman 16 tahun penjara dalam kasus korupsi fasilitas...
Jaksa Agung Larang Kriminalisasi Kepala Desa, Ini Penyebabnya
JAKARTA, NEWSREAL.id – Kepala Desa di Indonesia agar tidak ditersangkakan. Mereka dipilih dari orang-orang yang tadinya tidak tahu apa yang dinamakan dengan administrasi pemerintahan. Para...
Penusukan Ketua DPD Golkar Maltra Bermotif Masalah Pribadi
JAKARTA, newsreal.id – Polisi akhirnya mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial HR (28) dan FU (36), dua orang yang diduga terlibat dalam penusukan terhadap Ketua...
Nus Kei Ditusuk Atlet MMA, Golkar Meminta Kader tidak Terprovokasi
MALUKU, newsreal.id – Sebuah peristiwa mengejutkan viral di media sosial beberapa saat lalu. Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia ditusuk orang dikenal di area...
Viral Napi Ngopi di Kedai, Kepala Rutan Kendari Langsung Dinonaktifkan
KENDARI, newsreal.id – Kepala Rutan Kelas II A Kendari Rikie Umbaran harus menjalani sanksi keras dengan dinonaktifkan buntut dari narapidana kasus korupsi Supriadi kedapatan ngopi....
Kasus Korupsi, Ada Aliran Dana Rp 1,5 miliar ke Hery Susanto Melalui PT TSHI
JAKARTA,newsreal.id – Ketua Ombudsman RI Hery Susanto yang baru saja dilantik Presiden RI Prabowo Subianto terjerat kasus korupsi. Ia diduga menerima uang suap senilai Rp1,5...
Polda Metro Jaya Terima Laporan korban kekerasan Seksual kampus Terkenal di Jaksel
JAKARTA,newsreal.id – Kepolisian sudah menerima laporan dugaan korban tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang terjadi di lingkungan universitas terkenal di kawasan Jakarta Selatan. Dalam laporan...
Pakai Modus Baru, WN Kazakhstan Selundupkan 2,5 Kg Kokain
DENPASAR,newsreal.id – Hasil kerja sama antara Ditresnarkoba Polda Bali dan Bea Cukai Ngurah Rai berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis kokain seberat lebih dari 2,5 kilogram...
Tersangka Korupsi Menghadap Sang Illahi, Perkara Dihentikan KPK
JAKARTA,newsreal.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mempersiapkan penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap tersangka korupsi meninggal dunia. Tersangka kasus dugaan korupsi yang menutup...
Diduga Hasil Perasan, KPK Sita Uang Rp 2,7 dan Barang Merah dari Bupati Tulungagung
JAKARTA,newsreal.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan status tersangka kepada Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo atas tuduhan kasus pemersan. Ia pun mengenakan rompi oranye di...

