kpk-firli
Ketua KPK Firli Bahuri bersama petinggi Kadin menandatangani MoU antara KPK dan Kadin di Gedung Juang Merah Putih KPK/RMOL

*Penuhi Target Ekonomi Indonesia Tumbuh di Atas 6 Persen

JAKARTA,newsreal.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) didorong membantu pemerintah dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2022.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat acara penandatanganan MoU antara KPK dan Kadin di Gedung Juang Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis siang (25/11).

Hadir pada kesempatan itu Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid; Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo alias Bamsoet dan anggota Kadin lainnya

“Kenapa saya sangat apresiasi dengan para rekan-rekan pengusaha dan Kadin, pemerintah kita tahun 2022, mentargetkan pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, di atas 6. Pengangguran harus ditekan sampai 5,5 atau sampai 6,3 persen, kemiskinan pun harus di bawah 9 persen, indeks pembangunan manusia pun ditargetkan 73,41 persen, dan pendapatan negara di tahun 2022 kurang lebih Rp 1.846,7 triliun,” ujar Firli seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Kamis siang (25/11).

Dikatakan, pendapatan negara pada 2022 berasal dari pajak sebesar Rp 1.510 triliun dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) Rp 335,56 triliun. Pajak pun tidak bisa dilepaskan dari andil besar Kadin.

“Artinya, begitu besar postur APBN 2022 dari sektor pajak dan sektor PNBP. Rekan-rekan yang menentukan itu. Karena itu, di samping membangun postur APBN, rekan-rekan Kadin pun berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Firli.

Firli pun membeberkan tiga faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Yaitu, belanja APBN, konsumsi masyarakat, dan investasi.

Baca : Pengusaha Pom Bensin Respons Toilet SPBU Pertamina Gratis

Dan konsumsi masyarakat sangat erat dengan lapangan pekerjaan, termasuk juga terkait dengan pendapatan.

“Seketika lapangan pekerjaan buka, maka tentulah akan menyerap tenaga kerja. Semakin banyak tenaga kerja yang bisa diserap, maka tentu lah akan berdampak kepada penghasilan dan pendapatan masyarakat dan itu akan berpengaruh dengan naiknya atau meningkatnya daya beli masyarakat ataupun konsumsi masyarakat itu sendiri,” jelas Firli.

Terkait investasi kata Firli, Kadin juga memiliki peran andil untuk membuka investasi seluas-luasnya seperti yang pernah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.

“Kenapa? Karena investasi inilah salah satu yang besar pengaruh kepada pertumbuhan ekonomi. Dengan kemudahan investasi, tidak ada suap maka banyak investor masuk. Dengan investasi yang datang, yang mudah, maka akan membuka lapangan pekerjaan,” terang Firli. (Red)

Tinggalkan Pesan