Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Trump Ancam Usir 240 Ribu Warga Ukraina di AS

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 7 Maret 2025 13:30 WIB
Trump Ancam Usir 240 Ribu Warga Ukraina di AS
NEWSREAL.ID - ADU MULUT: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terlibat perdebatan saat pertemuan di Gedung Putih yang disiarkan media, Jumat (28/2). (Dok: Reuters)

WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan mencabut status hukum sementara bagi sekitar 240.000 warga Ukraina yang mengungsi ke Negeri Paman Sam imbas invasi Rusia. 

Jika Trump benar-benar menerapkannya, maka kebijakan ini akan menjadi perubahan drastis dari kebijakan Presiden Joe Biden yang sebelumnya menyambut pengungsi Ukraina sebagai bentuk solidaritas dan bantuan terhadap sekutu. Keputusan Trump ini juga nantinya bakal membuat ratusan ribu warga Ukraina itu dideportasi ke negaranya. 
“Kami tidak ingin menyakiti siapa pun, tentu saja tidak ingin menyakiti mereka, dan saya sedang mempertimbangkannya,” kata Trump di Ruang Oval Gedung Putih saat ditanya tentang kemungkinan pencabutan status dan deportasi warga Ukraina pada Kamis (6/3). “Ada yang berpikir itu adalah langkah yang tepat, ada juga yang tidak, dan saya akan segera mengambil keputusan,” paparnya menambahkan.

Menurut seorang pejabat senior Trump dan tiga sumber yang mengetahui kebijakan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa rencana pencabutan status tinggal sementara bagi warga Ukraina di AS ini merupakan bagian dari kebijakan Trump memperketat kebijakan imigrasi AS.

Tinggal Sementara

Kebijakan ini, ucap para sumber, bagian dari rencana Trump untuk mengusir lebih dari 1,8 juta imigran yang sebelumnya diperbolehkan masuk ke AS melalui program izin tinggal sementara berbasis kemanusiaan di era Biden.

Keempat sumber tersebut menyebutkan bahwa kebijakan ini bisa mulai berlaku pada April. Mereka juga mengungkapkan bahwa rencana pencabutan status ini sudah mulai dibahas sebelum Trump secara terbuka berseteru dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pekan lalu.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, membantah laporan Reuters dalam unggahan di X, dengan menyatakan bahwa “belum ada keputusan yang dibuat saat ini.”
Juru bicara Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), Tricia McLaughlin mengatakan, pihaknya belum memiliki pengumuman baru terkait kebijakan ini. Pihak berwenang Ukraina juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Perintah eksekutif yang dikeluarkan Trump pada 20 Januari menginstruksikan DHS untuk “mengakhiri semua program izin tinggal bersyarat secara kategoris.” Pemerintahan Trump juga berencana mencabut izin tinggal bersyarat bagi sekitar 530.000 warga Kuba, Haiti, Nikaragua, dan Venezuela bulan ini. Rencana tersebut pertama kali dilaporkan oleh CBS News.

Selain 240.000 warga Ukraina yang melarikan diri dari invasi Rusia, serta 530.000 warga Kuba, Haiti, Nikaragua, dan Venezuela, program ini juga mencakup lebih dari 70.000 warga Afghanistan yang kabur dari pengambilalihan Taliban. (cnnind,tb)

Share:

Berita Terbaru

Iran Balas Ancam AS: Infrastruktur Energi dan Air Negara Teluk Jadi Target

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melontarkan ancaman serius terhadap negara-negara Teluk yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat dan Israel....

Menlu Iran Ucapkan Selamat Idulfitri, Apresiasi Solidaritas Indonesia untuk Iran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada umat Muslim di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia....

IRCS Klaim 80 Ribu Lokasi Sipil Diserang AS-Israel, Korban Jiwa Terus Bertambah

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Presiden Iranian Red Crescent Society (IRCS), Pirhossein Kolivand, mengungkapkan bahwa lebih dari 80.000 lokasi sipil di Iran telah menjadi sasaran serangan sejak pecahnya...

Pesan Nowruz, Pemimpin Iran Klaim Musuh Mulai Dikalahkan

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan pihak-pihak yang memusuhi negaranya mulai mengalami kekalahan di tengah konflik yang memanas di kawasan. Pernyataan itu disampaikan dalam...

Rusia Akui Beri Informasi Intelijen ke Iran

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Rusia mengakui telah memberikan informasi intelijen kepada Iran di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat. Pengakuan ini mencuat dalam pertemuan pejabat tinggi kedua...

Israel Tutup Al-Aqsa Saat Idulfitri, Umat Muslim Dilarang Shalat Ied

NEWSREAL.ID, YERUSALEM– Otoritas Israel dilaporkan melarang umat Islam menunaikan salat Id di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, dengan alasan keamanan di tengah konflik regional. Sejumlah sumber...

Iran Minta Negara Kawasan Tutup Akses untuk Serangan AS-Israel

NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Iran mendesak negara-negara di kawasan untuk tidak memberikan akses wilayah maupun fasilitas militer bagi Amerika Serikat dan Israel dalam melancarkan serangan. Juru bicara...

Rudal Iran Hujani Israel, Kilang Minyak Haifa Terdampak

NEWSREAL.ID, HAIFA– Serangan rudal bertubi-tubi dari Iran ke Israel terus berlanjut. Salah satu dampaknya, kilang minyak Bazan di Haifa dilaporkan mengalami kerusakan akibat pecahan proyektil...

AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah, Iran Santai: “Belajar dari Kekalahan di Vietnam”

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan memanas setelah Amerika Serikat mengerahkan ribuan personel militernya ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini memicu spekulasi soal potensi operasi lanjutan, termasuk upaya...

Bos Kontraterorisme AS Mundur, Sebut Serangan ke Iran Dipicu Informasi Menyesatkan

NEWSREAL.ID, WASHINGTON– Pejabat tinggi kontraterorisme Amerika Serikat, Joe Kent, resmi mengundurkan diri di tengah memanasnya konflik dengan Iran. Dalam surat pengunduran dirinya, ia mengklaim serangan...

Iran Gempur Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Drone Hantam Hanggar Pesawat

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran kembali melancarkan serangan besar dalam gelombang ke-57 Operasi “Janji Sejati 4” dengan menyasar target strategis milik Amerika Serikat...

Iran Ancam Serang Perusahaan AS di Timur Tengah, Konflik Makin Memanas

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran mengancam akan menyerang perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Timur Tengah. Melalui pernyataan resmi di Sepah...

Leave a comment