Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Pendidikan

Pemerintah Bangun 100 Sekolah Rakyat

Tim Redaksi, Newsreal.id
Sabtu, 8 Maret 2025 14:56 WIB
Pemerintah Bangun 100 Sekolah Rakyat
NEWSREAL.ID - AKSELERASI PEMBANGUNAN: Mensos Saifullah Yusuf bertemu dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti di kantor Kemendikdasmen, beberapa waktu lalu. Keduanya bertemu untuk membahas kemungkinan akselerasi pembangunan Sekolah Rakyat. (Dok: Kemensos)
  • Berkonsep Asrama, Bebas Biaya Pendidikan

JAKARTA- Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut sekolah rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan dibangun di 100 daerah. Kementerian PU akan terlibat merancang desain dan membangun gedung-gedung sekolah rakyat. Mereka bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

“Pak Mensos rencana membangun sekolah rakyat di 100 tempat di Indonesia untuk masyarakat miskin dan miskin ekstrem,” ujar Dody dalam jumpa pers di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (7/3).

Kementerian PU bertugas merancang desain dan membangun gedung-gedung sekolah itu. Sementara itu, anggaran akan ditangani oleh Kemensos. Dody mengatakan pembangunan sekolah rakyat masih terus dimatangkan. Mereka akan kembali menggelar rapat pekan depan untuk mematangkan desain sekolah rakyat. “Kami cuma berusaha menyiapkan bangunannya. Nanti desainnya akan kami diskusikan di istana,” ujar Dody.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya berencana membangun sekolah rakyat. Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Mohammad Nuh menyebut Sekolah Rakyat gratis untuk seluruh peserta didiknya.

Indonesia Emas

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan langkah awal mempersiapkan Indonesia Emas 2045. “Sekolah Rakyat merupakan bentuk negara dalam memuliakan masyarakat miskin sekaligus memfasilitasi kebangkitan wong cilik untuk mendukung Indonesia Emas 2045,” ucap Gus Ipul saat mengunjungi lokasi calon sekolah rakyat sekaligus berdialog dengan ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (7/3). 

Gus Ipul menuturkan, Sekolah Rakyat dapat memutus mata rantai kemiskinan yang  terjadi selama ini.  “Salah satu cara untuk menutup transmisi kemiskinan ini adalah melalui pendidikan. Orang tua yang hidup dalam kemiskinan dan memiliki pendidikan rendah cenderung memiliki anak yang berpendidikan rendah juga dan itu sebab transmisi kemiskinan yang terjadi selama ini,” kata Gus Ipul. 

Sekolah Rakyat yang digagas merupakan sekolah berbentuk boarding school/berasrama yang memungkinkan para orang tua murid dapat menjenguk. Sekolah Rakyat terdiri dari jenjang SD hingga SMA yang ditujukan untuk keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Sekolah itu akan dimulai pada tahun ajaran 2025-2026 di sejumlah tempat yang menggunakan aset Kemensos, Pemda, perguruan tinggi, dan aset pemerintah lainnya. “Tahun ini akan dimulai di sejumlah tempat. Bertujuan untuk membentuk agen perubahan yang akan mengubah taraf hidup keluarganya,” ucap Gus Ipul. (dtc,tb)

Share:

Berita Terbaru

Datangi DPR, Guru Madrasah Bawa 5 Tuntutan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesabaran guru madrasah tampaknya sudah di ujung batas. Datang ke kompleks parlemen, Jakarta, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyuarakan lima tuntutan langsung di...

Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking...

Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...

Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan

NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu,...

Wamendikdasmen Perkuat Peran Guru BK untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa

NEWSREAL.ID, BANDUNG– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sebagai...

Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...

Mensos Prihatin Tragedi Murid SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten...

DPR Ingatkan Perlindungan Anak Usai Tragedi Bocah SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta agar peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa...

Tragedi Siswa SD di NTT, Diah Warih Anjari Soroti Peran Stakeholder Daerah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tragedi meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengundang keprihatinan luas dari berbagai kalangan....

Bukan Cuma Pintar AI, Wamendikdasmen Ingatkan Generasi Muda Soal Integritas

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Di tengah pesatnya penggunaan kecerdasan artifisial (KA) dalam dunia pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan generasi...

Mendikdasmen Kucurkan Rp2,4 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah

BACAAJA, BANDA ACEH– Pemerintah pusat menyiapkan anggaran besar untuk memulihkan dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana sebesar...

Mendikdasmen: AI Bukan Pengganti Guru dalam Dunia Pendidikan

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA- Perkembangan kecerdasan buatan di bidang pendidikan dinilai tidak serta-merta menggeser peran pendidik. Pemerintah menegaskan teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti relasi...

Leave a comment