Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Pendidikan

Gratiskan SD-SMP Swasta, Pemerintah Butuh Anggaran Rp183 Triliun

Tim Redaksi, Newsreal.id
Kamis, 10 Juli 2025 14:54 WIB
Gratiskan SD-SMP Swasta, Pemerintah Butuh Anggaran Rp183 Triliun
NEWSREAL.ID - Foto : Ilustrasi. (Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah mulai menyusun langkah bertahap untuk melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan pendidikan gratis bagi siswa SD dan SMP swasta.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memperkirakan kebutuhan anggaran total mencapai Rp183,4 triliun untuk membiayai sekolah negeri dan swasta secara menyeluruh.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti dalam rapat bersama Komisi X DPR RI di kompleks parlemen, Kamis (10/7). Ia menyebut, skema pelaksanaan akan dilakukan secara bertahap dan tidak boleh mengorbankan kualitas pendidikan.

“Pemenuhan dilakukan bertahap, dengan standar tertentu. Belum memungkinkan untuk membiayai semua sekolah sekaligus dengan kapasitas fiskal saat ini,” jelas Suharti.

Menurutnya, sekolah swasta yang selama ini masih mendapat pendanaan dari masyarakat tetap akan didukung melalui revitalisasi, pelatihan guru, dan bantuan operasional pendidikan.

Kemendikbudristek telah menyusun simulasi anggaran berdasarkan satuan biaya untuk guru golongan IVA dengan masa kerja lima tahun, serta tambahan Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Untuk biaya non-personel, pemerintah akan menyesuaikan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) agar bisa menutupi aktivitas yang selama ini tidak dibiayai BOS, termasuk kegiatan ekstrakurikuler.

Total Anggaran

Sedangkan Program Indonesia Pintar (PIP) akan difokuskan bagi keluarga kurang mampu. Dari simulasi itu, Kemendikbudristek mengajukan total kebutuhan Rp183,4 triliun untuk sekolah negeri dan swasta.

Khusus sekolah swasta, tambahan biaya rata-rata mencapai Rp5,9 juta per siswa SD dan Rp7,7 juta per siswa SMP. “Kalau dihitung, satuan biaya untuk SD negeri sekitar Rp8,3 juta dan SMP Rp16 juta. Tapi sekolah swasta juga butuh tambahan agar bisa mengejar standar tersebut,” kata Suharti.

Ia juga menekankan bahwa perhatian perlu diberikan pada guru non-ASN di sekolah negeri, karena potensi ketimpangan bisa terjadi bila hanya sekolah swasta yang ditingkatkan pembiayaannya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, menegaskan agar implementasi putusan MK mulai masuk dalam anggaran tahun 2026. Ia meminta pemerintah memastikan tidak ada pengabaian atas putusan tersebut.

“Harus dipastikan ada anggaran untuk menindaklanjuti putusan MK di tahun 2026. Jangan sampai dilewatkan begitu saja,” tegasnya. (tb)

Berita Terbaru

Mendikdasmen: 60 Ribu Sekolah Rusak Ditarget Direvitalisasi 2026

NEWSREAL.ID, JEMBER– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 60 ribu gedung sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2026. Ia...

Datangi DPR, Guru Madrasah Bawa 5 Tuntutan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesabaran guru madrasah tampaknya sudah di ujung batas. Datang ke kompleks parlemen, Jakarta, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyuarakan lima tuntutan langsung di...

Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking...

Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...

Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan

NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu,...

Wamendikdasmen Perkuat Peran Guru BK untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa

NEWSREAL.ID, BANDUNG– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sebagai...

Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...

Mensos Prihatin Tragedi Murid SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten...

DPR Ingatkan Perlindungan Anak Usai Tragedi Bocah SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta agar peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa...

Tragedi Siswa SD di NTT, Diah Warih Anjari Soroti Peran Stakeholder Daerah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tragedi meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengundang keprihatinan luas dari berbagai kalangan....

Bukan Cuma Pintar AI, Wamendikdasmen Ingatkan Generasi Muda Soal Integritas

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Di tengah pesatnya penggunaan kecerdasan artifisial (KA) dalam dunia pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan generasi...

Mendikdasmen Kucurkan Rp2,4 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah

BACAAJA, BANDA ACEH– Pemerintah pusat menyiapkan anggaran besar untuk memulihkan dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana sebesar...

Leave a comment