
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tiga orang dari jajaran pimpinan PT Food Station Tjipinang Jaya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran mutu dan takaran beras yang dikemas ulang dengan merek dagang premium.
Ketiganya diduga kuat memperdagangkan produk beras di bawah standar, namun tetap dipasarkan seolah berkualitas tinggi. Penetapan tersangka diumumkan langsung oleh Ketua Satgas Pangan Polri, Brigadir Jenderal Helfi Assegaf, dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jumat (1/8).
Para tersangka yakni Gunarso (Direktur Utama), Ronny Lisapaly (Direktur Operasional), dan RP (Kepala Seksi Quality Control). “Dari hasil penyidikan dan gelar perkara, penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menaikkan status mereka sebagai tersangka,” ungkap Helfi.
Skandal ini mencuat setelah tim Satgas Pangan melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah produk beras berlabel premium milik PT Food Station, seperti FS Japonica, FS Setra Ramos, FS Sego Pulen, dan FS Sentra Wangi.
Hasilnya, beras-beras tersebut tidak memenuhi ketentuan kadar air dan persentase bulir pecah yang diatur dalam standar nasional. Bahkan dua merek private label milik jaringan ritel besar, Alfamart dan Indomaret, juga ikut tercemar dalam distribusi beras yang diduga dioplos tersebut.
Ancaman Pidana
Para tersangka dijerat dengan Pasal dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp2 miliar. Selain itu, mereka juga terancam dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang memiliki ancaman pidana penjara hingga 20 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.
Tak hanya PT Food Station, hasil pengujian laboratorium juga mengungkap pelanggaran serupa oleh dua produsen lainnya, yakni Toko Sumber Rejeki (produsen Jelita) dan PT Padi Indonesia Maju Wilmar (produsen Sania).
Temuan mencakup kadar air yang melebihi ambang batas 14 persen dan persentase bulir pecah pada beras premium yang mencapai 25 persen, jauh di atas standar 15 persen. Satgas Pangan Polri memastikan akan terus mendalami kasus ini hingga ke akar distribusi dan pihak-pihak yang terlibat dalam manipulasi mutu pangan. (tb)
KPK Tegaskan Yaqut Jadi Tahanan Rumah Bukan karena Sakit, Ini Alasannya
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa pengalihan penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah tidak berkaitan dengan kondisi kesehatan. Juru...
157 Warga Binaan Lapas Purwodadi Dapat Remisi Lebaran, Tiga Langsung Bebas
NEWSREAL.ID, PURWODADI- Sebanyak 157 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi menerima Remisi Khusus Idul Fitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026). Pemberian remisi ini menjadi...
155 Ribu Warga Binaan Dapat Remisi Lebaran, 1.162 Orang Langsung Bebas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Sebanyak 155.908 warga binaan di seluruh Indonesia menerima remisi khusus Idul Fitri 1447 H/2026. Kebijakan ini ditegaskan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagai bentuk penghargaan...
KPK Alihkan Penahanan Yaqut Jadi Tahanan Rumah Sejak 19 Maret
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah sejak Kamis (19/3/2026) malam. Juru Bicara...
Empat Oknum TNI Ditahan, Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat personel TNI yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Komandan Puspom TNI,...
KPK Bongkar Peran “Gus Alex” di Skandal Kuota Haji
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap peran penting Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex dalam kasus dugaan korupsi pengaturan kuota dan penyelenggaraan haji di...
BNN Musnahkan 34 Kg Narkoba, 147 Ribu Jiwa Disebut Terselamatkan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Narkotika Nasional memusnahkan sebanyak 34,21 kilogram barang bukti narkotika hasil pengungkapan sembilan kasus, yang disebut telah menyelamatkan sekitar 147.340 jiwa. Pelaksana Tugas...
Polisi Periksa Tujuh Saksi dan Analisis 86 CCTV Usut Teror Air Keras ke Aktivis Kontras
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Polisi terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus. Hingga kini,...
Aktivis Disiram Air Keras, Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus penyiraman diduga air keras terhadap seorang aktivis HAM memicu perhatian serius pemerintah. Presiden Prabowo Subianto disebut langsung memerintahkan kepolisian untuk mengusut tuntas...
KPK Curiga ‘THR Pejabat’ Tak Cuma di Cilacap, Kepala Daerah Lain Diminta Hentikan Praktik Ini
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus dugaan “THR pejabat” di Cilacap membuka kotak pandora baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga praktik pemberian tunjangan hari raya dari kepala daerah...
Kunker Virtual, Jaksa Agung ST Burhanuddin Tekankan Penegakan Hukum Proaktif
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin menekankan pentingnya penegakan hukum yang proaktif, profesional, dan berintegritas kepada seluruh jajaran Kejaksaan Republik Indonesia menjelang Hari Raya...
Sembilan OTT KPK Sepanjang 2026, Tiga Kasus Terjadi Selama Ramadan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan sembilan operasi tangkap tangan (OTT) sejak awal tahun 2026. Penangkapan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menjadi OTT...

