Hukum Kriminal

Tiga Petinggi PT Food Station Jadi Tersangka Beras Oplosan

Tim Redaksi, Admin
Jumat, 1 Agustus 2025 22:09 WIB
Tiga Petinggi PT Food Station Jadi Tersangka Beras Oplosan
NEWSREAL.ID - PENETAPAN TERSANGKA: Satgas Pangan Polri menggelar jumpa pers penetapan tersangka dalam kasus pelanggaran mutu dan takaran beras atau beras oplosan yang dilakukan oleh PT Food Station di Bareskrim Polri, Jumat (1/8). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tiga orang dari jajaran pimpinan PT Food Station Tjipinang Jaya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran mutu dan takaran beras yang dikemas ulang dengan merek dagang premium.

Ketiganya diduga kuat memperdagangkan produk beras di bawah standar, namun tetap dipasarkan seolah berkualitas tinggi. Penetapan tersangka diumumkan langsung oleh Ketua Satgas Pangan Polri, Brigadir Jenderal Helfi Assegaf, dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jumat (1/8).

Para tersangka yakni Gunarso (Direktur Utama), Ronny Lisapaly (Direktur Operasional), dan RP (Kepala Seksi Quality Control). “Dari hasil penyidikan dan gelar perkara, penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menaikkan status mereka sebagai tersangka,” ungkap Helfi.

Skandal ini mencuat setelah tim Satgas Pangan melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah produk beras berlabel premium milik PT Food Station, seperti FS Japonica, FS Setra Ramos, FS Sego Pulen, dan FS Sentra Wangi.

Hasilnya, beras-beras tersebut tidak memenuhi ketentuan kadar air dan persentase bulir pecah yang diatur dalam standar nasional. Bahkan dua merek private label milik jaringan ritel besar, Alfamart dan Indomaret, juga ikut tercemar dalam distribusi beras yang diduga dioplos tersebut.

Ancaman Pidana

Para tersangka dijerat dengan Pasal dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp2 miliar. Selain itu, mereka juga terancam dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang memiliki ancaman pidana penjara hingga 20 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.

Tak hanya PT Food Station, hasil pengujian laboratorium juga mengungkap pelanggaran serupa oleh dua produsen lainnya, yakni Toko Sumber Rejeki (produsen Jelita) dan PT Padi Indonesia Maju Wilmar (produsen Sania).

Temuan mencakup kadar air yang melebihi ambang batas 14 persen dan persentase bulir pecah pada beras premium yang mencapai 25 persen, jauh di atas standar 15 persen. Satgas Pangan Polri memastikan akan terus mendalami kasus ini hingga ke akar distribusi dan pihak-pihak yang terlibat dalam manipulasi mutu pangan. (tb)

Berita Terbaru

Dalam Sejarah Dugaan Penyadapan Terungkap, Ketum G-Nesia: Jangan Korbankan Kepercayaan Publik Terhadap Polri

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Ketua Umum Gen Emas Indonesia (G-Nesia), Diah Warih Anjari atau yang akrab disapa Diwa, menilai pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah...

Diusulkan, TGPF soal penggeledahan Ponpes Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mencari titik terang terkait penggeledahan di Pondok Pesantren (Ponpes)...

Komnas HAM Desak Pemulihan Psikologis Santriwati Pesantren Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga mengalami trauma akibat penggeledahan aparat di...

243 Orang dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla, Ini Penjelasan Kapolri

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan sebanyak 243 orang dan 13 korporasi menjadi tersangka dalam kasus kebakaran hutan...

Heboh Temuan Ombusmand RI di Lapas Cibinong, Diah Warih: Keadilan Tak Boleh Mengenal Kasta di Balik Jeruji

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Keadilan tidak boleh mengenal kasta, termasuk di balik jeruji besi. Prinsip itulah yang ditegaskan Founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari dalam menyoroti hasil...

Temuan Ombudsman dan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berbeda, Komisi XIII : Harus Diusut Tuntas

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso meminta perbedaan hasil pemeriksaan Ombudsman RI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di Lapas Kelas...

Terkait Proyek Dinas PUTR, KPK Gelar OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menjadi bupati yang ditarget Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkini. Sirajudin terkait dugaan korupsi...

Tersangka Kasus Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan Ditetapkan, Diwa: Isu Anggota GRIB Terlibat Hoaks

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Misteri kasus meninggalnya pedagang cermin di kawasan Pejompongan memasuki babak baru. Kepolisian telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Perkembangan ini sekaligus menjadi penegasan...

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat....

Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Ditangani Sembilan Polda

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi,...

Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan

TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...

DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyekapan oleh Oknum Polisi di Jateng

JAKARTA, NEWSREAL.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI soroti kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial M (30), warga Cirebon, Jawa Barat (Jabar)....

Leave a comment