
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai masih ada peluang besar bagi produk dalam negeri untuk menembus pasar global. Nilainya diperkirakan mencapai 145 miliar dolar AS atau setara Rp2,3 kuadriliun (kurs Rp16.339), namun hingga kini belum tergarap optimal.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia, Juan Permata Adoe, menyebut total potensi ekspor Indonesia sesungguhnya mencapai 302 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya masih belum dimanfaatkan. “Peluangnya besar, mulai dari produk turunan kelapa sawit berkelanjutan, komponen otomotif, peralatan listrik, hingga produk gaya hidup,” ujarnya di Jakarta, Kamis (28/8).
Kinerja ekspor Indonesia sejatinya terus menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Mei 2025 mencapai 24,61 miliar dolar AS (Rp402 triliun), sementara pada Juni sebesar 23,44 miliar dolar AS (Rp382 triliun). Secara akumulatif, Januari-Mei, ekspor menembus 111,98 miliar dolar AS atau Rp1,8 kuadriliun, naik hampir 7 persen dibanding periode sama tahun lalu. “Semester pertama tahun ini ekspor diperkirakan mencapai 135,41 miliar dolar AS atau Rp2,2 kuadriliun,” tambah Juan.
Ekosistem Ekspor
Ia menjelaskan, ekosistem ekspor Indonesia kini semakin sederhana dan terintegrasi. Direktori InaExport memungkinkan pembeli luar negeri mengakses langsung data eksportir, sementara perizinan ekspor dapat diproses daring melalui INATRADE, yang terhubung dengan Indonesia National Single Window dan sistem OSS-RBA. Sertifikat asal barang (e-SKA) pun kini bisa diterbitkan secara elektronik.
Dari sisi dukungan pembiayaan, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia turut menyediakan fasilitas kredit dan penjaminan. Pemerintah juga memperkuat kebijakan melalui National Logistics Ecosystem serta Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025, yang menetapkan standar pelayanan sekaligus memperjelas kategori risiko.
Lebih jauh, akses pasar global Indonesia juga semakin terbuka lewat perjanjian perdagangan. Indonesia telah bergabung dengan RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership), serta menandatangani CEPA dengan Korea Selatan dan Uni Emirat Arab. Bahkan, kesepakatan politik juga sudah dicapai untuk CEPA Indonesia-Uni Eropa.
“Semua langkah ini diarahkan agar kapasitas industri Indonesia sejalan dengan permintaan global. Kalau peluang Rp2,3 kuadriliun ini bisa dioptimalkan, posisi Indonesia di rantai pasok internasional akan semakin kuat,” tegas Juan. (tb)
Pertumbuhan Ekonomi Nasional Positif Tembus 5,61 Persen
JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang kini menunjukkan tren akselerasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai...
Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar
PONTIANAK,NEWSREAL.id – Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai Calon Direktur Utama (Dirut) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Februari 2026. Penunjukan ini...
Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun dan Serap 700 Ribu Lebih Tenaga Kerja
JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, terkait capaian realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026. Dalam laporannya...
Reformasi Sektor Pertambangan Nasional, Bahlil Laporkan Penataan IUP ke Presiden
JAKARTA,newsreal.id – Langkah tegas pemerintah diambil pemerintah dalam penataan izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan hutan. Hal ini menandai fase baru dalam reformasi sektor pertambangan...
Indonesia Buka Investasi Rusia untuk Infrastruktur Strategis Nasional
JAKARTA,newsreal.id – Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi Rusia untuk memperkuat kerja sama investasi jangka panjang di sektor energi. Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pasokan...
Masyarakat Transportasi Soroti Krisis Energi, Saatnya Berubah ke Transportasi Massal
JAKARTA,newsreal.id – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) melihat krisis energi global dijadikan momentum strategis untuk melakukan transformasi sistem transportasi nasional secara menyeluruh. MTI mendorong program peralihan...
Diluncurkan 17 Oktober 2023, Whoosh Catat 15 Juta Perjalanan Penumpang
JAKARTA, newsreal.id -Diluncurkan pada 17 Oktober 2023 hingga Selasa (14/4), Whoosh telah melayani lebih dari 15 juta perjalanan penumpang. Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menandai pertumbuhan...
Peran Serta Masyarakat Bangun Dapur BGN Tinggi, Data Sebut Investasi Capai Rp54 triliun
BOGOR, newsreal.id – Partisipasi masyarakat dalam membantu pemerintah untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat tinggi. Hal ini didasarkan pada data yang dicatat Badan...
Penggemar Wisata, Rangkaian New Generation Hadir di KA Bangunkarta dan Singasari
JAKARTA,newsreal.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun berinovasi dalam layanan perkeretaapian. Mereka akan mengoperasikan rangkaian Stainless Steel New Generation (SSNG) yang...
Alarm bagi Pengusaha Rokok Indonesia, Menkeu Beri Tenggat Beralih Ilegal ke Legal
JAKARTA,newsreal.id – Informasi penting disampaikan pemerintah kepada para pengusaha rokok di Indonesia. Informasi ini disampaikan, agar para pengusaha rokok ini segera melengkapi diri izin usaha...
Bentuk Sistem Agroforestri Tradisional, Ini Modal yang Dimiliki Indonesia
NEWSREAL, Jakarta – Diskursus mengenai tanaman komoditas unggulan nasional dalam konteks perubahan iklim kerap terjebak pada simplifikasi sumber masalah atau bagian dari solusi. Dalam kenyataannya,...
KPK Ingatkan Kemenperin Waspadai Risiko Tata Kelola Investasi Rp6,74 Triliun
NEWSREAL.ID, JAKARTA- KPK mengingatkan Kementerian Perindustrian untuk mengantisipasi potensi risiko tata kelola dalam realisasi investasi sebesar Rp6,74 triliun di 175 kawasan industri sepanjang 2025. Kepala...

