Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Siapkan Skema Baru Beli LPG 3 Kg, Tak Semua Orang Bisa Nikmati

Tim Redaksi, Newsreal.id
Minggu, 17 Agustus 2025 01:43 WIB
Pemerintah Siapkan Skema Baru Beli LPG 3 Kg, Tak Semua Orang Bisa Nikmati
NEWSREAL.ID - DISTRIBUSI ELPIJI: Pekerja di sebuah SPBE melakukan pencatatan dalam pendistribusian elpiji tiga kilogram. (Foto: Pertamina)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tabung gas melon 3 kilogram (kg) sebentar lagi tak bisa lagi dinikmati sembarangan. Pemerintah tengah menyiapkan skema baru agar subsidi LPG 3 kg hanya jatuh ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan saat ini subsidi LPG masih berlaku terbuka sehingga rawan salah sasaran. Ke depan, pola subsidi akan diubah dengan mekanisme khusus yang sedang dibahas pemerintah.

“Memang saat sekarang subsidi itu diberikan secara terbuka. Mungkin ke depan kita akan mencarikan mekanisme dan skema, sedang dalam pembahasan di pemerintah,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers RAPBN 2026 dan Nota Keuangan di Jakarta, Jumat (15/8).

Airlangga mencontohkan model subsidi listrik yang berbeda antara pelanggan berdaya rendah dengan pelanggan berdaya tinggi. Menurutnya, konsep serupa bisa diterapkan di subsidi energi lain, termasuk LPG 3 kg.

“Nanti pada waktunya akan disosialisasikan dulu ke masyarakat. Sekarang masih dalam tahap penggodokan,” jelasnya.

Jadi Acuan

Pemerintah mengandalkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan untuk menentukan siapa saja penerima subsidi. Pasalnya, hingga kini masih banyak kasus kebocoran di mana subsidi justru dinikmati kalangan mampu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa penyaluran subsidi ke depan harus lebih adil dan tepat sasaran. Ia mengungkap DPR juga berulang kali mendesak agar subsidi energi benar-benar hanya menyasar kelompok masyarakat miskin dan rentan.

“Dengan adanya DTSEN, ini menjadi acuan kita untuk melakukan targeting. Kementerian ESDM maupun BPS akan gunakan DTSEN sebagai patokan berapa sebenarnya volume subsidi yang dibutuhkan,” kata Sri Mulyani.

Sebelumnya, Panitia Kerja RAPBN 2026 yang beranggotakan Badan Anggaran DPR RI dan pemerintah juga sudah sepakat bahwa mulai tahun depan pembelian LPG 3 kg hanya bisa dilakukan oleh masyarakat yang terdata di DTSEN.

Artinya, mulai 2026 mendatang, gas melon tak lagi bebas dibeli siapa saja, melainkan khusus untuk penerima yang terverifikasi. (tb)

Berita Terbaru

Respons Imbauan WFH, Golkar Usul Prioritas di Tiga Provinsi

NEWSREAL.ID, JAKARTA –Wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah mendapat sorotan dari Partai Golkar. Mereka meminta...

Menkeu Rem Anggaran Baru K/L, APBN Dijaga Tetap Sehat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan membatasi pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga...

Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...

Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...

Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...

Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...

Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...

ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...

Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...

Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...

Leave a comment