Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Rumahnya Dikepung Demonstran, Netanyahu Kabur

Tim Redaksi, Newsreal.id
Rabu, 17 September 2025 16:54 WIB
Rumahnya Dikepung Demonstran, Netanyahu Kabur
NEWSREAL.ID - DEMO NETANYAHU: Ratusan warga Israel berdemo di luar kediaman pemimpin Israel Benjamin Netanyahu di bawah penjagaan ketat tentara zionis, Selasa (16/9). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, YERUSALEM- Tekanan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu semakin menguat. Aksi protes besar-besaran pecah di luar kediamannya di Yerusalem, ketika keluarga sandera dan warga mendirikan tenda untuk menuntut penghentian serangan militer di Gaza.

Menurut laporan portal berita Ynet, kepolisian langsung menutup area di sekitar rumah Netanyahu dengan radius hingga 300 meter. Namun, pengamanan ketat tidak menyurutkan aksi keluarga sandera yang mendesak pemerintah segera memastikan keselamatan orang-orang tercinta mereka.

Forum Keluarga Sandera dan Orang Hilang menyatakan, para kerabat sandera tiba di Yerusalem setelah mendengar kabar operasi darat Israel di Gaza. Mereka khawatir, serangan militer justru akan mengancam nyawa para sandera yang diyakini masih ditahan Hamas di wilayah yang kini menjadi target pengeboman.

Ketegangan meningkat setelah Netanyahu dilaporkan meninggalkan rumahnya hanya beberapa menit sebelum aksi protes dimulai. Hal itu memicu kemarahan para demonstran, termasuk keluarga sandera.

Pengecut

“Dia (Netanyahu) tidak mau mendengar kami, jadi dia kabur seperti pengecut. Kami akan mengikutinya ke mana pun, siang dan malam. Ini sudah cukup,” ujar Einav Zangauker, ibu dari salah satu sandera, dengan nada kecewa.

Zangauker menegaskan, tujuan utama aksi ini adalah menekan pemerintah agar segera memulangkan para sandera, baik dalam kondisi hidup maupun meninggal, serta menghentikan operasi militer yang berisiko menambah korban.

“Tujuan saya cuma satu — agar negara ini sadar dan membawa pulang anak saya bersama 47 sandera lainnya, hidup atau mati, dan agar para prajurit kita kembali ke rumah,” imbuhnya.

Para pengunjuk rasa meyakini bahwa sebagian besar sandera masih berada di area yang kini menjadi sasaran serangan udara dan darat Israel. Mereka menilai kebijakan Netanyahu justru memperbesar risiko kematian para tawanan.

Sementara itu, laporan dari portal berita Axios menyebut bahwa militer Israel telah memulai operasi besar-besaran di Kota Gaza dengan tujuan menduduki wilayah tersebut. Situasi ini kian memperburuk ketegangan politik di dalam negeri Israel, di tengah gelombang protes yang menuntut Netanyahu bertanggung jawab. (tb)

Berita Terbaru

Israel Tutup Al-Aqsa Saat Idulfitri, Umat Muslim Dilarang Shalat Ied

NEWSREAL.ID, YERUSALEM– Otoritas Israel dilaporkan melarang umat Islam menunaikan salat Id di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, dengan alasan keamanan di tengah konflik regional. Sejumlah sumber...

Iran Minta Negara Kawasan Tutup Akses untuk Serangan AS-Israel

NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Iran mendesak negara-negara di kawasan untuk tidak memberikan akses wilayah maupun fasilitas militer bagi Amerika Serikat dan Israel dalam melancarkan serangan. Juru bicara...

Rudal Iran Hujani Israel, Kilang Minyak Haifa Terdampak

NEWSREAL.ID, HAIFA– Serangan rudal bertubi-tubi dari Iran ke Israel terus berlanjut. Salah satu dampaknya, kilang minyak Bazan di Haifa dilaporkan mengalami kerusakan akibat pecahan proyektil...

AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah, Iran Santai: “Belajar dari Kekalahan di Vietnam”

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan memanas setelah Amerika Serikat mengerahkan ribuan personel militernya ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini memicu spekulasi soal potensi operasi lanjutan, termasuk upaya...

Bos Kontraterorisme AS Mundur, Sebut Serangan ke Iran Dipicu Informasi Menyesatkan

NEWSREAL.ID, WASHINGTON– Pejabat tinggi kontraterorisme Amerika Serikat, Joe Kent, resmi mengundurkan diri di tengah memanasnya konflik dengan Iran. Dalam surat pengunduran dirinya, ia mengklaim serangan...

Iran Gempur Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Drone Hantam Hanggar Pesawat

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran kembali melancarkan serangan besar dalam gelombang ke-57 Operasi “Janji Sejati 4” dengan menyasar target strategis milik Amerika Serikat...

Iran Ancam Serang Perusahaan AS di Timur Tengah, Konflik Makin Memanas

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran mengancam akan menyerang perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Timur Tengah. Melalui pernyataan resmi di Sepah...

Eropa Kompak Tolak Ajakan AS Kirim Pasukan ke Selat Hormuz

NEWSREAL.ID, BRUSSELS- Negara-negara Eropa menolak seruan Amerika Serikat untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik dengan Iran. Kepala Kebijakan Luar Negeri...

Luka Usai Serangan AS-Israel, Putin Disebut Kirim Pesawat Militer Bawa Mojtaba Khamenei ke Moskow

NEWSREAL.ID, MOSKOW- Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, disebut diam-diam diterbangkan ke Rusia menggunakan pesawat militer setelah mengalami luka serius akibat serangan yang diduga dilakukan...

Stok Pencegat Rudal Israel Menipis Dihantam Serangan Iran, Tel Aviv Minta Bantuan AS

  NEWSREAL.ID, TEL AVIV- Perang Iran-Israel memasuki fase yang makin panas. Di tengah gempuran rudal yang terus berdatangan, Israel dilaporkan mulai kehabisan persediaan pencegat rudal...

Iran Desak Negara Kawasan Usir Pasukan Amerika dari Selat Hormuz

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah makin memanas. Iran secara terbuka mendesak negara-negara kawasan untuk mengusir pasukan Amerika Serikat, sambil menuding sistem keamanan Washington...

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Milik AS Usai Serangan ke Pulau Kharg

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran mengancam akan melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas minyak dan energi di kawasan yang dimiliki atau bekerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat...

Leave a comment