Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Hukum Kriminal

Marak Penipuan Digital, OJK Dorong Laporan Cepat

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 31 Oktober 2025 18:13 WIB
Marak Penipuan Digital, OJK Dorong Laporan Cepat
NEWSREAL.ID - Kepala Departemen Perlindungan Konsumen, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rudy Agus Purnomo Raharjo. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Lonjakan kasus penipuan digital di Indonesia kini jadi alarm serius bagi masyarakat. Dalam hitungan menit, dana bisa raib hanya karena satu klik pada tautan palsu.

Di tengah maraknya kasus ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa kecepatan masyarakat dalam melapor menjadi kunci utama untuk menyelamatkan dana korban.

Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK, Rudy Agus Purnomo Raharjo mengatakan, semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang dana korban bisa diblokir sebelum berpindah tangan.

“Semakin cepat laporan masuk, semakin besar peluang dana bisa diselamatkan,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (31/10). Sebagai bentuk langkah konkret, OJK telah membentuk Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).

Pemblokiran Rekening

Lembaga ini berfungsi mempercepat koordinasi antarotoritas dan lembaga keuangan untuk memblokir rekening pelaku penipuan serta mengembalikan dana korban.
OJK juga meminta sektor perbankan agar dapat merespons laporan penipuan dalam waktu lima hingga sepuluh menit untuk melakukan pemblokiran terhadap rekening yang dilaporkan.

Selain melalui bank, masyarakat juga bisa melapor lewat kontak 157 atau Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) milik OJK. Hingga saat ini, dari total nilai transaksi mencurigakan sekitar Rp7 triliun, sebanyak Rp300 miliar berhasil diblokir dan sebagian telah dikembalikan kepada konsumen.

Rudy menambahkan, keberhasilan menanggulangi kejahatan siber membutuhkan kolaborasi dari semua pihak. “Upaya pemberantasan kejahatan siber tidak bisa dilakukan secara terpisah oleh satu lembaga saja. Harus melibatkan regulator, aparat penegak hukum, pelaku industri, hingga penyedia platform digital,” jelasnya.

Menurut Rudy, pola penipuan di Indonesia kini sudah jauh lebih kompleks. Modus operandi yang digunakan bukan lagi dilakukan perorangan, melainkan melibatkan sindikat dengan banyak rekening dan tahapan transaksi untuk menyamarkan aliran dana.

Karena itu, OJK menekankan pentingnya sinergi antarinstansi agar rantai kejahatan digital bisa diputus. Selain langkah teknis, Rudy juga menyoroti pentingnya edukasi dan literasi digital untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk penipuan.

“Penipuan bukan hanya terjadi karena kurangnya pendidikan, tetapi juga karena bujuk rayu dan tipu muslihat yang semakin canggih. Karena itu, kolaborasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci,” tegasnya.

Dengan sinergi dan kesadaran publik yang meningkat, OJK berharap upaya pencegahan penipuan digital dapat berjalan lebih efektif serta mampu melindungi konsumen dari kerugian yang lebih besar. (tb)

Berita Terbaru

155 Ribu Warga Binaan Dapat Remisi Lebaran, 1.162 Orang Langsung Bebas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Sebanyak 155.908 warga binaan di seluruh Indonesia menerima remisi khusus Idul Fitri 1447 H/2026. Kebijakan ini ditegaskan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagai bentuk penghargaan...

KPK Alihkan Penahanan Yaqut Jadi Tahanan Rumah Sejak 19 Maret

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah sejak Kamis (19/3/2026) malam. Juru Bicara...

Empat Oknum TNI Ditahan, Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat personel TNI yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Komandan Puspom TNI,...

KPK Bongkar Peran “Gus Alex” di Skandal Kuota Haji

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap peran penting Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex dalam kasus dugaan korupsi pengaturan kuota dan penyelenggaraan haji di...

BNN Musnahkan 34 Kg Narkoba, 147 Ribu Jiwa Disebut Terselamatkan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Narkotika Nasional memusnahkan sebanyak 34,21 kilogram barang bukti narkotika hasil pengungkapan sembilan kasus, yang disebut telah menyelamatkan sekitar 147.340 jiwa. Pelaksana Tugas...

Polisi Periksa Tujuh Saksi dan Analisis 86 CCTV Usut Teror Air Keras ke Aktivis Kontras

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Polisi terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus. Hingga kini,...

Aktivis Disiram Air Keras, Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus penyiraman diduga air keras terhadap seorang aktivis HAM memicu perhatian serius pemerintah. Presiden Prabowo Subianto disebut langsung memerintahkan kepolisian untuk mengusut tuntas...

KPK Curiga ‘THR Pejabat’ Tak Cuma di Cilacap, Kepala Daerah Lain Diminta Hentikan Praktik Ini

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus dugaan “THR pejabat” di Cilacap membuka kotak pandora baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga praktik pemberian tunjangan hari raya dari kepala daerah...

Kunker Virtual, Jaksa Agung ST Burhanuddin Tekankan Penegakan Hukum Proaktif

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin menekankan pentingnya penegakan hukum yang proaktif, profesional, dan berintegritas kepada seluruh jajaran Kejaksaan Republik Indonesia menjelang Hari Raya...

Sembilan OTT KPK Sepanjang 2026, Tiga Kasus Terjadi Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan sembilan operasi tangkap tangan (OTT) sejak awal tahun 2026. Penangkapan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menjadi OTT...

KPK Sita Uang Tunai dalam OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang tunai dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, bersama 26 orang...

Menteri HAM Kutuk Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Kontras, Desak Polisi Usut Tuntas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Natalius Pigai selaku Menteri Hak Asasi Manusia mengutuk keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban...

Leave a comment