Hukum Kriminal

KPK Beberkan Mekanisme Pembebasan Ira Puspadewi setelah Rehabilitasi

Tim Redaksi, Admin
Rabu, 26 November 2025 02:17 WIB
KPK Beberkan Mekanisme Pembebasan Ira Puspadewi setelah Rehabilitasi
NEWSREAL.ID - SIDANG VONIS: Terdakwa kasus dugaan korupsi di PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi (kiri), Muhammad Yusuf Hadi, Harry Muhammad Adhi Caksono bersiap menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (20/11). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memaparkan alur resmi sebelum tiga terdakwa kasus dugaan korupsi akuisisi PT Jembatan Nusantara dapat dibebaskan, termasuk mantan Direktur Utama PT ASDP, Ira Puspadewi. Proses tersebut mulai berjalan setelah Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan keputusan rehabilitasi.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu menjelaskan, lembaganya harus terlebih dahulu menerima surat keputusan rehabilitasi yang diterbitkan pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM.

“Setelah itu, kami segera melakukan proses terhadap surat tersebut,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Selasa, (25/11). Setelah surat diterima, pimpinan KPK akan mengeluarkan surat keputusan internal sebagai dasar pembebasan tiga terdakwa. “Jadi ada proses. Kita tunggu saja petugas dari Kementerian Hukum mengantarkan surat keputusan tersebut,” tambah Asep.

Dalam perkara akuisisi PT Jembatan Nusantara tahun 2019-2022, KPK sebelumnya menetapkan empat tersangka, yakni Ira Puspadewi, Dirut ASDP 2017-2024, Muhammad Yusuf Hadi, Direktur Komersial dan Pelayanan 2019-2024, Harry Muhammad Adhi Caksono, Direktur Perencanaan dan Pengembangan 2020-2024 serta Adjie, pemilik PT Jembatan Nusantara (JN).

Tiga tersangka dari unsur ASDP telah disidangkan terlebih dahulu dan berkasnya dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.

Tolak Dakwaan

Dalam persidangan 6 November 2025, Ira menyatakan tidak menerima tudingan bahwa akuisisi PT JN merugikan negara, dan menegaskan ASDP justru memperoleh manfaat berupa 53 kapal beserta izin operasional.

Namun pada 20 November 2025, majelis hakim menjatuhkan vonis kepada Ira Puspadewi yaitu 4 tahun 6 bulan penjara serta Muhammad Yusuf Hadi dan Harry Muhammad Adhi Caksono masing-masing 4 tahun penjara.

Mereka dinilai telah menyebabkan kerugian negara Rp1,25 triliun. Meski begitu, Hakim Ketua Sunoto mengajukan dissenting opinion dengan menyebut perbuatan mereka bukan tindak pidana korupsi.

Pada Selasa, (25/11), Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya mengumumkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan rehabilitasi kepada Ira, Yusuf, dan Harry.

Dengan diterbitkannya keputusan tersebut, tahapan pembebasan kini tinggal menunggu mekanisme administratif antara Kemenkumham dan KPK. (tb)

Berita Terbaru

Dalam Sejarah Dugaan Penyadapan Terungkap, Ketum G-Nesia: Jangan Korbankan Kepercayaan Publik Terhadap Polri

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Ketua Umum Gen Emas Indonesia (G-Nesia), Diah Warih Anjari atau yang akrab disapa Diwa, menilai pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah...

Diusulkan, TGPF soal penggeledahan Ponpes Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mencari titik terang terkait penggeledahan di Pondok Pesantren (Ponpes)...

Komnas HAM Desak Pemulihan Psikologis Santriwati Pesantren Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga mengalami trauma akibat penggeledahan aparat di...

243 Orang dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla, Ini Penjelasan Kapolri

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan sebanyak 243 orang dan 13 korporasi menjadi tersangka dalam kasus kebakaran hutan...

Heboh Temuan Ombusmand RI di Lapas Cibinong, Diah Warih: Keadilan Tak Boleh Mengenal Kasta di Balik Jeruji

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Keadilan tidak boleh mengenal kasta, termasuk di balik jeruji besi. Prinsip itulah yang ditegaskan Founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari dalam menyoroti hasil...

Temuan Ombudsman dan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berbeda, Komisi XIII : Harus Diusut Tuntas

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso meminta perbedaan hasil pemeriksaan Ombudsman RI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di Lapas Kelas...

Terkait Proyek Dinas PUTR, KPK Gelar OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menjadi bupati yang ditarget Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkini. Sirajudin terkait dugaan korupsi...

Tersangka Kasus Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan Ditetapkan, Diwa: Isu Anggota GRIB Terlibat Hoaks

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Misteri kasus meninggalnya pedagang cermin di kawasan Pejompongan memasuki babak baru. Kepolisian telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Perkembangan ini sekaligus menjadi penegasan...

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat....

Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Ditangani Sembilan Polda

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi,...

Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan

TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...

DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyekapan oleh Oknum Polisi di Jateng

JAKARTA, NEWSREAL.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI soroti kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial M (30), warga Cirebon, Jawa Barat (Jabar)....

Leave a comment