Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Politik

Isu Reshuffle Menguat, PDIP Ingatkan Pemerintah Utamakan Kinerja dan Kepentingan Rakyat

Tim Redaksi, Newsreal.id
Rabu, 28 Januari 2026 18:20 WIB
Isu Reshuffle Menguat, PDIP Ingatkan Pemerintah Utamakan Kinerja dan Kepentingan Rakyat
NEWSREAL.ID - Juru Bicara PDIP, Guntur Romli. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan angkat bicara merespons isu kocok ulang kabinet (reshuffle) yang kembali menguat dalam beberapa waktu terakhir. PDIP menekankan agar reshuffle, jika benar dilakukan, didasarkan pada evaluasi kinerja menteri dan kepentingan rakyat, bukan pertimbangan politik semata.

Juru Bicara PDIP Guntur Romli menyatakan, partainya berharap keputusan reshuffle benar-benar berangkat dari penilaian objektif terhadap kinerja para menteri. Ia mengingatkan agar reshuffle tidak dijadikan ajang bagi-bagi jabatan ataupun sekadar kalkulasi politik.

“Kami harapkan kalaupun terjadi reshuffle, itu memang benar-benar atas dasar pertimbangan kinerja dan kepentingan rakyat secara riil. Bukan bagi-bagi jabatan, bukan kalkulasi politik, bukan juga pengalihan isu,” kata Guntur dalam program Inside Politics CNN Indonesia TV, Selasa (27/1) malam.

Menurut Guntur, Presiden tentu memiliki berbagai laporan dan indikator untuk menilai kinerja para pembantunya di kabinet. Ia mengingatkan agar reshuffle tidak justru menyasar menteri dengan tingkat kepuasan publik yang tinggi.

“Jangan sampai yang diganti justru menteri dengan tingkat kepuasan tinggi, hanya karena tidak memiliki dukungan politik yang kuat. Sementara yang kinerjanya disorot publik malah tetap dipertahankan,” ujarnya. Ia menambahkan, dari percakapan publik maupun hasil survei, sudah terlihat kementerian mana yang dinilai berkinerja baik dan mana yang dinilai kurang memuaskan.

Hak Prerogatif

Meski demikian, Guntur menegaskan bahwa reshuffle tetap merupakan hak prerogatif presiden. “Pada akhirnya, masyarakat yang akan merasakan langsung dampak dari perubahan kebijakan akibat reshuffle tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari menyampaikan bahwa presiden secara rutin melakukan evaluasi terhadap kinerja para menteri, khususnya terkait pelaksanaan program-program prioritas pemerintah. Evaluasi tersebut, kata Qodari, bisa berupa rekomendasi, saran, arahan, hingga instruksi. Namun, dalam konteks dan waktu tertentu, evaluasi itu juga berpotensi berujung pada keputusan politik lanjutan.

“Dalam konteks tertentu dan timeline tertentu, evaluasi itu bisa saja berpengaruh dan berujung pada bentuk-bentuk keputusan politik yang lain,” ujarnya. Sebelumnya, Istana juga telah merespons isu reshuffle kabinet. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah adanya rencana perombakan kabinet dalam waktu dekat.

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada agenda Presiden Prabowo Subianto untuk merotasi jajaran menteri di Kabinet Merah Putih. “Reshuffle kabinet? Belum, belum, belum ada,” kata Prasetyo di kompleks parlemen, Senin (19/1/2026). (tb)

Berita Terbaru

Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, KUHPerdata Masuk Daftar Prioritas 2026

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Agenda legislasi Komisi III DPR RI di tahun 2026 dipastikan bakal padat. Sejumlah rancangan undang-undang (RUU) strategis, mulai dari RUU Perampasan Aset hingga...

Pilpres 2029 Masih Jauh, PKS Pilih Fokus Kawal Prabowo Sampai Tuntas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wacana Pilihan Presiden 2029 mulai menghangat, namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memilih mengerem spekulasi. Hingga kini, PKS menegaskan belum membahas dukungan untuk Presiden...

Bahlil: Golkar Dukung Prabowo-Gibran Sampai Akhir

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Konsolidasi politik koalisi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka kian menguat. Partai Golkar memastikan sikapnya tidak abu-abu dengan menegaskan dukungan penuh terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran...

Dari Gedung DPR, Muzani Lempar Sinyal Kuat: Prabowo Lanjut Dua Periode

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra di kompleks DPR RI tak sekadar seremoni. Dari panggung syukuran, wacana keberlanjutan kepemimpinan nasional menguat...

Ambang Batas Parlemen Mau Dihapus? DPR Pecah Suara

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wacana menghapus ambang batas parlemen bikin suasana DPR kembali panas. Saat revisi UU Pemilu masuk Prolegnas 2026, sikap partai-partai politik di Senayan ternyata...

Golkar Masih Godok Nama Pengganti Wakil Ketua Komisi III

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Fraksi Partai Golkar DPR RI masih menyeleksi calon Wakil Ketua Komisi III DPR RI untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Sari Yuliati, yang kini...

PKB Temui Prabowo, Perkenalkan Jajaran Pengurus Baru Nasional

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melakukan audiensi dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Ketua...

Ambang Batas Parlemen Digugat, PDIP Jajaki Opsi Penghapusan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menyatakan masih mengkaji usulan penghapusan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar empat persen yang selama ini berlaku...

Isu Reshuffle Mengemuka, Golkar Serahkan Nasib Kader di Kabinet ke Presiden

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Partai Golkar menyatakan menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait posisi kadernya di kabinet kepada Presiden Prabowo Subianto, di tengah menguatnya isu kocok ulang kabinet atau...

PSI Pasang Target 60 Kursi DPR pada Pemilu 2029

NEWSREAL.ID, DENPASAR- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai memanaskan mesin politik jelang Pemilihan Umum 2029. Partai yang mengusung citra anak muda ini memasang target ambisius untuk...

Rahayu Saraswati Patuhi Putusan MKD, Tetap Jalani Tugas Legislator

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pole­mik pengunduran diri Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berakhir setelah Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengambil keputusan. Legislator Gerindra itu...

DPR Pastikan Perhatikan Partisipasi Publik dalam Pembahasan RUU Pemilu

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan DPR akan tetap memperhatikan partisipasi publik dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang mulai digodok...