NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan angkat bicara merespons isu kocok ulang kabinet (reshuffle) yang kembali menguat dalam beberapa waktu terakhir. PDIP menekankan agar reshuffle, jika benar dilakukan, didasarkan pada evaluasi kinerja menteri dan kepentingan rakyat, bukan pertimbangan politik semata.
Juru Bicara PDIP Guntur Romli menyatakan, partainya berharap keputusan reshuffle benar-benar berangkat dari penilaian objektif terhadap kinerja para menteri. Ia mengingatkan agar reshuffle tidak dijadikan ajang bagi-bagi jabatan ataupun sekadar kalkulasi politik.
“Kami harapkan kalaupun terjadi reshuffle, itu memang benar-benar atas dasar pertimbangan kinerja dan kepentingan rakyat secara riil. Bukan bagi-bagi jabatan, bukan kalkulasi politik, bukan juga pengalihan isu,” kata Guntur dalam program Inside Politics CNN Indonesia TV, Selasa (27/1) malam.
Menurut Guntur, Presiden tentu memiliki berbagai laporan dan indikator untuk menilai kinerja para pembantunya di kabinet. Ia mengingatkan agar reshuffle tidak justru menyasar menteri dengan tingkat kepuasan publik yang tinggi.
“Jangan sampai yang diganti justru menteri dengan tingkat kepuasan tinggi, hanya karena tidak memiliki dukungan politik yang kuat. Sementara yang kinerjanya disorot publik malah tetap dipertahankan,” ujarnya. Ia menambahkan, dari percakapan publik maupun hasil survei, sudah terlihat kementerian mana yang dinilai berkinerja baik dan mana yang dinilai kurang memuaskan.
Hak Prerogatif
Meski demikian, Guntur menegaskan bahwa reshuffle tetap merupakan hak prerogatif presiden. “Pada akhirnya, masyarakat yang akan merasakan langsung dampak dari perubahan kebijakan akibat reshuffle tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari menyampaikan bahwa presiden secara rutin melakukan evaluasi terhadap kinerja para menteri, khususnya terkait pelaksanaan program-program prioritas pemerintah. Evaluasi tersebut, kata Qodari, bisa berupa rekomendasi, saran, arahan, hingga instruksi. Namun, dalam konteks dan waktu tertentu, evaluasi itu juga berpotensi berujung pada keputusan politik lanjutan.
“Dalam konteks tertentu dan timeline tertentu, evaluasi itu bisa saja berpengaruh dan berujung pada bentuk-bentuk keputusan politik yang lain,” ujarnya. Sebelumnya, Istana juga telah merespons isu reshuffle kabinet. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah adanya rencana perombakan kabinet dalam waktu dekat.
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada agenda Presiden Prabowo Subianto untuk merotasi jajaran menteri di Kabinet Merah Putih. “Reshuffle kabinet? Belum, belum, belum ada,” kata Prasetyo di kompleks parlemen, Senin (19/1/2026). (tb)
Marahnya JK, Hingga Sebut-sebut Termul
JAKARTA, newsreal.id – Nada tinggi Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) terdengar di hadapan wartawan saat jumpa pers di kediamannya, Jakarta...
MBG Berdampak baik bagi Ekonomi Masyarakat, Ini Penilaian Gubernur Lemhanas
JAKARTA,newsreal.id – Program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah menuai reaksi pro dan kontra. Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace...
PDIP Desak PBB Lebih Tegas ke Israel Usai Delapan Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon
NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan (PDIP) menilai insiden yang menimpa delapan prajurit TNI di Lebanon harus menjadi momentum bagi PBB untuk bersikap lebih tegas terhadap Israel....
DPR Dorong Perlindungan Pekerja Kreatif, Kasus Amsal Jadi Sorotan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah mendorong kementerian-kementerian strategis untuk berkolaborasi dalam memberikan perlindungan bagi pekerja kreatif, menyusul kasus yang menimpa videografer...
Andrie Yunus Masih Dirawat Intensif, Kontras: Kondisi Belum Stabil
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Badan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Indria Fernida, mengungkapkan kondisi Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air...
DPR Usul Pelanggaran THR Dijerat Pidana, Bukan Sekadar Sanksi Administratif
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendorong pelanggaran pembayaran tunjangan hari raya (THR) oleh perusahaan agar dipertimbangkan masuk ranah pidana, tidak lagi...
Prabowo-Megawati Bertemu Dua Jam di Istana, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Kamis (19/3). Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu...
PKS Jateng Buka Sembilan Posko Mudik
NEWSREAL.ID, SEMARANG- PKS Jawa Tengah menyiapkan sembilan posko mudik Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah titik strategis. Posko ini disiapkan buat bantu pemudik yang melintas...
Megawati Pilih DPP PDIP untuk Open House Lebaran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, akan menggelar open house Lebaran Idulfitri tahun ini di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta. Baca Juga PDI...
Kasus Bupati Cilacap, Cak Imin Ingatkan Kepala Daerah PKB: Jangan Dekati Korupsi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus korupsi yang menjerat Bupati Cilacap menjadi peringatan keras di internal Partai Kebangkitan Bangsa. Ketua Umum PKB Cak Imin meminta seluruh kepala daerah...
RUU Hak Cipta Disiapkan DPR, Karya Jurnalistik Bakal Punya Royalti
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Karya jurnalistik tak lagi bisa sembarangan disadur atau disebarluaskan tanpa izin. DPR tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Hak Cipta yang bakal memberi perlindungan sekaligus...
Haji 2026 Ditunda karena Perang? DPR: Belum Ada Pengumuman dari Arab Saudi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar soal kemungkinan ibadah haji 2026 ditunda gara-gara situasi panas di Timur Tengah sempat bikin banyak calon jemaah deg-degan. Tapi sampai sekarang, pemerintah...


