Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Politik

Komisi II Undang Pakar dan Akademisi, Bahas Wacana Pilkada via DPRD

Tim Redaksi, Admin
Kamis, 15 Januari 2026 02:59 WIB
Komisi II Undang Pakar dan Akademisi, Bahas Wacana Pilkada via DPRD
NEWSREAL.ID - DEBAT PILKADA: Cagub Cawagub Jawa Tengah Ahmad Luthfi-Taj Yasin saat mengikuti debat Pilkada Jawa Tengah 2024 (Dok: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi II DPR RI berencana membuka ruang diskusi publik terkait wacana pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD.

Dalam waktu satu bulan ke depan, komisi yang membidangi urusan pemerintahan dan kepemiluan ini akan menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan melibatkan pakar, akademisi, serta koalisi masyarakat sipil.

Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizami Karsayuda mengatakan, RDPU tersebut akan digelar secara berkala, yakni dua pekan sekali setiap Selasa. Langkah ini dilakukan untuk menyerap aspirasi dan pandangan publik, meski Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada belum masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas 2026.

“Mulai Januari ini, Komisi II membuka pintu kepada para pemangku kepentingan kepemiluan dan demokrasi di Indonesia. Insyaallah, RDPU akan kita jadwalkan dua minggu sekali setiap hari Selasa,” ujar Rifqi di kompleks parlemen, Selasa (13/1/2026).

Politikus Partai Nasdem itu menegaskan bahwa pembahasan resmi terkait pilkada melalui DPRD nantinya akan dilakukan melalui RUU Pilkada. Namun, hingga saat ini RUU tersebut belum masuk Prolegnas prioritas karena belum ada usulan resmi.

Meski demikian, Rifqi belum memastikan apakah Komisi II DPR akan mengajukan revisi Prolegnas prioritas melalui Badan Legislasi DPR. Ia berharap pembahasan RUU Pilkada dapat dilakukan secara kodifikasi bersama RUU Pemilu yang telah lebih dahulu diusulkan.

Perbaikan Menyeluruh

“Kami berharap pembahasannya dilakukan secara kodifikasi agar dalam satu kali kerja kita bisa memperbaiki ekosistem pemilu dan pemilihan secara lebih menyeluruh,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, Komisi II menyiapkan dua pendekatan untuk mengkaji wacana pilkada melalui DPRD. Pertama, dengan menggelar RDPU bersama pakar dan pemerhati pemilu guna menyerap masukan publik. Kedua, penyusunan naskah akademik melalui Badan Pengkajian dan Badan Keahlian DPR.

Setelah kedua proses tersebut rampung, Komisi II akan membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk memulai pembahasan resmi bersama pemerintah. “Nantinya, Badan Keahlian DPR akan mempresentasikan hasil kajian di Komisi II. Setelah itu, kami bentuk Panja, dan di situlah proses legislasi secara formil akan berjalan,” kata Rifqi.

Sebelumnya, wacana pilkada tidak langsung melalui DPRD kembali mencuat dan memicu perdebatan publik. Hingga kini, enam fraksi di DPR secara terbuka menyatakan dukungan, yakni Fraksi Gerindra, Golkar, PKB, Nasdem, PAN, dan Demokrat.

Sementara itu, Fraksi PKS mengusulkan agar mekanisme pilkada melalui DPRD hanya diterapkan di tingkat kabupaten, sedangkan pemilihan gubernur dan wali kota tetap dilakukan secara langsung. Adapun Fraksi PDI Perjuangan secara tegas menyatakan penolakan terhadap usulan pilkada lewat DPRD. (tb)

Berita Terbaru

Marahnya JK, Hingga Sebut-sebut Termul

JAKARTA, newsreal.id – Nada tinggi Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) terdengar di hadapan wartawan saat jumpa pers di kediamannya, Jakarta...

MBG Berdampak baik bagi Ekonomi Masyarakat, Ini Penilaian Gubernur Lemhanas

JAKARTA,newsreal.id – Program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah menuai reaksi pro dan kontra. Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace...

PDIP Desak PBB Lebih Tegas ke Israel Usai Delapan Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan (PDIP) menilai insiden yang menimpa delapan prajurit TNI di Lebanon harus menjadi momentum bagi PBB untuk bersikap lebih tegas terhadap Israel....

DPR Dorong Perlindungan Pekerja Kreatif, Kasus Amsal Jadi Sorotan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah mendorong kementerian-kementerian strategis untuk berkolaborasi dalam memberikan perlindungan bagi pekerja kreatif, menyusul kasus yang menimpa videografer...

Andrie Yunus Masih Dirawat Intensif, Kontras: Kondisi Belum Stabil

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Badan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Indria Fernida, mengungkapkan kondisi Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air...

DPR Usul Pelanggaran THR Dijerat Pidana, Bukan Sekadar Sanksi Administratif

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendorong pelanggaran pembayaran tunjangan hari raya (THR) oleh perusahaan agar dipertimbangkan masuk ranah pidana, tidak lagi...

Prabowo-Megawati Bertemu Dua Jam di Istana, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Kamis (19/3). Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu...

PKS Jateng Buka Sembilan Posko Mudik

NEWSREAL.ID, SEMARANG- PKS Jawa Tengah menyiapkan sembilan posko mudik Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah titik strategis. Posko ini disiapkan buat bantu pemudik yang melintas...

Megawati Pilih DPP PDIP untuk Open House Lebaran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, akan menggelar open house Lebaran Idulfitri tahun ini di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta. Baca Juga Said...

Kasus Bupati Cilacap, Cak Imin Ingatkan Kepala Daerah PKB: Jangan Dekati Korupsi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus korupsi yang menjerat Bupati Cilacap menjadi peringatan keras di internal Partai Kebangkitan Bangsa. Ketua Umum PKB Cak Imin meminta seluruh kepala daerah...

RUU Hak Cipta Disiapkan DPR, Karya Jurnalistik Bakal Punya Royalti

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Karya jurnalistik tak lagi bisa sembarangan disadur atau disebarluaskan tanpa izin. DPR tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Hak Cipta yang bakal memberi perlindungan sekaligus...

Haji 2026 Ditunda karena Perang? DPR: Belum Ada Pengumuman dari Arab Saudi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar soal kemungkinan ibadah haji 2026 ditunda gara-gara situasi panas di Timur Tengah sempat bikin banyak calon jemaah deg-degan. Tapi sampai sekarang, pemerintah...