
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menguatnya kritik publik terhadap wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD mendapat tanggapan dari Istana. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah menghormati seluruh pandangan masyarakat, termasuk gelombang penolakan yang belakangan mencuat.
Pernyataan itu disampaikan Prasetyo merespons hasil survei LSI Denny JA yang menunjukkan mayoritas publik menolak pilkada tak langsung. Sebanyak 66,1 persen responden menyatakan kurang setuju hingga menolak keras pemilihan kepala daerah melalui DPRD.
“Ya kita kan menghormati semua pendapat. Pasti semua pandangan ada yang pro, ada yang kontra, ada yang mendukung, ada yang belum. Tidak ada masalah juga,” kata Prasetyo, yang juga elite Partai Gerindra, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Wacana pilkada lewat DPRD kembali mengemuka dalam beberapa waktu terakhir dan mendapat dukungan mayoritas partai politik di parlemen. Enam dari delapan fraksi DPR secara terbuka menyatakan setuju, yakni Fraksi Gerindra, Golkar, PKB, Nasdem, PAN, dan Demokrat.
Sementara itu, Fraksi PKS mengusulkan skema campuran, di mana pilkada lewat DPRD hanya berlaku untuk tingkat kabupaten, sedangkan pemilihan gubernur dan wali kota tetap dilakukan secara langsung. Adapun Fraksi PDIP menjadi satu-satunya fraksi yang tegas menolak wacana tersebut.
Rencana pilkada melalui DPRD akan dibahas dalam revisi Undang-Undang Pemilu berbentuk omnibus law yang masuk daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026. Pembahasan RUU itu dijadwalkan berlangsung setelah Idulfitri, sekitar April hingga Mei mendatang.
Resistensi Kuat
Di tengah dukungan politik di parlemen, hasil survei LSI Denny JA justru menunjukkan resistensi kuat dari publik. Peneliti Senior LSI Denny JA menyebut, hanya 28,6 persen responden yang menyatakan cukup setuju atau sangat setuju dengan pilkada tak langsung, sementara 5,3 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
“Angka ini menunjukkan lebih dari 65 persen masyarakat menolak usulan pilkada melalui DPRD,” kata peneliti LSI Denny JA dalam paparannya, Rabu (7/1/2026). Survei tersebut melibatkan 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multi-stage random sampling melalui wawancara tatap muka. Pengambilan data dilakukan pada 10-19 Oktober 2025.
Penolakan juga datang dari kalangan masyarakat sipil dan akademisi. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) menilai wacana mengembalikan pilkada lewat DPRD merupakan langkah mundur bagi demokrasi. “Ini semakin menancapkan gigi mundur demokrasi dengan membawa serius wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD,” demikian pernyataan PSHK dalam siaran pers yang diterima, Rabu (7/1).
PSHK menilai, jika pilkada dikembalikan ke DPRD, maka hak rakyat untuk memilih kepala daerah secara langsung akan hilang. Pandangan serupa disampaikan Dosen Hukum Tata Negara Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah alias Castro.
Menurut Castro, pilkada melalui DPRD mencerminkan demokrasi elite dan menjauh dari prinsip demokrasi partisipatif. “Pemilihan kepala daerah hanya akan ditentukan oleh segelintir orang, dengan proses tertutup, tidak transparan, rentan politik transaksional, dan sarat politik kekerabatan,” ujarnya. (tb)
Menhub Pastikan Mudik-Balik Lancar
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan seluruh fasilitas transportasi selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan optimal. Pernyataan itu disampaikan saat...
Usai Lebaran, ASN WFH 1 Hari per Pekan, Pemerintah Klaim Hemat BBM hingga 20 Persen
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah Lebaran 2026. Skema ini dirancang sebagai langkah efisiensi energi...
Arus Balik Lebaran, KAI Siapkan 293 Ribu Kursi ke Jakarta
NEWSREAL.ID, JAKARTA- PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan ketersediaan kursi kereta api untuk arus balik Lebaran 2026 masih aman. Tercatat, sebanyak 293.937 tempat duduk masih...
Arus Balik Lebaran, Polri Minta Pemudik Manfaatkan Diskon Tol 26-27 Maret
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat memanfaatkan diskon tarif tol saat arus balik Lebaran pada 26–27 Maret 2026 guna mengurai kepadatan kendaraan....
Ini Daftar Wilayah RI Berpotensi Paling Panas di Kemarau 2026 Versi BMKG
NEWSREAL.ID, JAKARTA– BMKG memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami suhu lebih panas selama musim kemarau 2026, meski tidak seekstrem tahun 2024. Dalam laporan Climate...
Prabowo Buka Alasan RI Gabung BoP
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan Indonesia bersama negara-negara mayoritas Muslim bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Keputusan itu disebut sebagai...
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Jejaknya dari Bisnis hingga Olahraga
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar duka datang dari dunia bisnis dan olahraga Indonesia. Pimpinan Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu...
Resmi! Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diumumkan langsung...
Diskon 30 Persen Diserbu, 280 Ribu Penumpang KA Berangkat dari Jakarta
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Program diskon tarif 30 persen kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026 mendapat respons tinggi. PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat sekitar 280...
Puncak Mudik Via Laut Tembus 28 Ribu Penumpang, Pelni Lampaui Target
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Lonjakan pemudik via jalur laut mencapai puncaknya pada Rabu (18/3), dengan jumlah penumpang kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menembus lebih dari 28...
Diserbu Pemudik! 730 Ribu Tiket Kereta Lebaran 2026 Ludes Terjual
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Minat masyarakat untuk mudik naik kereta api melonjak tajam. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat sebanyak 734.293 tiket KA jarak...
BGN Gandeng Kejagung Awasi Program MBG
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memperkuat pengawasan penggunaan anggaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini tersebar di...

