
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) kembali dipilih melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kian menguat setelah Presiden RI Prabowo Subianto mempertimbangkan usulan yang disampaikan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Usul tersebut langsung memantik perbedaan sikap di antara partai-partai politik di parlemen. Golkar menjadi partai paling tegas mendukung perubahan sistem pilkada dari pemilihan langsung ke mekanisme DPRD.
Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, Zulfikar Arse Sadikin, menyatakan partainya siap membahas usulan tersebut dalam revisi UU Pemilu yang direncanakan mulai 2026 melalui skema omnibus law.
Senada, anggota Komisi II DPR dari Golkar Ahmad Irawan menilai Pilkada via DPRD tetap mencerminkan kedaulatan rakyat dan konstitusional. Golkar bahkan mendorong skema ini diterapkan di semua tingkatan, mulai dari bupati, wali kota, hingga gubernur.
Baca juga: Demokrat Tolak Pilkada Lewat DPRD
Berbanding terbalik, PDIP menyatakan penolakan tegas. Juru Bicara PDIP Guntur Romli menegaskan, pilkada langsung telah sejalan dengan Pasal 18 UUD 1945 serta diperkuat putusan Mahkamah Konstitusi. Menurut PDIP, masalah utama pilkada bukan pada sistem pemilihan, melainkan lemahnya penegakan hukum terhadap praktik politik uang.
Sikap serupa disampaikan Partai Demokrat. Ketua Dewan Pakar Demokrat Andi Mallarangeng menilai Pilkada via DPRD sama saja dengan mencabut hak rakyat untuk memilih pemimpinnya. Demokrat mengakui mahalnya biaya politik, namun menilai solusi seharusnya diarahkan pada perbaikan sistem, bukan menghapus pemilihan langsung.
Posisi Evaluatif
Di sisi lain, PKB mengambil posisi evaluatif. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menilai pilkada langsung selama ini tidak produktif dan perlu dikaji ulang. Meski belum menyatakan sikap final, PKB membuka ruang perubahan sistem demi efektivitas demokrasi lokal.
PAN secara terbuka mendukung usulan Golkar, dengan catatan harus disepakati seluruh fraksi DPR dan tidak memicu gejolak di masyarakat. PAN menilai konstitusi tidak secara eksplisit mewajibkan Pilkada langsung, melainkan menekankan prinsip demokratis.
Sementara itu, PKS mengambil sikap moderat. PKS mempertimbangkan Pilkada via DPRD hanya untuk tingkat kabupaten, sedangkan pemilihan wali kota dan gubernur tetap dilakukan secara langsung. Menurut PKS, pendekatan ini dapat menyeimbangkan antara popularitas dan kapasitas calon kepala daerah.
Baca juga: Rapimnas Golkar Rekomendasikan Pilkada Tak Langsung
Adapun Partai Gerindra, partai Presiden Prabowo, secara resmi mendukung perubahan sistem pilkada melalui DPRD. Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono menilai mekanisme tersebut lebih efisien dari sisi anggaran, waktu, dan ongkos politik, tanpa menghilangkan esensi demokrasi karena DPRD merupakan representasi rakyat.
Meski demikian, Gerindra menegaskan pembahasan perubahan sistem pilkada harus dilakukan secara terbuka dan melibatkan publik agar tidak menimbulkan kesan elitis.
Dengan peta sikap yang masih terbelah, wacana Pilkada via DPRD dipastikan akan menjadi salah satu isu politik paling krusial dalam pembahasan revisi undang-undang politik pada 2026 mendatang. (tb)
Marahnya JK, Hingga Sebut-sebut Termul
JAKARTA, newsreal.id – Nada tinggi Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) terdengar di hadapan wartawan saat jumpa pers di kediamannya, Jakarta...
MBG Berdampak baik bagi Ekonomi Masyarakat, Ini Penilaian Gubernur Lemhanas
JAKARTA,newsreal.id – Program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah menuai reaksi pro dan kontra. Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace...
PDIP Desak PBB Lebih Tegas ke Israel Usai Delapan Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon
NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan (PDIP) menilai insiden yang menimpa delapan prajurit TNI di Lebanon harus menjadi momentum bagi PBB untuk bersikap lebih tegas terhadap Israel....
DPR Dorong Perlindungan Pekerja Kreatif, Kasus Amsal Jadi Sorotan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah mendorong kementerian-kementerian strategis untuk berkolaborasi dalam memberikan perlindungan bagi pekerja kreatif, menyusul kasus yang menimpa videografer...
Andrie Yunus Masih Dirawat Intensif, Kontras: Kondisi Belum Stabil
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Badan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Indria Fernida, mengungkapkan kondisi Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air...
DPR Usul Pelanggaran THR Dijerat Pidana, Bukan Sekadar Sanksi Administratif
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendorong pelanggaran pembayaran tunjangan hari raya (THR) oleh perusahaan agar dipertimbangkan masuk ranah pidana, tidak lagi...
Prabowo-Megawati Bertemu Dua Jam di Istana, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Kamis (19/3). Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu...
PKS Jateng Buka Sembilan Posko Mudik
NEWSREAL.ID, SEMARANG- PKS Jawa Tengah menyiapkan sembilan posko mudik Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah titik strategis. Posko ini disiapkan buat bantu pemudik yang melintas...
Megawati Pilih DPP PDIP untuk Open House Lebaran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, akan menggelar open house Lebaran Idulfitri tahun ini di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta. Baca Juga PDIP...
Kasus Bupati Cilacap, Cak Imin Ingatkan Kepala Daerah PKB: Jangan Dekati Korupsi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus korupsi yang menjerat Bupati Cilacap menjadi peringatan keras di internal Partai Kebangkitan Bangsa. Ketua Umum PKB Cak Imin meminta seluruh kepala daerah...
RUU Hak Cipta Disiapkan DPR, Karya Jurnalistik Bakal Punya Royalti
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Karya jurnalistik tak lagi bisa sembarangan disadur atau disebarluaskan tanpa izin. DPR tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Hak Cipta yang bakal memberi perlindungan sekaligus...
Haji 2026 Ditunda karena Perang? DPR: Belum Ada Pengumuman dari Arab Saudi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar soal kemungkinan ibadah haji 2026 ditunda gara-gara situasi panas di Timur Tengah sempat bikin banyak calon jemaah deg-degan. Tapi sampai sekarang, pemerintah...

