Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Hukum Kriminal

Beras Oplosan Marak, Puan Minta Aparat Hukum Tindak Tegas Pelaku

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 15 Juli 2025 16:39 WIB
Beras Oplosan Marak, Puan Minta Aparat Hukum Tindak Tegas Pelaku
NEWSREAL.ID - Ketua DPR, Puan Maharani. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua DPR RI, Puan Maharani mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan peredaran beras oplosan di pasaran.

Puan mengatakan, praktik curang tersebut berpotensi merugikan rakyat dan mencoreng program ketahanan pangan nasional. “Kupas dan selidiki secara menyeluruh terkait beras oplosan. Jangan sampai rakyat dirugikan oleh praktik seperti ini,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (15/7).

Puan juga meminta agar para produsen nakal yang terbukti menurunkan mutu beras dan melakukan pengemasan tidak sesuai takaran, diproses secara hukum. DPR, kata dia, akan mengawal kasus ini melalui komisi-komisi terkait agar tidak berhenti pada penindakan sementara.

Senada, Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyatakan keprihatinannya. Ia menyebut praktik tersebut sangat disayangkan, apalagi dilakukan oleh perusahaan besar di tengah program swasembada pangan yang sedang digalakkan pemerintah.

“Zaman sekarang masih ada perusahaan besar yang nekat mengoplos beras. Harus ditindak supaya ada efek jera,” kata Titiek di Gedung DPR, Senin (14/7). Meskipun Komisi IV belum melakukan inspeksi mendadak (sidak), Titiek menyebut kasus ini akan menjadi perhatian dalam rapat bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. “Setiap hari kami rapat dengan Mentan, pasti nanti ditanyakan,” ucapnya.

Periksa Saksi

Sementara itu, Satgas Pangan Polri mengungkap telah memeriksa 22 orang saksi dalam penyelidikan kasus dugaan pengoplosan beras. Mereka berasal dari enam perusahaan dan delapan pemilik merek beras kemasan lima kilogram. Namun, nama-nama pihak yang terlibat belum dibuka ke publik karena proses masih berjalan.

“Kami sudah periksa 22 saksi,” ungkap Brigjen Pol. Helfi Assegaf, Ketua Satgas Pangan sekaligus Dirtipideksus Bareskrim Polri, Selasa (15/7). Pemeriksaan ini merupakan bagian dari investigasi bersama antara Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan, Kepolisian, dan Kejaksaan, menyusul temuan anomali distribusi beras di pasaran.

Investigasi dilakukan meski produksi padi nasional diklaim tertinggi dalam 57 tahun terakhir, dengan stok mencapai 4,2 juta ton. Berdasarkan hasil pengujian terhadap 136 sampel beras premium, sebanyak 85,56 persen tidak memenuhi standar mutu, 59,78 persen melanggar harga eceran tertinggi (HET), dan 21,66 persen tidak sesuai berat kemasan.

Untuk kategori beras medium, dari 76 merek yang diuji, 88,24 persen tidak sesuai mutu, 95,12 persen melebihi HET, dan 9,38 persen tidak sesuai takaran. Total pelanggaran ditemukan pada 212 merek.

DPR menilai temuan ini sebagai sinyal kuat perlunya reformasi sistem pengawasan pangan. Pemerintah diminta menindak tegas pelaku kecurangan agar kepercayaan publik terhadap distribusi pangan nasional tidak runtuh. (tb)

Berita Terbaru

KPK OTT Kepala KPP Madya Banjarmasin, Tiga Orang Diamankan

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mulyono, ditangkap...

Tak Masuk Bui, Pelanggar Ringan Bakal Disuruh Bersih-Bersih di 2.460 Lokasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pemerintah mulai mematangkan penerapan pidana kerja sosial sebagai alternatif hukuman bagi pelanggar pidana ringan. Sebagai bentuk kesiapan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) telah...

Kasus Sudewo Bergulir, KPK Periksa Kepala BPKAD Pati

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Penyidikan kasus dugaan pemerasan yang menyeret Bupati Pati nonaktif Sudewo terus bergulir. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil sejumlah saksi, salah satunya Kepala...

Interpol Resmi Terbitkan Red Notice untuk Riza Chalid

NEWSREAL.ID, JAKARTA- National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia mengumumkan Interpol telah menerbitkan red notice atas nama Mohammad Riza Chalid atau MRC pada Jumat (23/1/2026). Sekretaris...

Kesehatan Menurun, Kuasa Hukum Minta Penahanan Nadiem Dibantarkan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019–2024, Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan bahwa dokter merekomendasikan dirinya menjalani tindakan medis selama lima hari...

Kepala BNN Raih Gelar Doktor, Tapi Peringatan Serius Soal Narkoba Justru Menggema

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pengamat sosial Dr Serian Wijatno memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Badan Nasional Narkotika (BNN) di tengah tantangan pemberantasan narkoba yang kian kompleks. Apresiasi...

Kasus Dihentikan, Hogi Pilih Berdamai

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Polemik hukum yang sempat menyeret nama Hogi Minaya akhirnya resmi berakhir. Setelah Kejaksaan Negeri Sleman menghentikan penuntutan kasus tabrak jambret, Hogi memastikan tak...

KPK Masih Hitung Kerugian Negara, Eks Menag Yaqut Belum Ditahan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mengambil langkah penahanan terhadap mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam perkara dugaan korupsi kuota haji 2024. KPK...

Kejagung Selidiki Dugaan Korupsi Tata Kelola Sawit Era Siti Nurbaya

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tengah menyidik dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola industri dan...

Kasus Kuota Haji, Yaqut Cholil Qoumas Bersaksi untuk Gus Alex di KPK

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji, memberikan kesaksian untuk mantan Staf Khusus Menag...

Kasus Iklan BJB, KPK Periksa Asisten Pribadi RK

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB). Hari...

Sepanjang 2025, KPK Terima 1.916 Laporan Dugaan Gratifikasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat menerima 1.916 laporan dugaan gratifikasi sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.631...

Leave a comment