
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Serangan terbaru kembali dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke ibu kota Iran, Teheran, Rabu (25/3/2026). Ledakan dilaporkan terdengar di wilayah timur kota, menandai eskalasi lanjutan dalam konflik yang telah berlangsung hampir satu bulan.
Media internasional melaporkan bahwa bombardir tersebut menghantam sejumlah target, termasuk bangunan permukiman warga hingga fasilitas pendidikan. Militer Israel menyatakan serangan ini merupakan bagian dari gelombang operasi yang menargetkan infrastruktur strategis Iran.
“Gelombang serangan menargetkan infrastruktur rezim Iran di seluruh Teheran,” demikian pernyataan militer Israel. Di sisi lain, Iran melaporkan sedikitnya 12 orang tewas dan 28 lainnya terluka akibat serangan udara di wilayah Varamin, yang terletak di selatan Teheran.
Sejak konflik pecah pada akhir Februari, korban jiwa di Iran disebut telah mencapai sekitar 1.500 orang, dengan lebih dari 18 ribu lainnya mengalami luka-luka.
Tak tinggal diam, Iran langsung melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel, termasuk ibu kota Tel Aviv. Salah satu serangan dilaporkan menghantam bangunan di Bnei Brak, menyebabkan kerusakan signifikan dan melukai sejumlah warga.
Militer Israel juga mengonfirmasi adanya proyektil yang diluncurkan dari Iran ke wilayah tengah negara tersebut. Sirene peringatan serangan udara pun sempat berbunyi di sejumlah wilayah, menandakan ancaman yang masih berlangsung.
Turut Terdampak
Konflik ini tak hanya terbatas antara Iran dan Israel. Sejumlah negara di kawasan turut terdampak oleh meluasnya serangan. Di Kuwait, kebakaran terjadi di bandara internasional setelah drone menghantam tangki bahan bakar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini memicu penanganan darurat oleh otoritas setempat.
Sementara itu, Arab Saudi juga menghadapi serangan serupa. Kementerian Pertahanan Saudi menyatakan berhasil mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang mengarah ke wilayah Provinsi Timur. Selain itu, setidaknya enam drone juga berhasil ditembak jatuh dalam beberapa jam terakhir.
Di Yordania, pecahan rudal dilaporkan jatuh di wilayah selatan ibu kota Amman. Meski tidak menimbulkan korban atau kerusakan besar, otoritas setempat mengaku telah menangani ratusan insiden serupa sejak konflik dimulai.
Meluasnya serangan ke berbagai negara menunjukkan bahwa konflik ini berpotensi berkembang menjadi krisis regional yang lebih besar. Ketegangan yang terus meningkat juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak lanjutan, baik dari sisi keamanan maupun stabilitas ekonomi kawasan.
Dengan intensitas serangan yang belum mereda, dunia kini menyoroti perkembangan konflik ini sebagai salah satu ancaman geopolitik terbesar saat ini. Jika tidak segera mereda, bukan tidak mungkin eskalasi akan semakin luas dan melibatkan lebih banyak negara di kawasan Timur Tengah. (tb)
Iran Ajak Negara Timur Tengah Bentuk Aliansi Militer Tanpa AS dan Israel
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran menyerukan negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk membangun aliansi keamanan dan militer bersama tanpa kehadiran Amerika Serikat dan Israel. Seruan ini...
Fasilitas Gas Iran Diserang Usai Trump Klaim Dialog
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di Timur Tengah terus memanas setelah sejumlah fasilitas gas di Iran dilaporkan menjadi sasaran serangan, hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat...
Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Tuding Trump Sebar Isu Demi Stabilkan Pasar
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran membantah keras adanya negosiasi dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf...
Iran Hujani Tel Aviv dengan Rudal, Bangunan Rusak dan Enam Luka
NEWSREAL.ID, TEL AVIV- Serangan udara kembali mengguncang Tel Aviv setelah Iran meluncurkan rudal ke sejumlah titik di kota tersebut, Selasa (24/3/2026). Serangan ini menyebabkan kerusakan...
Iran Buka Selat Hormuz untuk Dunia, Tapi Tidak untuk AS dan Israel
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran menegaskan tetap membuka akses pelayaran di Selat Hormuz bagi kapal-kapal internasional, dengan pengecualian terhadap kapal yang terafiliasi dengan Amerika Serikat dan...
Tekan Biaya Perang, Israel Disebut Mulai Gunakan Amunisi Lawas
NEWSREAL.ID, TEL AVIV- Tekanan biaya perang yang terus membengkak disebut mulai berdampak pada strategi militer Israel. Dalam perkembangan terbaru, militer Israel dikabarkan mulai menggunakan amunisi...
Kim Jong Un Kembali Terpilih Pimpin Korea Utara
NEWSREAL.ID, PYONGYANG- Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un kembali terpilih untuk memimpin pemerintahan setelah parlemen negara tersebut secara resmi menunjuknya sebagai Presiden Urusan Negara. Keputusan...
Mufti Agung Libya Serukan Umat Islam Dukung Iran
NEWSREAL.ID, TRIPOLI- Mufti Agung Libya, Sheikh Sadiq al-Ghariani menyerukan umat Islam untuk memberikan dukungan kepada Iran di tengah konflik yang terus memanas dengan Amerika Serikat...
Iran Ancam Tebar Ranjau Laut, Teluk Persia Terancam Lumpuh Total
NEWSREAL.ID, ISTANBUL- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Iran mengeluarkan ancaman keras dengan menyatakan siap menebar ranjau laut di seluruh wilayah Teluk Persia apabila...
Iran Balas Ancam AS: Infrastruktur Energi dan Air Negara Teluk Jadi Target
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melontarkan ancaman serius terhadap negara-negara Teluk yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat dan Israel....
Menlu Iran Ucapkan Selamat Idulfitri, Apresiasi Solidaritas Indonesia untuk Iran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada umat Muslim di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia....
IRCS Klaim 80 Ribu Lokasi Sipil Diserang AS-Israel, Korban Jiwa Terus Bertambah
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Presiden Iranian Red Crescent Society (IRCS), Pirhossein Kolivand, mengungkapkan bahwa lebih dari 80.000 lokasi sipil di Iran telah menjadi sasaran serangan sejak pecahnya...

