Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

Tim Redaksi, Admin
Kamis, 12 Maret 2026 18:41 WIB
Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman
NEWSREAL.ID - KONFRENSI PERS: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN KiTa di, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (Foto: Kemenkeu)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan APBN 2026 belum perlu direvisi karena kondisi fiskal dinilai masih kuat. Pemerintah menilai situasi keuangan negara masih stabil meski ketidakpastian global meningkat akibat konflik geopolitik.

Dalam konferensi pers APBN KITA edisi Maret 2026 di Jakarta, Purbaya mengatakan pemerintah belum melihat urgensi untuk melakukan perubahan pada APBN tahun ini. “Banyak pertanyaan dari media, apakah pemerintah akan segera mengubah APBN? Belum. Dari sisi penerimaan negara, kondisinya masih cukup baik,” kata Purbaya, Rabu, (11/3/2026).

Batas Desain APBN

Menurutnya, sejak awal desain APBN 2026 memang disusun dalam posisi defisit. Strategi ini dilakukan agar pemerintah memiliki ruang fiskal untuk mendorong aktivitas ekonomi nasional. Selain itu, pemerintah juga mempercepat penyerapan belanja negara sejak awal tahun agar dampak ekonomi bisa langsung dirasakan masyarakat dan dunia usaha.

Meski belum ada rencana revisi, Purbaya menegaskan pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi jika tekanan ekonomi global semakin kuat dan berdampak pada fiskal dalam negeri. “Nanti kalau ke depan keadaan menekan lagi, tentu kita akan mengatur APBN. Tapi saat ini kita memulai dari posisi fiskal yang kuat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak khawatir terhadap kondisi keuangan negara karena pengelolaan APBN tetap difokuskan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat. Data hingga akhir Februari 2026 menunjukkan APBN mengalami defisit Rp135,7 triliun atau sekitar 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka tersebut masih jauh di bawah batas desain APBN 2026 yang menargetkan defisit sebesar Rp698,15 triliun atau sekitar 2,68 persen dari PDB. Di sisi lain, penerimaan negara juga menunjukkan tren positif. Hingga Februari 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp358 triliun atau sekitar 11,4 persen dari target APBN sebesar Rp3.153,6 triliun.

Capaian tersebut tumbuh 12,8 persen secara tahunan, terutama didorong oleh kinerja penerimaan perpajakan. Secara rinci, penerimaan pajak tercatat Rp245,1 triliun atau 10,4 persen dari target dan melonjak 30,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara penerimaan dari kepabeanan dan cukai mencapai Rp44,9 triliun atau 13,4 persen dari target, meskipun masih mengalami kontraksi 14,7 persen secara tahunan. Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai fondasi fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi gejolak global yang dipicu konflik geopolitik. (tb)

Berita Terbaru

Penggemar Wisata, Rangkaian New Generation Hadir di KA Bangunkarta dan Singasari

JAKARTA,newsreal.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun berinovasi dalam layanan perkeretaapian. Mereka akan mengoperasikan rangkaian Stainless Steel New Generation (SSNG) yang...

Alarm bagi Pengusaha Rokok Indonesia, Menkeu Beri Tenggat Beralih Ilegal ke Legal

JAKARTA,newsreal.id – Informasi penting disampaikan pemerintah kepada para pengusaha rokok di Indonesia. Informasi ini disampaikan, agar para pengusaha rokok ini segera melengkapi diri izin usaha...

Bentuk Sistem Agroforestri Tradisional, Ini Modal yang Dimiliki Indonesia

NEWSREAL, Jakarta – Diskursus mengenai tanaman komoditas unggulan nasional dalam konteks perubahan iklim kerap terjebak pada simplifikasi sumber masalah atau bagian dari solusi. Dalam kenyataannya,...

KPK Ingatkan Kemenperin Waspadai Risiko Tata Kelola Investasi Rp6,74 Triliun

NEWSREAL.ID, JAKARTA- KPK mengingatkan Kementerian Perindustrian untuk mengantisipasi potensi risiko tata kelola dalam realisasi investasi sebesar Rp6,74 triliun di 175 kawasan industri sepanjang 2025. Kepala...

Hadapi Gejolak Geopolitik, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PT Pertamina (Persero) mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai langkah strategis menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Vice President...

Pengusaha Wanti-wanti Risiko Fiskal di Balik Penahanan Harga BBM

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kalangan pengusaha mengapresiasi langkah pemerintah menahan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global akibat konflik Timur Tengah. Namun, kebijakan...

Harga BBM Nonsubsidi Belum Naik, Pertamina Tanggung Selisih Sementara

NEWSEAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tetap stabil meski terjadi lonjakan harga minyak dunia. Untuk sementara, selisih harga tersebut ditanggung oleh...

RI-Korsel Teken Sepuluh MoU Strategis, Kerja Sama Ekonomi hingga Energi Bersih

NEWSREAL.ID, SEOUL- Hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan kembali diperkuat melalui penandatanganan sejumlah kerja sama strategis lintas sektor. Sebanyak 10 nota kesepahaman (Memorandum of...

Korsel-RI Perkuat Kemitraan Strategis

NEWSREAL.ID, SEOUL- Presiden Republik Korea, Lee Jae Myung menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama strategis dengan Indonesia di tengah dinamika global yang kian kompleks. Hal ini disampaikan...

Zulhas Ngebut PSEL: 30 Proyek Disiapkan, Sampah Mau Disulap Jadi Listrik

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah mulai tancap gas mempercepat pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL di berbagai daerah. Total ada 30 proyek yang disiapkan untuk...

BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun MBG Langsung untuk Perbaikan Gizi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa sebagian besar anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dialokasikan langsung untuk peningkatan kualitas gizi masyarakat. Dari total anggaran...

Prabowo Kantongi Kerja Sama Rp370 Triliun dengan Jepang

NEWSREAL.ID, TOKYO- Presiden Prabowo Subianto menandatangani kerja sama ekonomi senillai 22 miliar dollar AS atau sekitar Rp370 triliun dengan Jepang dalam kunjungan resminya ke Tokyo,...