Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Kuliner

Kopi Jadi Jalan, Tunarungu Kendal Kini Punya Kafe Sendiri

Tim Redaksi, Newsreal.id
Sabtu, 16 Agustus 2025 12:49 WIB
Kopi Jadi Jalan, Tunarungu Kendal Kini Punya Kafe Sendiri
NEWSREAL.ID - SUGUHKAN KOPI: Seorang barista tunarungu menyajikan kopi kepada pengunjung di Kafe Bicara Rasa, Hotel Sae Inn Kendal, hasil pelatihan yang difasilitasi Dinas Sosial Kendal bersama Kadin dan Hotel Sae Inn. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, KENDAL- Aroma kopi kini membawa harapan baru bagi para penyandang disabilitas di Kendal. Sebanyak 12 tunarungu mendapat kesempatan mengikuti pelatihan barista profesional yang digelar Dinas Sosial (Dinsos) Kendal bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kendal serta Hotel Sae Inn.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari itu tak hanya mengajarkan teori, tetapi lebih banyak praktik menggunakan peralatan standar kafe. Hasilnya, para peserta langsung mengantongi sertifikat barista dan berkesempatan mengelola sebuah kafe khusus yang disiapkan di Hotel Sae Inn.

“Kafe ini diberi nama Bicara Rasa dan sudah resmi beroperasi setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Tujuh dari 12 peserta bersedia mengelolanya, sementara lima lainnya memilih pekerjaan lain karena alasan pribadi,” ungkap Kepala Dinsos Kendal, Muntoha, belum lama ini.

Meski ukurannya tidak besar, Bicara Rasa yang berada di sudut lobi hotel menawarkan beragam pilihan minuman, mulai espresso, cappuccino, americano hingga latte. Untuk memudahkan komunikasi, para barista tunarungu didampingi petugas khusus yang siap membantu melayani pengunjung.

Peluang Kerja

Muntoha menegaskan, program ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk tetap produktif. “Kami ingin membuka lebih banyak peluang kerja bagi penyandang disabilitas. Mereka bisa kreatif, berdaya, dan mandiri,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari pihak Hotel Sae Inn. Owner hotel, Fransisca Tjokro Handoko menuturkan, penyediaan kafe ini merupakan wujud kepedulian melalui dana corporate social responsibility (CSR).

“Kalau hanya diberi pelatihan, belum tentu ada kafe yang mau menerima mereka. Karena itu, kami buatkan ruang untuk mereka langsung berkarya di sini,” ujarnya.

Kehadiran Bicara Rasa menjadi langkah kecil namun bermakna, membuktikan bahwa kopi bisa menjadi jembatan bagi penyandang disabilitas untuk meraih pekerjaan yang layak dan lebih dihargai di tengah masyarakat. (tb)

Berita Terbaru

Wamenekraf Dorong Jamu Jadi Identitas Kuliner Nusantara

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya menghidupkan kembali budaya minum jamu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan jamu sebagai...

 6 Kuliner Khas Aceh yang Menggoda Selera

PROVINSI dengan julukan “Serambi Mekah” ini dianugerahi keindahan alam yang luar biasa. Selain alam, budaya serta kulinernya juga tak kalah menariknya. Seperti beberapa kuliner asal...

WalI Kota Solo Tutup Sementara Ayam Goreng Widuran

SOLO- Wali Kota Solo Respati Ahmad Ardianto menutup sementara warung Ayam Goreng Widuran usai viral makanan tersebut diduga nonhalal, Senin (26/5). Respati yang datang langsung ke lokasi warung...

Lunpia Cik Meme (LCM) Promo Meriahkan HUT Republik Indonesia

SEMARANG, newsreal.id– Lunpia Cik Meme (LCM) kembali menggelar promo lunpia untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Sebelumnya, jelang bulan puasa kemarin, LCM menggelar promo...

Leave a comment