Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Kuliner

Wamenekraf Dorong Jamu Jadi Identitas Kuliner Nusantara

Tim Redaksi, Newsreal.id
Minggu, 16 November 2025 15:37 WIB
Wamenekraf Dorong Jamu Jadi Identitas Kuliner Nusantara
NEWSREAL.ID - JAMU INDONESIA: Jamu Indonesia mengikuti Coffe Festival 2025 di San Fransisco, AS, pada 10-11 November lalu. Acara yang difasilitasi oleh KJRI San Francisco tersebut menghadirkan “Golden Sparkling”, jamu kunyit asam berkarbonasi racikan Acaraki. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya menghidupkan kembali budaya minum jamu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan jamu sebagai identitas kuliner Indonesia saat menutup Festival Jamu Nusantara di Taman Fatahillah, Jakarta, Minggu (16/11).

Menurut Irene, jamu kerap dianggap minuman tradisional yang mulai sulit ditemukan, padahal kini banyak peracik jamu yang mampu beradaptasi dengan era digital. “Ibu-ibu peracik jamu sekarang sudah bisa berjualan secara daring. Ini penting untuk membudidayakan kembali budaya minum jamu agar kita tidak lupa akar budaya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa rempah-rempah yang menjadi bahan utama jamu memiliki nilai historis panjang bagi bangsa Indonesia. Kegiatan di ruang publik seperti Kota Tua, kata Irene, dapat mengingatkan masyarakat pada proses pembuatan jamu yang sarat ketekunan dan kerja keras. “Setiap botol yang kita nikmati punya perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan masyarakat,” ucapnya.

Pelestarian Jamu

Wamenekraf menilai pelestarian jamu tak hanya bergantung pada pelaku tradisional, tetapi juga perlu melibatkan pelaku usaha modern agar jamu lebih mudah diterima generasi muda. Perpaduan antara tradisi dan inovasi dinilai dapat mendorong meningkatnya konsumsi jamu di kalangan anak muda.

Founder Acaraki, Jony Yuwono turut menyoroti keteguhan para peracik jamu gendong yang menginspirasi Festival Jamu Nusantara. Momentum Hari Pahlawan dipilih untuk menghormati ketelatenan mereka. “Mereka bangun jam empat pagi, mengolah bahan segar, lalu berjalan berbelas kilometer tanpa peduli hujan atau panas. Semangat itu yang ingin kami ingatkan kembali,” tuturnya.

Tak hanya itu, Jony juga ingin mengangkat sosok-sosok pekerja harian yang sering luput dari perhatian namun memiliki peran penting dalam keseharian masyarakat, seperti penyapu jalan dan pengemudi ojek.

Penutupan Festival Jamu Nusantara turut dimeriahkan dengan pertunjukan musik, permainan tradisional, serta fashion show yang menampilkan kekayaan rempah Indonesia melalui berbagai produk jamu. (tb)

Berita Terbaru

Kopi Jadi Jalan, Tunarungu Kendal Kini Punya Kafe Sendiri

NEWSREAL.ID, KENDAL- Aroma kopi kini membawa harapan baru bagi para penyandang disabilitas di Kendal. Sebanyak 12 tunarungu mendapat kesempatan mengikuti pelatihan barista profesional yang digelar...

 6 Kuliner Khas Aceh yang Menggoda Selera

PROVINSI dengan julukan “Serambi Mekah” ini dianugerahi keindahan alam yang luar biasa. Selain alam, budaya serta kulinernya juga tak kalah menariknya. Seperti beberapa kuliner asal...

WalI Kota Solo Tutup Sementara Ayam Goreng Widuran

SOLO- Wali Kota Solo Respati Ahmad Ardianto menutup sementara warung Ayam Goreng Widuran usai viral makanan tersebut diduga nonhalal, Senin (26/5). Respati yang datang langsung ke lokasi warung...

Lunpia Cik Meme (LCM) Promo Meriahkan HUT Republik Indonesia

SEMARANG, newsreal.id– Lunpia Cik Meme (LCM) kembali menggelar promo lunpia untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Sebelumnya, jelang bulan puasa kemarin, LCM menggelar promo...

Leave a comment