Ekonomi Bisnis

Kadin Targetkan Ekonomi Tumbuh 8 Persen

Tim Redaksi, Admin
Senin, 10 November 2025 16:57 WIB
Kadin Targetkan Ekonomi Tumbuh 8 Persen
NEWSREAL.ID - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional (Bippenas-Kadin Indonesia) Bayu Priawan Djokosoetono (kedua kanan). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen dengan menggenjot produktivitas lintas sektor.

Melalui kolaborasi multipihak, penguatan konsumsi rumah tangga, dan optimalisasi stimulus ekonomi 8+4+5, Kadin menilai Indonesia bisa melompat dari pertumbuhan berbasis tenaga kerja menuju ekonomi berbasis produktivitas.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional (Bippenas) Bayu Priawan Djokosoetono mengatakan, selama ini pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih banyak ditopang oleh penambahan modal dan tenaga kerja, bukan oleh peningkatan produktivitas.

“Selama ini pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh peningkatan input modal/investasi dan tenaga kerja. Ke depan, kita harus fokus meningkatkan produktivitas agar pertumbuhan 8 persen bisa dicapai secepatnya,” ujar Bayu dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (9/11).

Bayu menyoroti data Asian Productivity Organization (APO) Databook 2025, yang mencatat kontribusi TFP terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia hampir nol persen, jauh di bawah Vietnam yang mencapai 8 persen dan China yang mencapai 26 persen.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi alarm bagi Indonesia untuk bertransformasi menuju ekonomi berbasis produktivitas. “Mulai sekarang, kita harus bersinergi meningkatkan produktivitas, bukan hanya menambah tenaga kerja,” ujarnya.

Empat Sektor

Bayu menjelaskan, pada kuartal III 2025, produktivitas output Produk Domestik Bruto (PDB) nominal per pekerja mencapai rata-rata Rp13,78 juta per bulan. Empat sektor ekonomi yang memiliki produktivitas tertinggi adalah pertambangan dengan produktivitas tujuh kali lipat dibanding rata-rata nasional.

Kedua real estate dan informasi-komunikasi, masing-masing sekitar enam kali lipat, lalu penyediaan listrik dan gas, empat kali lipat lebih tinggi dari rata-rata nasional. “Keempat sektor itu padat teknologi dan padat modal, sehingga membutuhkan SDM terampil dan berpendidikan tinggi,” jelas Bayu.

Bayu juga mengapresiasi langkah pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi 8+4+5 yang mulai berjalan sejak Oktober 2025. Salah satunya adalah program magang untuk fresh graduate yang disambut lebih dari 156 ribu pendaftar.

Namun, ia menilai perlu ada tambahan stimulus untuk sektor pariwisata, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, guna memperkuat konsumsi domestik dan menciptakan efek pengganda ekonomi.

Sementara itu, Ketua Komite Tetap Perencanaan Ekonomi Kadin Indonesia, Ikhwan Primanda, menekankan pentingnya investasi yang membawa alih teknologi ke pemain lokal agar dapat meningkatkan produktivitas sektor industri.

“Investasi yang masuk harus membawa teknologi tepat guna dan efektif, sambil memastikan ada alih teknologi ke pelaku nasional,” ujarnya. Ikhwan menyebut, sektor industri pengolahan/manufaktur masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan kontribusi 19,15 persen terhadap PDB dan pertumbuhan 5,54 persen (yoy) pada kuartal III 2025.

Indeks PMI Manufaktur Indonesia juga menunjukkan tren ekspansi sejak Agustus dan mencapai 51,2 pada September 2025. “Transformasi industri nasional harus dilanjutkan dengan mendorong tumbuhnya industri bahan baku, bahan antara, dan hilir agar bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja,” tegasnya.

Meski menjadi sektor dengan kontribusi kedua terbesar terhadap PDB (14,35 persen) dan menyerap 28,15 persen tenaga kerja, sektor pertanian dinilai masih tertinggal dalam produktivitas. “Saat ini produktivitas sektor pertanian hanya sekitar 0,5 kali dari rata-rata nasional. Padahal potensinya besar sekali,” jelas Ikhwan.

KUR Perumahan

Kadin juga menilai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp130 triliun akan membantu sektor real estat dan menggerakkan sekitar 140 industri turunan, sekaligus membuka 9 juta lapangan kerja.

Di sisi lain, Ketua Komite Tetap Perencanaan Pangan Kadin Indonesia, Frans Tambunan, menekankan pentingnya modernisasi pertanian melalui inovasi, investasi teknologi tepat guna, serta pembukaan lahan produktif baru.

“Selain itu, sektor perikanan juga perlu didorong agar Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Frans. Ia menambahkan, beberapa sektor lain seperti konstruksi (kontribusi 9,82 persen) dan real estate (3,95 persen pertumbuhan) perlu digenjot agar mendukung rantai nilai produktivitas nasional.

“Pertumbuhan 8 persen bukan mustahil. Syaratnya, produktivitas harus jadi fokus utama. Kalau hanya mengandalkan konsumsi, kita akan jalan di tempat,” tutup Frans. (ct)

Berita Terbaru

Logis 08: Penguatan Rupiah dan IHSG Dipengaruhi Tren Positif Pelaku Pasar yang Diinisiasi Sufmi Dasco

JAKARTA,NEWSREAL.id – Penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir dinilai menjadi sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan pelaku...

Rupiah Kian Dekati Rp 18.000, Begini Komitmen BI

JAKARTA,NEWSREAL.id – Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,. Hal tersebut menjadi komitmen BI seperti yang disampaikan gubernurnya belum...

KSP Tegaskan Ucapan Presiden soal Dolar terkait Pemakaian Sumber Daya di Desa

JAKARTA, NEWSREAL.id – Pernyataan Presiden Prabowo terkait warga desa tidak menggunakan dolar AS karena ingin menyoroti bahwa masyarakat di desa menggunakan sumber daya lokal. Hal...

Kredibilitas BI Usai Rupiah Signifikan Melemah Dipertanyakan

JAKARTA,NEWSREAL.id – Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio menyoroti kinerja Bank Indonesia (BI) yang merespons pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan yang terjadi di...

Penandatanganan MoU Danantara-Hisense Disaksikan Prabowo di Kartanegara

JAKARTA,NEWSREAL.id– Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Hisense di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Jumat, 15 Mei 2025. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja...

Pertumbuhan Ekonomi Nasional Positif Tembus 5,61 Persen

JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang kini menunjukkan tren akselerasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai...

Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar

PONTIANAK,NEWSREAL.id – Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai Calon Direktur Utama (Dirut) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Februari 2026. Penunjukan ini...

Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun dan Serap 700 Ribu Lebih Tenaga Kerja

JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, terkait capaian realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026. Dalam laporannya...

Reformasi Sektor Pertambangan Nasional, Bahlil Laporkan Penataan IUP ke Presiden

JAKARTA,newsreal.id – Langkah tegas pemerintah diambil pemerintah dalam penataan izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan hutan. Hal ini menandai fase baru dalam reformasi sektor pertambangan...

Indonesia Buka Investasi Rusia untuk Infrastruktur Strategis Nasional

JAKARTA,newsreal.id – Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi Rusia untuk memperkuat kerja sama investasi jangka panjang di sektor energi. Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pasokan...

Masyarakat Transportasi Soroti Krisis Energi, Saatnya Berubah ke Transportasi Massal

JAKARTA,newsreal.id – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) melihat krisis energi global dijadikan momentum strategis untuk melakukan transformasi sistem transportasi nasional secara menyeluruh. MTI mendorong program peralihan...

Diluncurkan 17 Oktober 2023, Whoosh Catat 15 Juta Perjalanan Penumpang

JAKARTA, newsreal.id -Diluncurkan pada 17 Oktober 2023 hingga Selasa (14/4), Whoosh telah melayani lebih dari 15 juta perjalanan penumpang. Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menandai pertumbuhan...

Leave a comment