Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Israel Hancurkan Rumah Sakit Terakhir di Gaza

Tim Redaksi, Newsreal.id
Senin, 14 April 2025 11:45 WIB
Israel Hancurkan Rumah Sakit Terakhir di Gaza
NEWSREAL.ID - RS TERAKHIR: Sebuah brankar tergeletak di tengah puing-puing setelah serangan udara Israel terhadap Rumah Sakit al-Ahli yang menjadi rumah sakit terakhir yang berfungsi penuh di Gaza. (Dok: AFP)

GAZA CITY- Serangan udara Israel Minggu (13/4) pagi waktu setempat menghancurkan sebagian rumah sakit terakhir yang berfungsi penuh di Kota Gaza, Palestina saat militer Negeri Zionis itu memperluas dan mengintensifkan kampanyenya di seluruh wilayah.

Tidak ada korban yang dilaporkan dari serangan itu, tetapi gereja Anglikan di Yerusalem, yang mengelola rumah sakit Baptis Al-Ahli bahwa mengatakan seorang anak laki-laki dengan cedera kepala meninggal dalam evakuasi pasien yang tergesa-gesa.
Dikatakan, rumah sakit itu hanya menerima peringatan 20 menit sebelum serangan udara Israel sehingga terpaksa membawa pasien ke jalan. Beberapa bagian rumah sakit, termasuk ruang gawat darurat dan area penerimaan, mengalami kerusakan parah. Menurut video yang diterima oleh CNN, ada juga kerusakan pada Gereja St Philip, yang bersebelahan dengan rumah sakit.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tanpa memberikan bukti mengklaim bahwa mereka telah menyerang “pusat komando dan kontrol yang digunakan oleh Hamas” dalam serangan itu.

IDF berkilah langkah-langkah telah diambil sebelum serangan itu untuk mengurangi kerugian bagi warga sipil. Hamas membantah tuduhan bahwa rumah sakit itu digunakan untuk keperluan militer.

Militer Israel memperluas operasi daratnya jauh ke Gaza, menciptakan zona penyangga besar antara Jalur Gaza dan wilayah Israel dan mendorong ratusan ribu warga sipil ke daerah yang semakin kecil di pantai Mediterania.

Di selatan, militer Israel mengumumkan telah merebut koridor Morag, memutus Rafah dari wilayah Gaza lainnya. Pada Minggu malam, kementerian pertahanan mengatakan IDF telah “menyelesaikan pendudukan poros Morag” dan bahwa wilayah perbatasan utara di Gaza juga diperluas sebagai bagian dari “zona keamanan” Israel.

“Tujuan utamanya adalah untuk memberikan tekanan berat pada Hamas agar kembali ke garis besar pembebasan sandera – dan semakin Hamas bersikeras dalam penolakannya, semakin intensif aktivitas IDF,” kata Menteri Pertahanan Israel Katz, seperti dilansir CNN.

Tempat Berlindung

Secara keseluruhan, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, sekitar 400.000 orang telah diperintahkan untuk pindah selama tiga minggu terakhir, dengan rumah sakit sering digunakan sebagai tempat berlindung selama konflik. Seorang pasien di rumah sakit Baptis Al-Ahli, Mohammed Abu Naser, mengatakan kepada CNN bahwa dia masih berada di dalam rumah sakit saat serangan terjadi.

“Kami menduga kami semua akan meninggal di dalam rumah sakit. Saya tidak mendapatkan perawatan atau apa pun saat ini. Kami tidak punya pilihan selain bepergian ke luar negeri untuk berobat,” ucap Abu Naser. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa rumah sakit tersebut ditutup sementara dan mengarahkan orang-orang ke tiga rumah sakit lainnya.

Keuskupan Yerusalem mengutuk serangan tersebut dan mengatakan bahwa selain kerusakan pada unit gawat darurat, Laboratorium Genetika dua lantai juga dihancurkan. Keuskupan mengatakan bahwa ini adalah kelima kalinya rumah sakit tersebut diserang sejak Oktober 2023.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan apotek rumah sakit yang sekarang “tidak beroperasi” itu juga hancur dan terpaksa memindahkan 50 pasien ke rumah sakit lain, sementara 40 pasien kritis tidak dapat dipindahkan. Direktur Rumah Sakit Fadel Naim mengatakan anak yang meninggal selama evakuasi dikarenakan “kekurangan oksigen dan alami kedinginan yang parah.”

Ketika fasilitas kesehatan di Gaza mengalami tekanan karena kekurangan obat-obatan dan peralatan, WHO mengatakan bahwa dua misi ke Al-Ahli dan rumah sakit Indonesia telah ditolak oleh otoritas Israel.

Dalam sebuah posting di X, organisasi tersebut mengatakan rumah sakit di Gaza sangat membutuhkan, namun akses kemanusiaan yang menyusut menghalangi kemampuan WHO untuk memasok kembali dan mencegah pasien menerima perawatan yang menyelamatkan nyawa dengan aman. (cnnind,tb)

Share:

Berita Terbaru

AS Matangkan Opsi Serangan ke Iran, Pentagon-Gedung Putih Susun “Rencana Besar”

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Pentagon bersama Gedung Putih dilaporkan telah menyiapkan sejumlah skenario, termasuk opsi serangan militer skala besar, jika...

Tiongkok Santai Tanggapi Trump soal Kedekatan Inggris-Beijing

NEWSREAL.ID, BEIJING– Pemerintah Tiongkok menanggapi dingin kritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap hubungan Beijing dan London. Alih-alih terpancing, Tiongkok menegaskan tetap membuka pintu kerja...

Trump Buka Peluang Dialog dengan Iran, Opsi Militer Tetap Disiapkan

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan berencana melanjutkan pembicaraan dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Pernyataan tersebut disampaikan Trump...

Timur Tengah Memanas, Milisi Irak, Yaman, dan Lebanon Siap Bantu Iran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat menyusul kehadiran armada perang Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Sejumlah kelompok milisi sekutu Iran di Irak,...

MbS Tegaskan Wilayah Udara Arab Saudi Tak Boleh Digunakan untuk Serangan ke Iran

NEWSREAL.ID, RIYADH- Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS) menegaskan negaranya tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorial Arab Saudi digunakan...

Parlemen Eropa Tahan Laju Kesepakatan Dagang UE-AS

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Hubungan dagang lintas Atlantik kembali diuji. Di tengah dinamika politik dan ketegangan diplomatik, Parlemen Eropa memilih bersikap hati-hati dengan menahan sementara langkah lanjutan...

Seskab Ungkap Pembicaraan Prabowo-Macron

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian lawatan diplomatiknya ke Eropa. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara...

Militer Iran Tegaskan Soliditas Hadapi Ancaman AS

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah, jajaran militer Iran menyuarakan sikap tegas. Para komandan senior menekankan pentingnya persatuan angkatan bersenjata sebagai benteng...

Jejak Intelektual Indonesia Menggema di Pameran Buku Kairo

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Indonesia kembali menancapkan pengaruhnya dalam peta pemikiran Islam dunia. Setelah puluhan tahun absen, kehadiran Indonesia di panggung literasi internasional Cairo International Book Fair...

Iran Buka Suara soal Indonesia Gabung Board of Peace Trump

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Iran merespons langkah Indonesia yang resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace), forum internasional gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Teheran...

Trump Sindir Eropa di Davos: Tanpa AS, Kalian Sudah Bicara Bahasa Jerman

NEWSREAL.ID, DAVOS- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Kali ini, Eropa jadi sasaran sindirannya setelah sejumlah negara menentang ambisinya untuk menguasai Greenland....

3.117 Orang Tewas dalam Demo Berdarah di Iran

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Setelah lama sunyi dan penuh spekulasi, Iran akhirnya buka suara. Data resmi korban tewas demo berdarah yang mengguncang negeri itu dirilis dan angkanya...

Leave a comment