Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

201 Ton Beras Oplosan Disita, Satgas Pangan Bongkar Praktik Curang di Gudang dan Pasar

Tim Redaksi, Admin
Kamis, 24 Juli 2025 15:09 WIB
201 Ton Beras Oplosan Disita, Satgas Pangan Bongkar Praktik Curang di Gudang dan Pasar
NEWSREAL.ID - SATGAS PANGAN POLRI: Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf dari Satgas Pangan Polri memimpin konferensi pers terkait pengungkapan kasus penjualan beras bermerek yang tidak sesuai dengan standar mutu di Jakarta, Kamis (24/7). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Praktik kecurangan dalam distribusi beras kembali terbongkar. Bareskrim Polri melalui Satgas Pangan menyita sedikitnya 201 ton beras oplosan dari sejumlah gudang dan pasar induk di tiga provinsi.

Penyitaan ini dilakukan setelah penyidik menemukan pelanggaran terkait mutu dan takaran beras dari empat lokasi berbeda. “Sampai dengan hari ini, barang bukti yang sudah kita sita yaitu beras dengan total 201 ton,” ungkap Ketua Satgas Pangan Polri, Brigjen Helfi Assegaf, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/7).

Penggerebekan dilakukan di kantor dan gudang PT Food Station di Jakarta Timur dan Subang (Jawa Barat), gudang PT Padi Indonesia Maju Wilmar di Serang (Banten), serta Pasar Induk Beras Cipinang.

Beras yang disita terbagi dalam kemasan premium 5 kilogram sebanyak 39.036 bungkus dan 2,5 kilogram sebanyak 2.304 bungkus. Tak hanya produk fisik, polisi juga mengamankan sejumlah dokumen penting, termasuk dokumen produksi, legalitas perusahaan, izin edar, hingga sertifikat merek dan hasil uji laboratorium dari Kementerian Pertanian.

Lima Merek

Dari hasil pemeriksaan laboratorium Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Pasca Panen Pertanian, polisi mengidentifikasi lima merek beras premium yang tidak memenuhi ketentuan mutu. Di antaranya: Setra Ramos Merah, Setra Ramos Biru, dan Setra Pulen (diproduksi PT Food Station); Jelita (Toko Sumber Rejeki); serta Sania (PT Padi Indonesia Maju Wilmar).

Atas temuan tersebut, penyidik resmi meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan. “Ditemukan adanya dugaan peristiwa pidana dalam kasus pelanggaran mutu dan takaran beras, sehingga status perkara ditingkatkan,” jelas Helfi.

Kasus ini menyoroti lemahnya pengawasan terhadap sirkulasi bahan pangan pokok yang sangat vital bagi masyarakat. Selain berpotensi merugikan konsumen, praktik ini juga menimbulkan ketidakadilan bagi pelaku usaha yang menjalankan bisnis secara jujur.

Polisi kini tengah membidik para pihak yang terlibat, baik perseorangan maupun korporasi. Penyidikan lanjutan akan menentukan siapa saja yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini. (tb)

Berita Terbaru

Reformasi Sektor Pertambangan Nasional, Bahlil Laporkan Penataan IUP ke Presiden

JAKARTA,newsreal.id – Langkah tegas pemerintah diambil pemerintah dalam penataan izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan hutan. Hal ini menandai fase baru dalam reformasi sektor pertambangan...

Indonesia Buka Investasi Rusia untuk Infrastruktur Strategis Nasional

JAKARTA,newsreal.id – Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi Rusia untuk memperkuat kerja sama investasi jangka panjang di sektor energi. Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pasokan...

Masyarakat Transportasi Soroti Krisis Energi, Saatnya Berubah ke Transportasi Massal

JAKARTA,newsreal.id – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) melihat krisis energi global dijadikan momentum strategis untuk melakukan transformasi sistem transportasi nasional secara menyeluruh. MTI mendorong program peralihan...

Diluncurkan 17 Oktober 2023, Whoosh Catat 15 Juta Perjalanan Penumpang

JAKARTA, newsreal.id -Diluncurkan pada 17 Oktober 2023 hingga Selasa (14/4), Whoosh telah melayani lebih dari 15 juta perjalanan penumpang. Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menandai pertumbuhan...

Peran Serta Masyarakat Bangun Dapur BGN Tinggi, Data Sebut Investasi Capai Rp54 triliun

BOGOR, newsreal.id – Partisipasi masyarakat dalam membantu pemerintah untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat tinggi. Hal ini didasarkan pada data yang dicatat Badan...

Penggemar Wisata, Rangkaian New Generation Hadir di KA Bangunkarta dan Singasari

JAKARTA,newsreal.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun berinovasi dalam layanan perkeretaapian. Mereka akan mengoperasikan rangkaian Stainless Steel New Generation (SSNG) yang...

Alarm bagi Pengusaha Rokok Indonesia, Menkeu Beri Tenggat Beralih Ilegal ke Legal

JAKARTA,newsreal.id – Informasi penting disampaikan pemerintah kepada para pengusaha rokok di Indonesia. Informasi ini disampaikan, agar para pengusaha rokok ini segera melengkapi diri izin usaha...

Bentuk Sistem Agroforestri Tradisional, Ini Modal yang Dimiliki Indonesia

NEWSREAL, Jakarta – Diskursus mengenai tanaman komoditas unggulan nasional dalam konteks perubahan iklim kerap terjebak pada simplifikasi sumber masalah atau bagian dari solusi. Dalam kenyataannya,...

KPK Ingatkan Kemenperin Waspadai Risiko Tata Kelola Investasi Rp6,74 Triliun

NEWSREAL.ID, JAKARTA- KPK mengingatkan Kementerian Perindustrian untuk mengantisipasi potensi risiko tata kelola dalam realisasi investasi sebesar Rp6,74 triliun di 175 kawasan industri sepanjang 2025. Kepala...

Hadapi Gejolak Geopolitik, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PT Pertamina (Persero) mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai langkah strategis menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Vice President...

Pengusaha Wanti-wanti Risiko Fiskal di Balik Penahanan Harga BBM

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kalangan pengusaha mengapresiasi langkah pemerintah menahan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global akibat konflik Timur Tengah. Namun, kebijakan...

Harga BBM Nonsubsidi Belum Naik, Pertamina Tanggung Selisih Sementara

NEWSEAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tetap stabil meski terjadi lonjakan harga minyak dunia. Untuk sementara, selisih harga tersebut ditanggung oleh...

Leave a comment