Nasional

Pemerintah Genjot Intervensi Keluarga Miskin Berisiko Stunting

Tim Redaksi, Admin
Rabu, 2 Juli 2025 03:36 WIB
Pemerintah Genjot Intervensi Keluarga Miskin Berisiko Stunting
NEWSREAL.ID - RAKER DPR: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji (kiri) menghadiri rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/7). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah menempuh pendekatan lebih komprehensif untuk menurunkan prevalensi stunting, dengan memusatkan perhatian pada 1,4 juta keluarga berisiko tinggi dari kelompok masyarakat termiskin di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Selasa (1/7).

Ia menjelaskan bahwa dari 42 juta pasangan usia subur di Indonesia, terdapat 8,6 juta keluarga berisiko stunting, dan di antaranya 1,4 juta keluarga berasal dari desil 1, yaitu kelompok 10 persen terbawah dalam tingkat kesejahteraan nasional.

“Keluarga miskin dengan risiko stunting tinggi ini menjadi prioritas penanganan karena kondisi mereka sangat rentan, baik dari segi nutrisi maupun akses layanan dasar,” ungkap Wihaji.

Menurutnya, strategi penurunan angka stunting akan difokuskan pada perbaikan akses air bersih, edukasi gizi, sanitasi, serta intervensi perilaku, dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh adat sebagai agen perubahan sosial.

“Perubahan perilaku tidak cukup hanya melalui edukasi formal. Di banyak wilayah, tokoh agama dan adat jauh lebih didengar. Maka mereka akan kami libatkan dalam kampanye pencegahan stunting,” tambahnya.

Wihaji memaparkan bahwa faktor non-nutrisi turut memperbesar risiko stunting. Dari data yang dihimpun, 3,7 juta keluarga risiko stunting tidak memiliki jamban layak, 1,9 juta tidak memiliki akses air minum utama yang layak, dan 4,3 juta pasangan usia subur masih terjebak dalam pola “empat terlalu”: terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak dalam melahirkan, serta tidak menggunakan kontrasepsi modern.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang hadir dalam rapat menyatakan bahwa intervensi gizi terhadap ibu hamil masih perlu diperkuat. Dua program utama yang belum mencapai target adalah konsumsi tablet tambah darah dan pemberian makanan tambahan bagi ibu dengan kekurangan energi kronik (KEK).

“Target konsumsi tablet tambah darah selama kehamilan sebesar 65 persen, tapi baru tercapai 15,5 persen. Sementara asupan gizi tambahan bagi ibu hamil KEK baru mencapai 40,7 persen dari target 84 persen,” jelas Menkes.

Kementerian Kesehatan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan memperluas cakupan layanan dan distribusi nutrisi bagi kelompok rentan, termasuk melalui sistem distribusi langsung di posyandu dan puskesmas.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi nasional pengentasan stunting yang menargetkan prevalensi stunting anak turun ke bawah 14 persen pada tahun 2027. (ct)

Berita Terbaru

Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner

JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...

Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya

JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...

Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN

Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...

Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas

JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...

Diangkat Jadi Dewan Kehormatan SBNI, Hercules: NKRI Harga Mati

JAKARTA , NEWSREAL.id– Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rozario Marshal atau yang dikenal sebagai Hercules, kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban peran di...

Prabowo: KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Ekonomi Desa yang Terintegrasi

JAKARTA,NEWSREAL.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat...

Belum Putuskan Pengganti Febrie, Istana Tunggu Usulan Jaksa Agung

JAKARTA,NEWSREAL.id– Soal pengganti Febrie Adriansyah, pemerintah menunggu usulan resmi dari Jaksa Agung ST Burhanuddin. Hingga saat ini, Presiden Prabowo Subianto belum dapat menerbitkan keputusan pengangkatan...

Bupati Sukoharjo Jadi Tersangka KPK, Ini Respons Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

BATANG, NEWSREAL.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal meski Bupati Sukoharjo Etik Suryani telah...

Instruksi Prabowo, Aparatur Negara Introspeksi dan Pemerintahan Harus Bersih dari Korupsi

JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kinerja demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta berpihak kepada kepentingan...

Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Tokoh Pengusaha dan Politikus Nasional

JAKARTA, NEWSREAL.id– Indonesia berduka atas wafatnya pengusaha nasional sekaligus politikus Partai NasDem, Rachmat Gobel, yang meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Jakarta....

Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Tambah 10 Kapal Patroli di Laut Natuna Utara

JAKARTA, NEWSREAL.id– Pemerintah terus memperkuat pengamanan di Laut Natuna Utara dengan menambah armada kapal pengawas dan meningkatkan infrastruktur pengawasan guna mengantisipasi maraknya praktik penangkapan ikan...

Soal OTT Bupati Sukoharjo, KPK Ungkap Dugaan soal Kasus Pemerasan

JAKARTA, NEWSREAL.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap konstruksi awal operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. KPK sebut OTT tersebut berkaitan...

Leave a comment