Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Politik

PKS Respons Positif Pemisahan Pemilu Lokal dan Nasional

Tim Redaksi, Admin
Selasa, 29 Juli 2025 12:26 WIB
PKS Respons Positif Pemisahan Pemilu Lokal dan Nasional
NEWSREAL.ID - HAK PILIH: Warga menggunakan hak pilihnya pada pemilihan suara ulang Pilkada Kabupaten Serang di salah satu TPS, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, menyatakan dukungannya terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memisahkan pelaksanaan pemilu nasional dan pemilu lokal mulai tahun 2029.

Ia menilai putusan tersebut diambil secara sah, transparan, dan tanpa dissenting opinion di antara para hakim. “Putusan MK kali ini disetujui secara bulat tanpa perbedaan pendapat antar hakim. Itu menandakan proses pengambilan keputusan yang terbuka dan transparan,” ujar Mardani saat dihubungi, Senin (28/7).

Mardani yang juga menjabat Ketua DPP PKS Bidang Pemilu dan Pilkada menilai, pemisahan jadwal pemilu akan memberikan ruang lebih luas bagi isu-isu daerah untuk mencuat dan diperhatikan secara serius. Selama ini, katanya, pemilu lokal sering tersisih dalam hingar-bingar pemilu nasional.

“Pemisahan pemilu ini penting untuk memperkuat otonomi daerah. Tidak semua urusan harus berpusat di Jakarta. Dengan waktu pelaksanaan terpisah, isu daerah bisa lebih detail dibahas dan mendapat porsi yang layak,” tegasnya.

Argumentasi MK

Ia menolak anggapan sejumlah pihak yang menyebut putusan MK ini bertentangan dengan konstitusi. Mardani percaya hakim-hakim MK memahami konstitusi secara mendalam.

“Kalau ada yang bilang melanggar UUD, saya tidak yakin. Hakim MK itu paham betul konstitusi. Tapi bagus kalau ini jadi ruang diskursus publik. Kita tunggu argumentasi lengkapnya dari MK,” ujar Mardani.

Menurutnya, DPR RI, khususnya Komisi II, akan terus mengawal tindak lanjut putusan ini melalui revisi UU Politik yang tengah disiapkan dalam bentuk omnibus law. Ia mendorong agar keputusan besar semacam ini melibatkan dialog antar-lembaga negara dan masyarakat sipil.

“Semua pihak, legislatif, eksekutif, dan yudikatif pada akhirnya punya tujuan yang sama, yaitu memperkuat demokrasi kita. Dan pemisahan pemilu ini adalah salah satu langkah menuju proses demokrasi yang lebih sehat,” katanya.

Sebagaimana diketahui, MK lewat putusan nomor 135/PUU-XXII/2024 menetapkan bahwa Pemilu Nasional 2029 akan mencakup pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR, dan DPD. Sementara Pemilu Lokal, yang meliputi DPRD provinsi/kabupaten/kota serta kepala daerah, akan digelar terpisah antara dua hingga dua setengah tahun setelahnya, yakni antara 2031 hingga 2032.

Meski begitu, perdebatan konstitusional masih mengemuka dan belum semua fraksi DPR mengambil sikap resmi. Revisi UU Pemilu dan UU Pilkada akan menjadi titik krusial dalam mengimplementasikan putusan tersebut. (tb)

Berita Terbaru

Marahnya JK, Hingga Sebut-sebut Termul

JAKARTA, newsreal.id – Nada tinggi Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) terdengar di hadapan wartawan saat jumpa pers di kediamannya, Jakarta...

MBG Berdampak baik bagi Ekonomi Masyarakat, Ini Penilaian Gubernur Lemhanas

JAKARTA,newsreal.id – Program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah menuai reaksi pro dan kontra. Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace...

PDIP Desak PBB Lebih Tegas ke Israel Usai Delapan Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan (PDIP) menilai insiden yang menimpa delapan prajurit TNI di Lebanon harus menjadi momentum bagi PBB untuk bersikap lebih tegas terhadap Israel....

DPR Dorong Perlindungan Pekerja Kreatif, Kasus Amsal Jadi Sorotan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah mendorong kementerian-kementerian strategis untuk berkolaborasi dalam memberikan perlindungan bagi pekerja kreatif, menyusul kasus yang menimpa videografer...

Andrie Yunus Masih Dirawat Intensif, Kontras: Kondisi Belum Stabil

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Badan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Indria Fernida, mengungkapkan kondisi Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air...

DPR Usul Pelanggaran THR Dijerat Pidana, Bukan Sekadar Sanksi Administratif

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendorong pelanggaran pembayaran tunjangan hari raya (THR) oleh perusahaan agar dipertimbangkan masuk ranah pidana, tidak lagi...

Prabowo-Megawati Bertemu Dua Jam di Istana, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Kamis (19/3). Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu...

PKS Jateng Buka Sembilan Posko Mudik

NEWSREAL.ID, SEMARANG- PKS Jawa Tengah menyiapkan sembilan posko mudik Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah titik strategis. Posko ini disiapkan buat bantu pemudik yang melintas...

Megawati Pilih DPP PDIP untuk Open House Lebaran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, akan menggelar open house Lebaran Idulfitri tahun ini di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta. Baca Juga Dolfie...

Kasus Bupati Cilacap, Cak Imin Ingatkan Kepala Daerah PKB: Jangan Dekati Korupsi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus korupsi yang menjerat Bupati Cilacap menjadi peringatan keras di internal Partai Kebangkitan Bangsa. Ketua Umum PKB Cak Imin meminta seluruh kepala daerah...

RUU Hak Cipta Disiapkan DPR, Karya Jurnalistik Bakal Punya Royalti

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Karya jurnalistik tak lagi bisa sembarangan disadur atau disebarluaskan tanpa izin. DPR tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Hak Cipta yang bakal memberi perlindungan sekaligus...

Haji 2026 Ditunda karena Perang? DPR: Belum Ada Pengumuman dari Arab Saudi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar soal kemungkinan ibadah haji 2026 ditunda gara-gara situasi panas di Timur Tengah sempat bikin banyak calon jemaah deg-degan. Tapi sampai sekarang, pemerintah...

Leave a comment