
NEWSREAL.ID, SURABAYA- Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri berhasil membongkar aktivitas tambang batubara ilegal yang beroperasi di kawasan strategis Ibu Kota Negara (IKN) dan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Direktur Tipidter Bareskrim, Brigjen Pol Nunung Syaifuddin menyampaikan, penyidikan kasus ini telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni YH, CH, dan MH. Ketiganya memiliki peran berbeda mulai dari penambangan, pembelian, hingga penjualan batubara ilegal. Dua perusahaan, MMJ dan BMJ, juga turut terlibat.
“Penambangan ini dilakukan di kawasan hutan konservasi dan wilayah IKN—yang seharusnya dijaga sebagai aset strategis negara. Ini menjadi perhatian serius,” ujar Nunung dalam konferensi pers di Surabaya, Kamis (17/7).
Penyelidikan dimulai dari laporan aktivitas pemuatan batubara ilegal di Samboja pada Juni 2025. Tim gabungan yang terdiri dari Kementerian ESDM, KLHK, Otorita IKN, Surveyor Indonesia, dan Polda Kaltim melakukan pengecekan di lapangan, yang berujung pada penangkapan para tersangka.
Modus para pelaku adalah membeli batubara dari tambang ilegal, mengemasnya dalam karung, memasukkannya ke kontainer, lalu mengangkutnya melalui Terminal Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT). Mereka memalsukan legalitas batubara dengan dokumen dari perusahaan pemegang IUP seolah berasal dari tambang resmi.
Sita Barang Bukti
Polisi menyita 351 kontainer berisi batubara, di mana 248 kontainer diamankan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan sisanya di Pelabuhan KKT Balikpapan. Selain itu, disita pula 11 truk trailer, 7 alat berat, dan sejumlah dokumen legalitas palsu seperti IUP, dokumen pengangkutan, dan surat asal barang.
Nunung menyebut praktik ini telah berlangsung sejak 2016 hingga 2025, dengan kerugian negara mencapai Rp5,7 triliun, terdiri dari Rp3,5 triliun akibat hilangnya batubara, dan Rp2,2 triliun akibat kerusakan hutan seluas 4.236 hektare.
“Ini baru estimasi awal. Nilainya bisa bertambah karena kami masih mendalami keterlibatan pihak lain, termasuk pemilik dokumen IUP dan mereka yang memfasilitasi transaksi ilegal ini,” tegas Nunung.
Para tersangka dijerat Pasal 161 UU No. 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara, dengan ancaman lima tahun penjara dan denda hingga Rp100 juta. Selain itu, penyidik juga akan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) karena aktivitas ini sudah berlangsung hampir satu dekade.
“Penyidikan belum selesai. Kami akan buru pihak-pihak lain yang terlibat dalam jejaring tambang ilegal ini, termasuk mereka yang membantu melegalkan batubara hasil kejahatan lingkungan,” pungkasnya. (ct)
Heboh Temuan Ombusmand RI di Lapas Cibinong, Diah Warih: Keadilan Tak Boleh Mengenal Kasta di Balik Jeruji
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Keadilan tidak boleh mengenal kasta, termasuk di balik jeruji besi. Prinsip itulah yang ditegaskan Founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari dalam menyoroti hasil...
Temuan Ombudsman dan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berbeda, Komisi XIII : Harus Diusut Tuntas
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso meminta perbedaan hasil pemeriksaan Ombudsman RI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di Lapas Kelas...
Terkait Proyek Dinas PUTR, KPK Gelar OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara
JAKARTA,NEWSREAL.ID– Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menjadi bupati yang ditarget Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkini. Sirajudin terkait dugaan korupsi...
Tersangka Kasus Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan Ditetapkan, Diwa: Isu Anggota GRIB Terlibat Hoaks
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Misteri kasus meninggalnya pedagang cermin di kawasan Pejompongan memasuki babak baru. Kepolisian telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Perkembangan ini sekaligus menjadi penegasan...
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat....
Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Ditangani Sembilan Polda
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi,...
Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan
TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...
DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyekapan oleh Oknum Polisi di Jateng
JAKARTA, NEWSREAL.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI soroti kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial M (30), warga Cirebon, Jawa Barat (Jabar)....
OTT Bupati Langkat, KPK Amankan 7 Orang dan Uang Ratusan Juta
JAKARTA, NEWSREAL.id-Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Langkat Syah Afandin menyeret seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan lima pihak...
Nusakambangan Jadi Kawasan Produktif, Titiek Soeharto Apresiasi Keberhasilan Kemenimipas Bangun Kemandirian
CILACAP,Newsreal.id -Program ketahanan pangan yang dikembangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto...
Jabatan Silmy Karim Dicopot, Perintah Presiden Prabowo
JAKARTA,NEWSREAL.id – Buntut Silmy Karim menjadi tersangka KPK, jabatannya langsung dicopot. Sikap tegas ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi atas perintah dari Presiden...
Peran Wamen Imipas Silmy Karim Hingga Ditahan KPK
JAKARTA,NEWSREAL.id – Peran Wamen Imipas nonaktif Silmy Karim (SK) dalam kasus dugaan pemerasan terkait izin tinggal warga negara asing (WNA) di Kemekum Imipas pada rentang...