Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

KNKT Ungkap Penyebab Awal KMP Tunu Pratama Tenggelam

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 8 Juli 2025 16:08 WIB
KNKT Ungkap Penyebab Awal KMP Tunu Pratama Tenggelam
NEWSREAL.ID - INVESTIGASI KNKT: Tim investigator keselamatan Pelayaran KNKT tengah melakukan serangkaian kegiatan investigasi terhadap KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam. (Foto: KNKT)

NEWSREAL.ID, SURABAYA- Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali masih menyisakan banyak tanda tanya. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap temuan awal bahwa kapal sempat dihantam gelombang besar sebelum karam pada Rabu (2/7) malam.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, berdasarkan keterangan para korban selamat dan awak kapal, KMP Tunu Pratama Jaya sempat diterjang ombak setinggi 2 hingga 3 meter.
“Dari hasil wawancara awal, memang disebutkan kapal sempat dihantam gelombang yang cukup besar,” ujarnya saat ditemui di Banyuwangi, Selasa (8/7).

Meski demikian, Soerjanto menekankan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah gelombang tinggi menjadi penyebab utama tenggelamnya kapal. KNKT masih mendalami rancang bangun dan batas kemampuan kapal dalam menghadapi kondisi laut ekstrem.

Untuk itu, KNKT sedang menelusuri dokumen teknis dan histori perawatan kapal dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) di Jakarta. Diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya terakhir kali menjalani perawatan pada Oktober 2024.

“Kami akan ke Jakarta untuk mengakses data lengkap dari BKI, termasuk catatan saat kapal terakhir docking,” ujarnya. Saat ini, KNKT telah mengumpulkan sekitar 70 persen bukti investigasi, termasuk dokumen kapal, video kejadian, serta kesaksian para korban selamat.

Rekomendasi Keselamatan

“Nantinya setelah data dari BKI kami terima, kami bisa merampungkan 100 persen investigasi dan menyusun rekomendasi keselamatan,” ungkap Soerjanto.

KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali. Kapal terpantau tenggelam sekitar pukul 23.35 WIB di koordinat 8° 9’32.35″S 114°25’6.38″.

Dari total 65 nama dalam manifes, sejauh ini 40 orang telah ditemukan, terdiri dari 30 selamat dan 10 meninggal dunia. Namun, jumlah korban diperkirakan lebih besar karena manifes penumpang diduga tidak akurat. Banyak keluarga korban melaporkan bahwa kerabat mereka naik kapal tanpa tercatat secara resmi.

KNKT berjanji akan menyampaikan hasil investigasi akhir setelah seluruh data teknis dan temuan lapangan dirampungkan. (tb)

Berita Terbaru

Menhub Pastikan Mudik-Balik Lancar

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan seluruh fasilitas transportasi selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan optimal. Pernyataan itu disampaikan saat...

Usai Lebaran, ASN WFH 1 Hari per Pekan, Pemerintah Klaim Hemat BBM hingga 20 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah Lebaran 2026. Skema ini dirancang sebagai langkah efisiensi energi...

Arus Balik Lebaran, KAI Siapkan 293 Ribu Kursi ke Jakarta

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan ketersediaan kursi kereta api untuk arus balik Lebaran 2026 masih aman. Tercatat, sebanyak 293.937 tempat duduk masih...

Arus Balik Lebaran, Polri Minta Pemudik Manfaatkan Diskon Tol 26-27 Maret

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat memanfaatkan diskon tarif tol saat arus balik Lebaran pada 26–27 Maret 2026 guna mengurai kepadatan kendaraan....

Ini Daftar Wilayah RI Berpotensi Paling Panas di Kemarau 2026 Versi BMKG

NEWSREAL.ID, JAKARTA– BMKG memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami suhu lebih panas selama musim kemarau 2026, meski tidak seekstrem tahun 2024. Dalam laporan Climate...

Prabowo Buka Alasan RI Gabung BoP

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan Indonesia bersama negara-negara mayoritas Muslim bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Keputusan itu disebut sebagai...

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Jejaknya dari Bisnis hingga Olahraga

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar duka datang dari dunia bisnis dan olahraga Indonesia. Pimpinan Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu...

Resmi! Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diumumkan langsung...

Diskon 30 Persen Diserbu, 280 Ribu Penumpang KA Berangkat dari Jakarta

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Program diskon tarif 30 persen kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026 mendapat respons tinggi. PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat sekitar 280...

Puncak Mudik Via Laut Tembus 28 Ribu Penumpang, Pelni Lampaui Target

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Lonjakan pemudik via jalur laut mencapai puncaknya pada Rabu (18/3), dengan jumlah penumpang kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menembus lebih dari 28...

Diserbu Pemudik! 730 Ribu Tiket Kereta Lebaran 2026 Ludes Terjual

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Minat masyarakat untuk mudik naik kereta api melonjak tajam. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat sebanyak 734.293 tiket KA jarak...

BGN Gandeng Kejagung Awasi Program MBG

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memperkuat pengawasan penggunaan anggaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini tersebar di...

Leave a comment