
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mengambil langkah agresif dalam mengatasi krisis hunian yang masih menghantui jutaan warga. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 17.510 unit rumah ditargetkan mendapat penanganan melalui berbagai program strategis, sebuah upaya nyata untuk menurunkan angka backlog perumahan di provinsi ini.
Dari total tersebut, 17.000 unit rumah akan ditangani melalui skema bantuan keuangan pemerintah desa untuk rumah tidak layak huni (RTLH), sementara 510 unit lainnya akan diperbaiki atau direlokasi melalui bantuan sosial pascabencana dan situasi darurat lainnya.
“Backlog ini bukan sekadar angka, tapi menyangkut kualitas hidup. Rumah layak adalah fondasi dari kesejahteraan,” tegas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dalam acara Sosialisasi dan Bimtek Permen PKP Nomor 9 dan 10 Tahun 2025 di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Kamis (31/7).
Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jateng, hingga akhir 2024 tercatat backlog kepemilikan rumah mencapai 310.855 unit, sementara backlog kelayakan menyentuh 1.132.968 unit. Angka ini mencerminkan masih banyaknya warga yang tinggal di rumah tak layak, atau belum memiliki hunian sendiri.
Situasi ini menjadi tantangan besar, yang tak bisa hanya diatasi oleh pemerintah provinsi. Taj Yasin pun mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk lebih aktif bersinergi dalam penanganan perumahan. Hal ini juga sejalan dengan program nasional 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Isu Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP, Aziz Andriansyah, menjelaskan bahwa krisis perumahan menjadi isu nasional. Saat ini, kekurangan rumah di seluruh Indonesia diperkirakan mencapai 9,9 juta unit.
“Pembangunan 3 juta rumah akan didorong secara merata, baik di perkotaan, pedesaan, hingga wilayah pesisir,” ujar Aziz. Ia menegaskan, kunci keberhasilan program ini adalah koordinasi lintas sektor, ketersediaan pembiayaan terjangkau, serta komitmen kuat dari pemerintah daerah.
Aziz juga menekankan bahwa perumahan bukan hanya soal bangunan fisik, tapi menyentuh aspek kehidupan yang lebih luas: kesehatan, pendidikan, keamanan, hingga produktivitas ekonomi warga. “Rumah adalah jantung kehidupan sosial. Tanpa rumah yang layak, sulit bicara soal peningkatan kualitas hidup,” katanya.
Pemprov Jateng pun optimistis bahwa target 17.510 unit rumah yang akan ditangani tahun ini bisa tercapai, terlebih dengan dukungan pemerintah pusat dan kesadaran kolektif seluruh pemangku kepentingan. Dengan backlog yang terus dikikis, harapan akan masa depan yang lebih layak bagi masyarakat Jawa Tengah pun semakin nyata. (tb)
Warga Bibis Baru Solo Desak STOP Operasional Tower BTS, Diwa : Nyawa dan Keselamatan Warga Lebih Berharga
SOLO,NEWSREAL.id — Kantor Satpol Kota Solo, Jawa Tengah di geruduk belasan warga dari Kampung Bibis Baru, Nusukan RT 01 dan RT 02, RW 24, Banjarsari,...
Soroti Kasus Pencuri Tewas Dikeroyok Massa, Diwa Foundation: Tegakkan Hukum dan Keadilan
DiwaJAKARTA, NEWSREAL.com– Di balik peristiwa yang kini menjadi perhatian publik, tangis seorang anak menjadi pengingat bahwa setiap tindak kekerasan meninggalkan dampak panjang bagi keluarga yang...
Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan
TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...
Gubernur Jateng Tunjuk Eko Sapto Purnomo Jadi Plt Bupati Sukoharjo
SEMARANG, NEWSREAL.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal setelah Bupati Sukoharjo Etik Suryani ditetapkan sebagai...
Cegah “Bullying”, Mendikdasmen Imbau Identitas Terduga Pelaku Teror Bom SDN Jaksel Tak Diumbar
JAKARTA,NEWSREAL.id-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta seluruh pihak menjaga kerahasiaan identitas terduga pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta...
Dorong Keadilan Korektif, LOGIS 08 Minta Penanganan Dugaan Korupsi Utamakan Pemulihan Kerugian Negara
JAKARTA,NEWSREAL.id – Organisasi LOGIS 08 mendorong aparat penegak hukum mengedepankan pendekatan keadilan korektif (corrective justice) dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi. Pendekatan tersebut dinilai tidak...
Soal Perlindungan Lahan Pertanian dan Penanganan Sampah, Pemprov Jateng Targetkan 26 Daerah Ini
SEMARANG,NEWSREAL.id-Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat upaya penyelesaian dua persoalan lingkungan yang dinilai semakin mendesak, yakni alih fungsi lahan pertanian dan pengelolaan sampah, terutama di kawasan...
Kronologi dan Fakta Lengkap Kecelakaan Maut di Indramayu, 13 Tewas
INDRAMAYU, NEWSREAL.id – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, setelah kecelakaan maut yang melibatkan sebuah mobil pikap pengangkut rombongan pengantar pengantin dan truk tronton...
Perkuat Pendidikan Inklusif, Pemerintah Percepat Revitalisasi SLB hingga Digitalisasi Pembelajaran
KENDAL, NEWSREAL.id– Pemerintah terus memperkuat pembangunan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus melalui revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, dan peningkatan kompetensi guru. Langkah tersebut menjadi bagian...
4 Juta Anak Belum Sekolah, Kemensos Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat
JAKARTA, NEWSREAL.id – Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah terus dipercepat. Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengatakan Presiden memberikan...
KPK Bergerak di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Terjaring OTT
SOLO,NEWSREAL.id– Bupati Sukoharjo Etik Suryani terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (9/7/2026). Namun demikian, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif dan belum...
Bupati Kendal Tegaskan Keterbukaan Informasi Wajib Jadi Budaya di Seluruh Sekolah Dasar
KENDAL, NEWSREAL.id – Pemerintah Kabupaten Kendal terus memperkuat tata kelola pendidikan yang transparan melalui penguatan budaya keterbukaan informasi di lingkungan sekolah dasar. Bupati Kendal Dyah...