Ekonomi Bisnis

Nike & Adidas Angkat Kaki dari Tangerang, Upah Murah di Tengah Jawa Jadi Magnet

Tim Redaksi, Admin
Jumat, 31 Oktober 2025 18:44 WIB
Nike & Adidas Angkat Kaki dari Tangerang, Upah Murah di Tengah Jawa Jadi Magnet
NEWSREAL.ID - PACKING SEPATU: Sejumlah pekerja PT Victory Ching Luh Indonesia, produsen sepatu NIKE yang berlokasi di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten melakukan packing. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Gelombang relokasi industri alas kaki kembali terjadi. Setelah puluhan tahun jadi pusat produksi sepatu ternama, kini sejumlah pabrik pemasok merek global seperti Nike dan Adidas memilih hengkang dari Tangerang. Alasannya sederhana tapi krusial: upah di Jawa bagian tengah jauh lebih murah.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Rizky Aditya Wijaya mengatakan, langkah relokasi ini didorong oleh kebutuhan efisiensi biaya, terutama di sektor tenaga kerja yang menyerap porsi terbesar dalam struktur produksi.

“Terjadinya PHK di wilayah barat Jawa itu bukan berarti produksi berhenti. Mereka hanya pindah ke daerah tengah yang upahnya lebih murah, jauh lebih murah,” kata Rizky, Kamis (30/10).

Menurut Rizky, pihaknya belum menerima laporan resmi dari perusahaan terkait, namun informasi tersebut sudah dikonfirmasi oleh Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo).

“Untuk kasus di Tangerang kemarin, informasinya mereka pindah ke Cirebon. Komunikasi baru dari asosiasi, dari perusahaannya belum. Nanti coba kita kawal,” jelasnya.

Tergantung Partner

Sebelumnya, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal juga mengungkapkan hal serupa. Ia menyebut pabrik-pabrik pemasok Adidas dan Nike memang memilih daerah seperti Cirebon, Brebes, Pekalongan, dan Batang karena tingkat upah minimum di sana lebih rendah dibanding Tangerang dan sekitarnya.

“Tergantung nanti partner-nya. Kalau Tah Sung dan Long Rich itu mainnya di Cirebon-Brebes. Victory Chingluh itu pindahnya ke Pekalongan atau Batang,” kata Said Iqbal saat ditemui di Jakarta Convention Center.

Meski ada pergeseran lokasi produksi, Kemenperin memastikan kinerja industri alas kaki nasional masih berada di jalur positif. Hingga tahun ini, sektor tersebut tumbuh sekitar 8 persen.

Rizky menegaskan, relokasi pabrik bukan berarti industri sepatu sedang lesu, melainkan bagian dari strategi adaptasi perusahaan terhadap dinamika biaya dan daya saing antarwilayah. “Mereka tidak hengkang dari Indonesia, tapi hanya mencari lokasi yang lebih efisien,” ujarnya.

Langkah relokasi ini menambah daftar panjang pergeseran industri padat karya dari kawasan industri barat menuju wilayah tengah dan timur Jawa. Tren tersebut mencerminkan tantangan klasik antara kebutuhan efisiensi pelaku usaha dan perlindungan kesejahteraan tenaga kerja di daerah industri padat. (tb)

Berita Terbaru

Ekspor Gas ke Negara tak Diperpanjang, HKI : Langkah Tepat

JAKARTA,NEWSREAL.ID-Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menyampaikan rencana pemerintah untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga sebagai langkah tepat guna memastikan kebutuhan energi industri...

36 Investor Global Dikumpulkan OJK, Ada Apa ?

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar rapat virtual dengan 336 investor regional dan global, pada Senin (19/10/2026) lalu, guna...

Operasional KDKMP 1 Oktober, BUMN Pendukung Teken PKS dengan Agrinas

JAKARTA,NEWSREAL.ID – PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan sejumlah mitra BUMN untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang...

Era Prabowo Subianto Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun Dilunasi

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan pemerintah telah menuntaskan pembayaran utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp218,3 triliun kepada Bank Indonesia...

Diwa Foundation Hadir di Gorontalo, Penuhi Undangan Bank Indonesia untuk Ramaikan Event HARFEST 2026

GORONTALO, NEWSREAL.ID – Bank Indonesia Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Pemprov Gorontalo dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Festival Kuliner dalam rangkaian Hulonthalo Art...

Logis 08: Penguatan Rupiah dan IHSG Dipengaruhi Tren Positif Pelaku Pasar yang Diinisiasi Sufmi Dasco

JAKARTA,NEWSREAL.id – Penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir dinilai menjadi sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan pelaku...

Rupiah Kian Dekati Rp 18.000, Begini Komitmen BI

JAKARTA,NEWSREAL.id – Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,. Hal tersebut menjadi komitmen BI seperti yang disampaikan gubernurnya belum...

KSP Tegaskan Ucapan Presiden soal Dolar terkait Pemakaian Sumber Daya di Desa

JAKARTA, NEWSREAL.id – Pernyataan Presiden Prabowo terkait warga desa tidak menggunakan dolar AS karena ingin menyoroti bahwa masyarakat di desa menggunakan sumber daya lokal. Hal...

Kredibilitas BI Usai Rupiah Signifikan Melemah Dipertanyakan

JAKARTA,NEWSREAL.id – Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio menyoroti kinerja Bank Indonesia (BI) yang merespons pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan yang terjadi di...

Penandatanganan MoU Danantara-Hisense Disaksikan Prabowo di Kartanegara

JAKARTA,NEWSREAL.id– Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Hisense di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Jumat, 15 Mei 2025. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja...

Pertumbuhan Ekonomi Nasional Positif Tembus 5,61 Persen

JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang kini menunjukkan tren akselerasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai...

Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar

PONTIANAK,NEWSREAL.id – Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai Calon Direktur Utama (Dirut) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Februari 2026. Penunjukan ini...

Leave a comment