Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Dana Pemda Nganggur Rp233 Triliun di Bank, Kemenkeu: Belanja Daerah Terlalu Lambat

Tim Redaksi, Newsreal.id
Sabtu, 4 Oktober 2025 15:12 WIB
Dana Pemda Nganggur Rp233 Triliun di Bank, Kemenkeu: Belanja Daerah Terlalu Lambat
NEWSREAL.ID - Foto: Ilustrasi tumpukan uang di salah satu bank. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Alih-alih dipakai untuk pembangunan, duit pemerintah daerah (pemda) justru menumpuk di bank. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat saldo dana pemda yang mengendap di perbankan tembus Rp233 triliun per 2025.

Baca : Purbaya Guyur Rp200 T ke Perbankan, Fokus Dorong Sektor Riil

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, menilai fenomena ini sudah jadi “kebiasaan lama”.

Ia menjelaskan, akar masalahnya ada di siklus penyusunan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang selalu molor.

Perencanaan APBD tahun depan biasanya baru dilakukan pada September atau Oktober tahun berjalan. Kontrak belanja baru diteken sekitar April tahun berikutnya, sedangkan realisasi belanja dipacu pada kuartal akhir, Oktober–Desember.

“Dengan siklus seperti itu, uang yang sudah dibayar dari tahun sebelumnya, lalu masuk lagi dan bertambah, akhirnya menumpuk di Bank Pembangunan Daerah (BPD). Inilah yang bikin saldo kas daerah terlihat tinggi,” kata Prima dalam Media Briefing di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (3/10).

Akhir Tahun

Menurutnya, dana Rp233 triliun itu akan mulai dicairkan menjelang akhir tahun dan biasanya menyusut menjadi sekitar Rp90–100 triliun. Meski begitu, ia mengakui ada daerah yang tetap gagal membelanjakan APBD secara optimal, sehingga uangnya “nongkrong” saja di bank.

Bentuk dana mengendap tersebut bervariasi, salah satunya berupa simpanan giro yang dipakai untuk membayar kontrak pemerintah daerah.

“Ini yang jadi tantangan, bagaimana daerah bisa mempercepat eksekusi kontrak supaya saldo kasnya tidak terlihat terlalu tinggi,” ujar Prima.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengingatkan dana pemda yang parkir di bank naik dibanding periode yang sama tahun lalu. Per Agustus 2024, jumlahnya Rp192,57 triliun.

Ia menegaskan, transfer ke daerah (TKD) tetap dilakukan pemerintah pusat, namun rendahnya belanja pemda membuat anggaran tidak segera terserap.

Berdasarkan catatan Kemenkeu, dana mengendap pemda pada 2025 menjadi yang paling tinggi sejak 2021. Suahasil menilai hal itu merugikan karena APBD seharusnya bisa memberi stimulus tambahan bagi perekonomian daerah, bukan justru mengendap di bank.

“Kita berharap daerah mempercepat belanja agar APBD mampu memberikan stimulus bersama dengan APBN,” tutur Suahasil dalam Konferensi Pers APBN Kita, Senin (22/9). (ct)

Rincian Dana Pemda yang Parkir di Bank 2025:

  1. Jawa: Rp84,77 triliun (119 pemda)
  2. Kalimantan: Rp51,34 triliun (61 pemda)
  3. Sumatra: Rp43,63 triliun (164 pemda)
  4. Sulawesi: Rp19,27 triliun (87 pemda)
  5. Maluku dan Papua: Rp17,34 triliun (67 pemda)
  6. Bali dan Nusa Tenggara: Rp16,75 triliun (44 pemda)

Berita Terbaru

BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Dirut

NEWSREAL.ID, JAKARTA– PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama. Penunjukan tersebut diputuskan melalui rapat direksi (radir) yang...

Inflasi Januari 2026 Naik Tajam, BPS Ungkap Efek Diskon Listrik

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026 mencapai 3,55 persen. Kenaikan tersebut dipengaruhi fenomena low base effect akibat stimulus...

Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Diskon Tiket dan Tol

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kabar baik buat pemudik. Pemerintah menyiapkan program diskon tiket transportasi hingga tarif jalan tol untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur Ramadhan dan Lebaran...

Perputaran Uang Tambang Emas Ilegal Nyaris Rp1.000 Triliun

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap besarnya perputaran uang dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Indonesia. Dalam periode 2023-2025,...

Purbaya Siap Evaluasi Total Pajak dan Bea Cukai

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Target penerimaan negara yang meleset menjadi alarm keras bagi Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tak akan memberi toleransi jika kinerja...

Oleh-Oleh Haji Kini Bisa Dibeli dari Tanah Air

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tradisi membawa oleh-oleh sepulang haji tak lagi harus bergantung pada belanja di Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah menyiapkan terobosan digital...

Masuk 2026, Properti Masih Ngebut: Gudang, Industri, hingga Hotel Jadi Andalan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Setelah melewati tahun 2025 yang penuh dinamika, sektor properti nasional tak kehilangan optimisme. Memasuki 2026, sejumlah subsektor diprediksi tetap tumbuh, dengan pergudangan dan...

Komisi VII DPR Puji Industri yang Pakai Bahan Lokal

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Industri jamu nasional dinilai punya daya tahan kuat di tengah tantangan global. Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi terhadap industri farmasi tradisional yang...

Freeport Siapkan Langkah Perpanjangan Izin di RI

NEWSREAL.ID JAKARTA- Operasi tambang raksasa Freeport di Papua belum mau berhenti dalam waktu dekat. Setelah proyek smelter hampir tuntas, Freeport-McMoRan Inc. mulai membuka bab baru:...

Pipa Bocor, RI Kehilangan 2 Juta Barel Minyak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Awal tahun 2026 diwarnai gangguan serius pada sektor energi nasional. Kebocoran pipa migas di wilayah Sumatra berdampak pada terhentinya aliran gas ke salah...

Menkeu Purbaya Siap Bersih-bersih Pajak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak ada toleransi bagi oknum internal Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang melakukan pelanggaran. Dengan dukungan penuh Presiden...

PHK Naik di 2025, Kemnaker Ungkap Biang Keroknya

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membeberkan penyebab utama melonjaknya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang tahun 2025. Total, ada 88.519 pekerja yang terdampak, naik lebih...

Leave a comment