
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Alih-alih dipakai untuk pembangunan, duit pemerintah daerah (pemda) justru menumpuk di bank. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat saldo dana pemda yang mengendap di perbankan tembus Rp233 triliun per 2025.
Baca : Purbaya Guyur Rp200 T ke Perbankan, Fokus Dorong Sektor Riil
Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, menilai fenomena ini sudah jadi “kebiasaan lama”.
Ia menjelaskan, akar masalahnya ada di siklus penyusunan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang selalu molor.
Perencanaan APBD tahun depan biasanya baru dilakukan pada September atau Oktober tahun berjalan. Kontrak belanja baru diteken sekitar April tahun berikutnya, sedangkan realisasi belanja dipacu pada kuartal akhir, Oktober–Desember.
“Dengan siklus seperti itu, uang yang sudah dibayar dari tahun sebelumnya, lalu masuk lagi dan bertambah, akhirnya menumpuk di Bank Pembangunan Daerah (BPD). Inilah yang bikin saldo kas daerah terlihat tinggi,” kata Prima dalam Media Briefing di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (3/10).
Akhir Tahun
Menurutnya, dana Rp233 triliun itu akan mulai dicairkan menjelang akhir tahun dan biasanya menyusut menjadi sekitar Rp90–100 triliun. Meski begitu, ia mengakui ada daerah yang tetap gagal membelanjakan APBD secara optimal, sehingga uangnya “nongkrong” saja di bank.
Bentuk dana mengendap tersebut bervariasi, salah satunya berupa simpanan giro yang dipakai untuk membayar kontrak pemerintah daerah.
“Ini yang jadi tantangan, bagaimana daerah bisa mempercepat eksekusi kontrak supaya saldo kasnya tidak terlihat terlalu tinggi,” ujar Prima.
Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengingatkan dana pemda yang parkir di bank naik dibanding periode yang sama tahun lalu. Per Agustus 2024, jumlahnya Rp192,57 triliun.
Ia menegaskan, transfer ke daerah (TKD) tetap dilakukan pemerintah pusat, namun rendahnya belanja pemda membuat anggaran tidak segera terserap.
Berdasarkan catatan Kemenkeu, dana mengendap pemda pada 2025 menjadi yang paling tinggi sejak 2021. Suahasil menilai hal itu merugikan karena APBD seharusnya bisa memberi stimulus tambahan bagi perekonomian daerah, bukan justru mengendap di bank.
“Kita berharap daerah mempercepat belanja agar APBD mampu memberikan stimulus bersama dengan APBN,” tutur Suahasil dalam Konferensi Pers APBN Kita, Senin (22/9). (ct)
Rincian Dana Pemda yang Parkir di Bank 2025:
- Jawa: Rp84,77 triliun (119 pemda)
- Kalimantan: Rp51,34 triliun (61 pemda)
- Sumatra: Rp43,63 triliun (164 pemda)
- Sulawesi: Rp19,27 triliun (87 pemda)
- Maluku dan Papua: Rp17,34 triliun (67 pemda)
- Bali dan Nusa Tenggara: Rp16,75 triliun (44 pemda)
Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...
Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...
Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’
NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...
Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...
Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...
Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...
ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...
Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...
Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...
Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...
Ombudsman Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Impor 150 Ribu Mobil Niaga dari India
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana pemerintah mengimpor 150 ribu mobil niaga dari India untuk mendukung logistik Koperasi Desa menuai sorotan. Ombudsman RI menyarankan agar kebijakan tersebut dievaluasi...
Mudik Lebaran 2026, PT Pelni Beri Diskon Tiket 30 Persen
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar baik buat calon pemudik jalur laut. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan diskon tiket kapal sebesar 30 persen selama periode mudik Lebaran...

