
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Dukungan terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto menerbitkan rehabilitasi bagi tiga mantan pejabat PT ASDP Indonesia Ferry terus mengalir.
Kali ini, apresiasi datang dari Founder Diwa Foundation yang juga Ketua Umum Ormas G-Nesia, Diah Warih Anjari yang menilai keputusan tersebut sebagai langkah tepat yang mengutamakan rasa keadilan publik.
Diah menilai, Presiden Prabowo telah memperlihatkan keberpihakan terhadap proses hukum yang objektif dan mendengarkan aspirasi masyarakat. “Keputusan rehabilitasi ini menunjukkan Presiden hadir untuk memastikan bahwa hukum tidak sekadar tajam menghukum, tetapi juga adil bagi mereka yang tidak terbukti mendapat keuntungan pribadi dari sebuah keputusan korporasi,” ujar Diah dalam keterangan tertulis, Selasa, (25/11).
Menurutnya, terdapat sejumlah alasan kuat yang membuat keputusan Presiden patut diapresiasi. Pertama, tidak ada keuntungan pribadi bagi para terdakwa. Diah menggarisbawahi fakta persidangan bahwa tidak ada bukti ketiga pejabat ASDP, Ira Puspadewi, Muhammad Yusuf Hadi, dan Harry Muhammad Adhi Caksono menerima keuntungan finansial pribadi dari proses akuisisi PT Jembatan Nusantara.
“Jika tidak ada niat memperkaya diri, tentu ada ruang bagi negara untuk menilai ulang proporsi keadilan,” tegasnya.
Kedua, keputusan bisnis bersifat kolektif manajemen. Ia menilai langkah akuisisi yang menjadi dasar perkara merupakan keputusan manajerial korporasi, yang lazim dilakukan BUMN dalam upaya pengembangan bisnis.
Dalam banyak kasus, keputusan bisnis dapat menghasilkan konsekuensi yang dinilai tidak ideal, namun bukan berarti mengandung unsur kriminal. “BUMN harus berani mengambil keputusan strategis. Tidak semua risiko bisnis bisa ditafsirkan sebagai tindak pidana,” katanya.
Ketiga, mengapresiasi dissenting opinion hakim. Diah menyebut dissenting opinion Hakim Ketua yang menyatakan perbuatan ketiga terdakwa bukan tindak pidana korupsi patut menjadi catatan penting bagi pemerintah dalam melihat proporsi perkara tersebut. “Perbedaan pendapat dalam majelis hakim menunjukkan adanya ruang interpretasi yang tidak hitam-putih. Di situ lah Presiden mengambil peran,” ujarnya.
Terakhir, Presiden mengambil sikap tanpa mengganggu proses hukum. Menurut Diah, Presiden tetap menghormati kewenangan aparat penegak hukum dan menunggu putusan pengadilan sebelum mengambil keputusan rehabilitasi.
“Ini preseden baik. Negara hadir bukan untuk mengintervensi, tetapi memberi koreksi setelah seluruh proses hukum dijalankan,” jelasnya. Diah berharap kebijakan rehabilitasi ini menjadi momentum untuk menata kembali tata kelola BUMN, agar keputusan bisnis tidak selalu dibayangi kriminalisasi, sekaligus memperkuat sistem kehati-hatian di tubuh perusahaan negara.
“Rehabilitasi ini bukan hanya soal tiga orang, tetapi pesan bahwa pemerintah ingin membangun ekosistem bisnis BUMN yang berani, akuntabel, dan tidak takut mengambil langkah strategis,” pungkasnya. (tb)
Pimpin Ratas, Prabowo Bahas Aspirasi Pekerja hingga Peran Kampus untuk Bangun Daerah
JAKARTA, NEWSREAL id -Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten, Jawa Barat, pada Sabtu, 2...
Kecelakaan Maut KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Diusut Kepolisian
JAKARTA,NEWSREAL.id – Kepolisian mengusut kecelakaan tragis yang melibatkan taksi Green SM, KRL, dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Kota Bekasi. Peristiwa pilu kecelakaan...
Bertemu Sultan HB X, Diwa Foundation Paparkan Rencana Kegiatan Kebangsaan Bersama KND RI
YOGYAKARTA,NEWSREAL.id – Kota Yogyakarta dipilih Komisi Nasional Disabilitas RI bersama Diwa Foundation dalam menggelar berbagai kegiatan akbar dan sosial menjelang Peringatan Hari Lahir Pancasila dan...
Dikecam, Pemasangan Spanduk “Rising Lion” di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia Gaza
JAKARTA,NEWSREAL.id – Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras tindakan dan propaganda militer di atas reruntuhan rumah sakit Gaza Palestina. Dalam siaran persnya, Kemlu menyatakan prihatin...
Keberangkatan Perdana, Menhaj Lepas 391 Jamaah Embarkasi Jakarta-Pondok Gede
JAKARTA,NEWSREAL.id — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi melepas keberangkatan kloter pertama calon jamaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M...
Kemenhaj dan Polri Berantas Haji Ilegal hingga ke Daerah
JAKARTA, NEWSREAL.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggandeng Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk meningkatkan pengawasan serta menekan praktik haji nonprosedural yang kerap merugikan...
Diluncurkan Kemendes, CSR ISSF Peningkatan Ekonomi Desa
JAKARTA,NEWSREAL.id – Kemampuan ekonomi pedesaan diharapkan terus meningkat. Hal ini menjadi salah satu program yang ditelurkan Kementerian Desa (Kemendes). Seperti yang diluncurkan baru-baru ini yakni...
Kapal Gamsunoro Disewa Pihak Ketiga, Pertamina Kompetitif 4.090 Pelaut Indonesia Jadi Tulang Punggung
JAKARTA, NEWSREAL.id – PT Pertamina (Persero) memberikan pernyataan terkait informasi yang menyebar di media massa terkait kapal tanker GMT Gamsunoro yang diawaki bukan warga negara...
Bikin Begidik ! 7 Ton Ikan Sapu-sapu Ditangkap Lalu Dikubur di Jakarta, Kenapa ?
JAKARTA,newsreal.id – Merinding bila mendengar atau melihat langsung, ikan sekitar 6,98 ton jenis ikan sapu-sapu ditangkap di berbagai lokasi di Jakarta. Lalu dikumpulkan hampir secara...
Retret Ketua DPRD Seluruh Indonesia, Presiden Prabowo : Kita semua di tenda ini adalah patriot
MAGELANG,newsreal.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia yang digelar di...
Olahraga Renang Jadi Favorit Presiden Prabowo Sebelum Kunjungan Kerja ke Magelang
JAKARAT,newsreal.id – Presiden Prabowo Subianto memulai aktivitasnya pada Sabtu pagi, 18 April 2026, dengan menjalankan rutinitas olahraga di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat. Kegiatan...
Dharma Santi 2026, Presiden Prabowo Tekankan Nilai Persaudaraan dan Toleransi
JAKARTA,newsreal.id – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat merayakan Dharma Santi Tahun 2026 kepada seluruh umat Hindu di Indonesia. Ucapan tersebut disampaikan dalam video yang...

