Hukum Kriminal

Pembalak Liar Dijerat Pidana Lingkungan Hidup dan TPPU

Tim Redaksi, Admin
Selasa, 16 Desember 2025 17:40 WIB
Pembalak Liar Dijerat Pidana Lingkungan Hidup dan TPPU
NEWSREAL.ID - KETERANGAN BARESKRIM: Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni (tengah) dan Direktur D pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung Sugeng Riyanta (kanan) memberikan keterangan pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (16/12). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Aparat penegak hukum meningkatkan langkah tegas terhadap praktik pembalakan liar yang diduga memicu bencana banjir di Sumatera Utara. Polri memastikan penanganan kasus tidak hanya menyasar pelanggaran kehutanan, tetapi juga merambah pidana lingkungan hidup hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menyatakan akan menjerat para pelaku pembalakan liar dengan pasal berlapis, termasuk pertanggungjawaban pidana bagi individu maupun korporasi.

“Kami terapkan tindak pidana lingkungan hidup, kemudian tindak pidana pencucian uang, sekaligus nanti pertanggungjawaban perorangan ataupun korporasi,” ujar Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Moh Irhamni di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, (16/12).

Baca juga: Prabowo Tegaskan Penertiban Pembalakan Liar Sudah Dimulai

Irhamni mengungkapkan, penyidik saat ini memfokuskan pendalaman terhadap satu korporasi, yakni PT TBS, yang diduga beroperasi di daerah aliran sungai (DAS) wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Berdasarkan keterangan awal saksi, perusahaan tersebut disebut telah beroperasi sekitar satu tahun, meski informasi itu masih terus didalami.

Ia menegaskan, hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan dalam perkara tersebut. Penetapan tersangka, kata dia, akan dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup.

“Masih proses untuk penetapan tersangka. Penentuan tersangka tentunya berdasarkan alat bukti yang kami temukan selanjutnya dalam proses penyidikan ini,” ujarnya.

Dukungan Kejagung

Sementara itu, Kejaksaan Agung menyatakan kesiapan mendukung penuh proses pembuktian di persidangan. Direktur D pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Sugeng Riyanta menekankan pentingnya pertanggungjawaban hukum, khususnya terhadap korporasi.

“Tugas kami selaku penegak hukum, kita akan bersama-sama menjadikan ini fakta yuridis dan membawanya ke pengadilan. Yang utama, kami ingin meminta pertanggungjawaban korporasi terkait pemulihan,” kata Sugeng.

Ia menambahkan, jaksa akan mengoptimalkan penerapan ketentuan Undang-Undang Lingkungan Hidup, khususnya kewajiban korporasi melakukan pemulihan atas kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

Baca juga: Pemerintah Cabut 22 Izin Pengelolaan Hutan Seluas Lebih dari 1 Juta Hektare

“Menurut Pasal 112 Undang-Undang Lingkungan Hidup, korporasi yang mengakibatkan kerusakan wajib melakukan pemulihan. Itu yang akan kami optimalkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Dittipidter Bareskrim Polri telah memulai penyidikan terkait bencana banjir di Sumatera Utara, dengan lokasi pemeriksaan mulai dari DAS Garoga di Tapanuli Selatan hingga Sungai Anggoli di Tapanuli Tengah. Hasil identifikasi di tempat kejadian perkara menunjukkan sebagian besar kayu gelondongan yang ditemukan diduga berasal dari PT TBS.

Dalam rangkaian penyidikan tersebut, penyidik telah memeriksa total 16 saksi dari pihak PT TBS untuk mendalami dugaan pelanggaran dan keterkaitannya dengan kerusakan lingkungan serta bencana banjir yang terjadi. (ct)

Berita Terbaru

Dalam Sejarah Dugaan Penyadapan Terungkap, Ketum G-Nesia: Jangan Korbankan Kepercayaan Publik Terhadap Polri

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Ketua Umum Gen Emas Indonesia (G-Nesia), Diah Warih Anjari atau yang akrab disapa Diwa, menilai pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah...

Diusulkan, TGPF soal penggeledahan Ponpes Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mencari titik terang terkait penggeledahan di Pondok Pesantren (Ponpes)...

Komnas HAM Desak Pemulihan Psikologis Santriwati Pesantren Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga mengalami trauma akibat penggeledahan aparat di...

243 Orang dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla, Ini Penjelasan Kapolri

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan sebanyak 243 orang dan 13 korporasi menjadi tersangka dalam kasus kebakaran hutan...

Heboh Temuan Ombusmand RI di Lapas Cibinong, Diah Warih: Keadilan Tak Boleh Mengenal Kasta di Balik Jeruji

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Keadilan tidak boleh mengenal kasta, termasuk di balik jeruji besi. Prinsip itulah yang ditegaskan Founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari dalam menyoroti hasil...

Temuan Ombudsman dan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berbeda, Komisi XIII : Harus Diusut Tuntas

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso meminta perbedaan hasil pemeriksaan Ombudsman RI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di Lapas Kelas...

Terkait Proyek Dinas PUTR, KPK Gelar OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menjadi bupati yang ditarget Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkini. Sirajudin terkait dugaan korupsi...

Tersangka Kasus Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan Ditetapkan, Diwa: Isu Anggota GRIB Terlibat Hoaks

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Misteri kasus meninggalnya pedagang cermin di kawasan Pejompongan memasuki babak baru. Kepolisian telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Perkembangan ini sekaligus menjadi penegasan...

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat....

Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Ditangani Sembilan Polda

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi,...

Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan

TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...

DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyekapan oleh Oknum Polisi di Jateng

JAKARTA, NEWSREAL.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI soroti kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial M (30), warga Cirebon, Jawa Barat (Jabar)....

Leave a comment