
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi X DPR RI menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemerataan akses dan kualitas pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T), serta kelompok marginal.
Melalui Panitia Kerja (Panja) Pendidikan untuk Daerah 3T dan Marginal, DPR ingin memastikan bahwa seluruh anak bangsa memperoleh hak pendidikan yang layak, tanpa terkecuali.
Anggota Komisi X DPR RI, Muhamad Nur Purnamasidi menyampaikan, panja tersebut dibentuk untuk mengidentifikasi permasalahan, merumuskan kebijakan afirmatif, serta mengawasi efektivitas implementasi program pendidikan pemerintah di wilayah-wilayah tertinggal.
“Panja ini merupakan wujud komitmen konkret DPR untuk memastikan pendidikan berkualitas dapat dirasakan anak-anak hingga pelosok negeri,” ujar Purnamasidi dalam keterangan tertulis, Jumat (25/7).
Pihaknya menyoroti kesenjangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai refleksi nyata ketimpangan pembangunan sektor pendidikan. Selama periode 2020-2023, IPM tertinggi tercatat di DKI Jakarta (84,15), sedangkan IPM terendah di Papua Pegunungan (54,43).
“Ketimpangan ini menandakan belum meratanya pembangunan manusia di Indonesia, terutama di bidang pendidikan,” tegasnya. Purnamasidi juga menekankan bahwa masalah guru di daerah 3T bukan semata pada jumlah, tetapi juga mencakup distribusi, kualitas, dan kesejahteraan.
Ia mendorong adanya insentif dan tunjangan khusus, jaminan keamanan, serta fasilitas pendukung agar guru-guru berkualitas bersedia mengabdi di wilayah terpencil.
Reformasi Anggaran
Selain itu, pihaknya juga menilai perlu adanya reformasi kebijakan anggaran pendidikan, termasuk penataan ulang distribusi mandatory spending 20 persen dari APBN dan APBD agar lebih tepat sasaran dan efektif memutus mata rantai ketertinggalan pendidikan di wilayah marginal.
“Diperlukan alokasi afirmatif yang berkelanjutan, tidak hanya seremonial tahunan,” tambahnya. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat, dan sektor non-pemerintah dalam membentuk kebijakan pendidikan yang adaptif dan inklusif.
Kurikulum juga perlu disesuaikan dengan konteks sosial dan budaya lokal. “Pendidikan bukan hanya soal infrastruktur dan guru, tapi juga tentang bagaimana kurikulum mencerminkan realitas kehidupan masyarakat di wilayah 3T,” pungkasnya.
Dengan komitmen Panja Pendidikan, DPR RI berharap pemerataan pendidikan benar-benar terwujud sebagai bagian dari amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa secara merata dan berkeadilan. (tb)
Tantangan bagi Akademisi, Proyek Giant Sea Wall Libatkan Kampus
JAKARTA, NEWSREAL.id – Terobosan besar diambil pemerintah sekarang dalam melaksanakan program infrastruktur strategis yakni pelibatan penuh dunia pendidikan tinggi. Realisasinya adalah arahan langsung pelibatan akademisi...
Kemenag Ajukan Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun, Fokus Perbaikan Madrasah hingga Digitalisasi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan tambahan anggaran tahun 2026 sebesar Rp24,8 triliun untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia. Usulan ini difokuskan pada pemerataan...
Dukung Hemat Energi, Mendikdasmen Ajak Siswa Jalan Kaki atau Bersepeda ke Sekolah
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengimbau para murid untuk berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah, khususnya bagi yang tinggal di jarak...
Tujuh Menteri Sepakat Atur AI di Pendidikan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah resmi menerbitkan pedoman penggunaan kecerdasan artifisial (AI) di sektor pendidikan melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) oleh tujuh menteri. Langkah ini menjadi...
101 Sekolah Rakyat Ditarget Rampung Juni 2026
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah menargetkan pembangunan 101 unit Sekolah Rakyat permanen tahap dua rampung pada Juni 2026. Proyek ini diprioritaskan selesai sebelum dimulainya tahun ajaran baru...
Mendikdasmen: Sekolah Tetap Tatap Muka
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa aktivitas pembelajaran di sekolah tetap berjalan normal usai libur Hari Raya...
DPR Tolak Wacana Sekolah Daring Lagi demi Efisiensi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wacana mengembalikan sistem pembelajaran daring bagi siswa mulai April 2026 sebagai bagian dari kebijakan efisiensi energi menuai penolakan dari parlemen. Wakil Ketua Komisi...
Mendikdasmen: 60 Ribu Sekolah Rusak Ditarget Direvitalisasi 2026
NEWSREAL.ID, JEMBER– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 60 ribu gedung sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2026. Ia...
Datangi DPR, Guru Madrasah Bawa 5 Tuntutan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesabaran guru madrasah tampaknya sudah di ujung batas. Datang ke kompleks parlemen, Jakarta, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyuarakan lima tuntutan langsung di...
Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking...
Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...
Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan
NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu,...

