Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Pendidikan

DPR Dorong Pemerataan Pendidikan di Wilayah 3T dan Marginal

Tim Redaksi, Newsreal.id
Sabtu, 26 Juli 2025 01:44 WIB
DPR Dorong Pemerataan Pendidikan di Wilayah 3T dan Marginal
NEWSREAL.ID - BELAJAR MEMBACA: Kepolisian RI melalui program “Si Ipar” (Polisi Pi Ajar) menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan di wilayah pedalaman Papua. Dua personel Satgas Si Ipar mengajak anak-anak di Kabupaten Yalimo yang tidak bersekolah untuk belajar membaca dan mengenal huruf. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi X DPR RI menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemerataan akses dan kualitas pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T), serta kelompok marginal.

Melalui Panitia Kerja (Panja) Pendidikan untuk Daerah 3T dan Marginal, DPR ingin memastikan bahwa seluruh anak bangsa memperoleh hak pendidikan yang layak, tanpa terkecuali.

Anggota Komisi X DPR RI, Muhamad Nur Purnamasidi menyampaikan, panja tersebut dibentuk untuk mengidentifikasi permasalahan, merumuskan kebijakan afirmatif, serta mengawasi efektivitas implementasi program pendidikan pemerintah di wilayah-wilayah tertinggal.

“Panja ini merupakan wujud komitmen konkret DPR untuk memastikan pendidikan berkualitas dapat dirasakan anak-anak hingga pelosok negeri,” ujar Purnamasidi dalam keterangan tertulis, Jumat (25/7).

Pihaknya menyoroti kesenjangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai refleksi nyata ketimpangan pembangunan sektor pendidikan. Selama periode 2020-2023, IPM tertinggi tercatat di DKI Jakarta (84,15), sedangkan IPM terendah di Papua Pegunungan (54,43).

“Ketimpangan ini menandakan belum meratanya pembangunan manusia di Indonesia, terutama di bidang pendidikan,” tegasnya. Purnamasidi juga menekankan bahwa masalah guru di daerah 3T bukan semata pada jumlah, tetapi juga mencakup distribusi, kualitas, dan kesejahteraan.

Ia mendorong adanya insentif dan tunjangan khusus, jaminan keamanan, serta fasilitas pendukung agar guru-guru berkualitas bersedia mengabdi di wilayah terpencil.

Reformasi Anggaran

Selain itu, pihaknya juga menilai perlu adanya reformasi kebijakan anggaran pendidikan, termasuk penataan ulang distribusi mandatory spending 20 persen dari APBN dan APBD agar lebih tepat sasaran dan efektif memutus mata rantai ketertinggalan pendidikan di wilayah marginal.

“Diperlukan alokasi afirmatif yang berkelanjutan, tidak hanya seremonial tahunan,” tambahnya. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat, dan sektor non-pemerintah dalam membentuk kebijakan pendidikan yang adaptif dan inklusif.

Kurikulum juga perlu disesuaikan dengan konteks sosial dan budaya lokal. “Pendidikan bukan hanya soal infrastruktur dan guru, tapi juga tentang bagaimana kurikulum mencerminkan realitas kehidupan masyarakat di wilayah 3T,” pungkasnya.

Dengan komitmen Panja Pendidikan, DPR RI berharap pemerataan pendidikan benar-benar terwujud sebagai bagian dari amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa secara merata dan berkeadilan. (tb)

Berita Terbaru

Mendikdasmen: 60 Ribu Sekolah Rusak Ditarget Direvitalisasi 2026

NEWSREAL.ID, JEMBER– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajukan tambahan anggaran untuk merevitalisasi 60 ribu gedung sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2026. Ia...

Datangi DPR, Guru Madrasah Bawa 5 Tuntutan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesabaran guru madrasah tampaknya sudah di ujung batas. Datang ke kompleks parlemen, Jakarta, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyuarakan lima tuntutan langsung di...

Mendikdasmen: TKA Bukan Buat Rangking Sekolah, Tapi Bahan Evaluasi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya meluruskan polemik soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang belakangan ramai dikaitkan dengan klaim ranking...

Konsolnas 2026 Digelar, Kemendikdasmen Satukan Langkah Pusat-Daerah Bangun Pendidikan Berkualitas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Nasional...

Tak Ada Unsur Pidana, Kasus Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup Dihentikan

NEWSREAL.ID, NGADA- Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu,...

Wamendikdasmen Perkuat Peran Guru BK untuk Jaga Kesehatan Mental Siswa

NEWSREAL.ID, BANDUNG– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sebagai...

Gubernur NTT Akui Tragedi Bocah SD di Ngada Cerminkan Kegagalan Sistem Pemerintah

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyatakan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada. Ia secara...

Mensos Prihatin Tragedi Murid SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten...

DPR Ingatkan Perlindungan Anak Usai Tragedi Bocah SD di NTT

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira meminta agar peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa...

Tragedi Siswa SD di NTT, Diah Warih Anjari Soroti Peran Stakeholder Daerah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tragedi meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengundang keprihatinan luas dari berbagai kalangan....

Bukan Cuma Pintar AI, Wamendikdasmen Ingatkan Generasi Muda Soal Integritas

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Di tengah pesatnya penggunaan kecerdasan artifisial (KA) dalam dunia pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan generasi...

Mendikdasmen Kucurkan Rp2,4 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah

BACAAJA, BANDA ACEH– Pemerintah pusat menyiapkan anggaran besar untuk memulihkan dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana sebesar...

Leave a comment