Ekonomi Bisnis

Mendagri Minta Pemda Seimbangkan APBD dan Peran Swasta

Tim Redaksi, Admin
Jumat, 19 September 2025 02:41 WIB
Mendagri Minta Pemda Seimbangkan APBD dan Peran Swasta
NEWSREAL.ID - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan pentingnya pemerintah daerah (Pemda) menjaga keseimbangan antara pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan pelibatan sektor swasta.

Menurutnya, kunci pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada dana transfer pusat, melainkan juga pada kontribusi nyata dunia usaha. Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/9), Tito menyebut kemampuan fiskal daerah dapat dikelompokkan dalam tiga kategori.

Pertama, kapasitas kuat ketika Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih besar dari dana transfer pemerintah pusat. Kedua, kapasitas sedang jika PAD setara dengan transfer pusat. Ketiga, kapasitas lemah apabila PAD masih jauh lebih kecil sehingga sangat bergantung pada transfer pusat.

“Besarnya PAD mencerminkan hidup atau tidaknya sektor swasta. Semakin tinggi PAD dari pajak dan retribusi, semakin kuat pula sektor swasta. Sebaliknya, jika PAD rendah, berarti swasta kurang berkembang,” ujarnya.

Perkuat Perekonomian Lokal

Ia menegaskan bahwa Pemda perlu mendorong peran aktif swasta agar dapat memperkuat perekonomian lokal. Untuk itu, Tito meminta kepala daerah menjalin komunikasi intensif dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di wilayah masing-masing.

“Tanyakan potensi wilayah, dan apa yang dibutuhkan pelaku usaha dari pemerintah daerah. Dengan begitu, pembangunan bisa berjalan lebih efektif,” kata Tito. Selain itu, Tito menyoroti pentingnya pengawasan pengelolaan APBD.

Menurutnya, porsi belanja negara yang diturunkan ke daerah cukup besar, sehingga penggunaannya harus cermat, tepat sasaran, dan sesuai aturan. “Kemendagri berperan mengawasi pendapatan dan belanja daerah agar tidak menyimpang,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa penyusunan APBD dilakukan setiap September hingga November. APBD memuat target pendapatan dan belanja dengan sumber utama dari tiga pos, yakni dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat, PAD dari pajak serta retribusi, serta sumber lain seperti BUMD maupun hibah.

Tito menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah. “Pengelolaan keuangan daerah sama dengan rumah tangga, jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Kalau pendapatan bisa lebih besar, daerah akan punya ruang fiskal sehat untuk menabung atau membiayai program pembangunan,” jelasnya.

Sebaliknya, jika belanja lebih besar dari pendapatan, akan terjadi defisit yang berujung pada pinjaman atau penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.

Dengan menjaga keseimbangan fiskal serta memperkuat peran sektor swasta, Tito optimistis pembangunan daerah dapat berjalan lebih cepat sekaligus berkelanjutan tanpa membebani APBD secara berlebihan. (tb)

Berita Terbaru

Logis 08: Penguatan Rupiah dan IHSG Dipengaruhi Tren Positif Pelaku Pasar yang Diinisiasi Sufmi Dasco

JAKARTA,NEWSREAL.id – Penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir dinilai menjadi sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan pelaku...

Rupiah Kian Dekati Rp 18.000, Begini Komitmen BI

JAKARTA,NEWSREAL.id – Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,. Hal tersebut menjadi komitmen BI seperti yang disampaikan gubernurnya belum...

KSP Tegaskan Ucapan Presiden soal Dolar terkait Pemakaian Sumber Daya di Desa

JAKARTA, NEWSREAL.id – Pernyataan Presiden Prabowo terkait warga desa tidak menggunakan dolar AS karena ingin menyoroti bahwa masyarakat di desa menggunakan sumber daya lokal. Hal...

Kredibilitas BI Usai Rupiah Signifikan Melemah Dipertanyakan

JAKARTA,NEWSREAL.id – Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio menyoroti kinerja Bank Indonesia (BI) yang merespons pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan yang terjadi di...

Penandatanganan MoU Danantara-Hisense Disaksikan Prabowo di Kartanegara

JAKARTA,NEWSREAL.id– Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Hisense di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Jumat, 15 Mei 2025. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja...

Pertumbuhan Ekonomi Nasional Positif Tembus 5,61 Persen

JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang kini menunjukkan tren akselerasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai...

Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar

PONTIANAK,NEWSREAL.id – Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai Calon Direktur Utama (Dirut) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Februari 2026. Penunjukan ini...

Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun dan Serap 700 Ribu Lebih Tenaga Kerja

JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, terkait capaian realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026. Dalam laporannya...

Reformasi Sektor Pertambangan Nasional, Bahlil Laporkan Penataan IUP ke Presiden

JAKARTA,newsreal.id – Langkah tegas pemerintah diambil pemerintah dalam penataan izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan hutan. Hal ini menandai fase baru dalam reformasi sektor pertambangan...

Indonesia Buka Investasi Rusia untuk Infrastruktur Strategis Nasional

JAKARTA,newsreal.id – Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi Rusia untuk memperkuat kerja sama investasi jangka panjang di sektor energi. Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pasokan...

Masyarakat Transportasi Soroti Krisis Energi, Saatnya Berubah ke Transportasi Massal

JAKARTA,newsreal.id – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) melihat krisis energi global dijadikan momentum strategis untuk melakukan transformasi sistem transportasi nasional secara menyeluruh. MTI mendorong program peralihan...

Diluncurkan 17 Oktober 2023, Whoosh Catat 15 Juta Perjalanan Penumpang

JAKARTA, newsreal.id -Diluncurkan pada 17 Oktober 2023 hingga Selasa (14/4), Whoosh telah melayani lebih dari 15 juta perjalanan penumpang. Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menandai pertumbuhan...

Leave a comment