NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan pentingnya pemerintah daerah (Pemda) menjaga keseimbangan antara pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan pelibatan sektor swasta.
Menurutnya, kunci pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada dana transfer pusat, melainkan juga pada kontribusi nyata dunia usaha. Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/9), Tito menyebut kemampuan fiskal daerah dapat dikelompokkan dalam tiga kategori.
Pertama, kapasitas kuat ketika Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih besar dari dana transfer pemerintah pusat. Kedua, kapasitas sedang jika PAD setara dengan transfer pusat. Ketiga, kapasitas lemah apabila PAD masih jauh lebih kecil sehingga sangat bergantung pada transfer pusat.
“Besarnya PAD mencerminkan hidup atau tidaknya sektor swasta. Semakin tinggi PAD dari pajak dan retribusi, semakin kuat pula sektor swasta. Sebaliknya, jika PAD rendah, berarti swasta kurang berkembang,” ujarnya.
Perkuat Perekonomian Lokal
Ia menegaskan bahwa Pemda perlu mendorong peran aktif swasta agar dapat memperkuat perekonomian lokal. Untuk itu, Tito meminta kepala daerah menjalin komunikasi intensif dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di wilayah masing-masing.
“Tanyakan potensi wilayah, dan apa yang dibutuhkan pelaku usaha dari pemerintah daerah. Dengan begitu, pembangunan bisa berjalan lebih efektif,” kata Tito. Selain itu, Tito menyoroti pentingnya pengawasan pengelolaan APBD.
Menurutnya, porsi belanja negara yang diturunkan ke daerah cukup besar, sehingga penggunaannya harus cermat, tepat sasaran, dan sesuai aturan. “Kemendagri berperan mengawasi pendapatan dan belanja daerah agar tidak menyimpang,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan APBD dilakukan setiap September hingga November. APBD memuat target pendapatan dan belanja dengan sumber utama dari tiga pos, yakni dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat, PAD dari pajak serta retribusi, serta sumber lain seperti BUMD maupun hibah.
Tito menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah. “Pengelolaan keuangan daerah sama dengan rumah tangga, jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Kalau pendapatan bisa lebih besar, daerah akan punya ruang fiskal sehat untuk menabung atau membiayai program pembangunan,” jelasnya.
Sebaliknya, jika belanja lebih besar dari pendapatan, akan terjadi defisit yang berujung pada pinjaman atau penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.
Dengan menjaga keseimbangan fiskal serta memperkuat peran sektor swasta, Tito optimistis pembangunan daerah dapat berjalan lebih cepat sekaligus berkelanjutan tanpa membebani APBD secara berlebihan. (tb)
Ekspor Gas ke Negara tak Diperpanjang, HKI : Langkah Tepat
JAKARTA,NEWSREAL.ID-Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menyampaikan rencana pemerintah untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga sebagai langkah tepat guna memastikan kebutuhan energi industri...
36 Investor Global Dikumpulkan OJK, Ada Apa ?
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar rapat virtual dengan 336 investor regional dan global, pada Senin (19/10/2026) lalu, guna...
Operasional KDKMP 1 Oktober, BUMN Pendukung Teken PKS dengan Agrinas
JAKARTA,NEWSREAL.ID – PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan sejumlah mitra BUMN untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang...
Era Prabowo Subianto Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun Dilunasi
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan pemerintah telah menuntaskan pembayaran utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp218,3 triliun kepada Bank Indonesia...
Diwa Foundation Hadir di Gorontalo, Penuhi Undangan Bank Indonesia untuk Ramaikan Event HARFEST 2026
GORONTALO, NEWSREAL.ID – Bank Indonesia Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Pemprov Gorontalo dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Festival Kuliner dalam rangkaian Hulonthalo Art...
Logis 08: Penguatan Rupiah dan IHSG Dipengaruhi Tren Positif Pelaku Pasar yang Diinisiasi Sufmi Dasco
JAKARTA,NEWSREAL.id – Penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir dinilai menjadi sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan pelaku...
Rupiah Kian Dekati Rp 18.000, Begini Komitmen BI
JAKARTA,NEWSREAL.id – Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,. Hal tersebut menjadi komitmen BI seperti yang disampaikan gubernurnya belum...
KSP Tegaskan Ucapan Presiden soal Dolar terkait Pemakaian Sumber Daya di Desa
JAKARTA, NEWSREAL.id – Pernyataan Presiden Prabowo terkait warga desa tidak menggunakan dolar AS karena ingin menyoroti bahwa masyarakat di desa menggunakan sumber daya lokal. Hal...
Kredibilitas BI Usai Rupiah Signifikan Melemah Dipertanyakan
JAKARTA,NEWSREAL.id – Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio menyoroti kinerja Bank Indonesia (BI) yang merespons pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan yang terjadi di...
Penandatanganan MoU Danantara-Hisense Disaksikan Prabowo di Kartanegara
JAKARTA,NEWSREAL.id– Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Hisense di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Jumat, 15 Mei 2025. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja...
Pertumbuhan Ekonomi Nasional Positif Tembus 5,61 Persen
JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang kini menunjukkan tren akselerasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai...
Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar
PONTIANAK,NEWSREAL.id – Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai Calon Direktur Utama (Dirut) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Februari 2026. Penunjukan ini...
