
NEWSREAL.ID, MEDAN- Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom mengeluarkan surat edaran (SE) yang berisi imbauan agar warga terdampak banjir di Sumatra tidak menerima bantuan dari lembaga atau perusahaan yang aktivitas usahanya berpotensi merusak lingkungan.
SE bernomor 23 Tahun 2025 itu ditandatangani pada 28 November 2025 dan kini telah diteruskan ke seluruh perangkat daerah, camat, dan kepala desa. Dalam surat edaran tersebut, pemerintah daerah menegaskan tiga poin utama.
Pertama, tidak menerbitkan rekomendasi atau dukungan pada kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan. Kedua, melarang penerimaan bantuan CSR dari perusahaan yang dinilai memiliki dampak buruk terhadap lingkungan, termasuk PT Toba Pulp Lestari Tbk dan PT Aqua Farm Nusantara.
Baca juga: Pemerintah Klaim Penanganan Banjir di Sumatra Sudah Maksimal
Ketiga, pemerintah daerah membuka ruang pengaduan bagi masyarakat terkait aktivitas usaha yang diduga merusak lingkungan untuk ditindaklanjuti. Kepala Dinas Kominfo Samosir, Immanuel TP Sitanggang membenarkan bahwa SE tersebut ditujukan untuk seluruh jajaran pemerintahan di daerah. “Betul, ditujukan kepada OPD, camat, dan kepala desa,” ujarnya melalui pesan singkat.
Penolakan Gereja
Sikap serupa juga datang dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Melalui pernyataan resmi, HKBP menyerukan agar jemaat menolak bantuan dari perusahaan yang diduga terlibat dalam kerusakan lingkungan.
“Gereja tidak boleh berkompromi dengan kepentingan yang bertentangan dengan keadilan dan keutuhan ciptaan,” tulis Pdt Victor Tinambunan dalam unggahan resmi HKBP.
Sebelum banjir melanda sejumlah wilayah di Sumatra, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution telah lebih dulu merekomendasikan agar Pemerintah Pusat menutup operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Baca juga: Diduga Picu Banjir, Delapan Perusahaan di Sumut Mulai Dibidik KLH
Rekomendasi itu muncul menyusul konflik agraria berkepanjangan antara perusahaan dan masyarakat adat di Buntu Panaturan, Simalungun. Bobby menyampaikan rekomendasi tersebut usai bertemu dengan Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis, 24 November lalu.
Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary PT TPL, Anwar Lawden menyatakan, pihaknya belum menerima salinan rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Menurutnya, rencana itu mencuat setelah aksi unjuk rasa pada 10 November 2025. Ia memastikan pihak perusahaan telah mengajukan permohonan audiensi dengan Gubernur untuk memberikan penjelasan resmi.
Anwar juga menepis tudingan bahwa kegiatan operasional perusahaan menjadi penyebab bencana ekologis yang terjadi belakangan ini. Ia menegaskan seluruh aktivitas perusahaan telah mengikuti perizinan dan ketentuan yang berlaku. “Perseroan menolak dengan tegas tuduhan tersebut,” ujarnya.
Dengan sikap tegas pemerintah daerah dan lembaga keagamaan, perdebatan soal hubungan antara bencana ekologis dan aktivitas industri kembali mengemuka di tengah upaya pemulihan pascabencana di Sumatra. (tb)
Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner
JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...
Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya
JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...
Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN
Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...
Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas
JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...
Diangkat Jadi Dewan Kehormatan SBNI, Hercules: NKRI Harga Mati
JAKARTA , NEWSREAL.id– Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rozario Marshal atau yang dikenal sebagai Hercules, kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban peran di...
Prabowo: KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Ekonomi Desa yang Terintegrasi
JAKARTA,NEWSREAL.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat...
Belum Putuskan Pengganti Febrie, Istana Tunggu Usulan Jaksa Agung
JAKARTA,NEWSREAL.id– Soal pengganti Febrie Adriansyah, pemerintah menunggu usulan resmi dari Jaksa Agung ST Burhanuddin. Hingga saat ini, Presiden Prabowo Subianto belum dapat menerbitkan keputusan pengangkatan...
Bupati Sukoharjo Jadi Tersangka KPK, Ini Respons Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
BATANG, NEWSREAL.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal meski Bupati Sukoharjo Etik Suryani telah...
Instruksi Prabowo, Aparatur Negara Introspeksi dan Pemerintahan Harus Bersih dari Korupsi
JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kinerja demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta berpihak kepada kepentingan...
Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Tokoh Pengusaha dan Politikus Nasional
JAKARTA, NEWSREAL.id– Indonesia berduka atas wafatnya pengusaha nasional sekaligus politikus Partai NasDem, Rachmat Gobel, yang meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Jakarta....
Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Tambah 10 Kapal Patroli di Laut Natuna Utara
JAKARTA, NEWSREAL.id– Pemerintah terus memperkuat pengamanan di Laut Natuna Utara dengan menambah armada kapal pengawas dan meningkatkan infrastruktur pengawasan guna mengantisipasi maraknya praktik penangkapan ikan...
Soal OTT Bupati Sukoharjo, KPK Ungkap Dugaan soal Kasus Pemerasan
JAKARTA, NEWSREAL.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap konstruksi awal operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. KPK sebut OTT tersebut berkaitan...