Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

MA AS Coret Tarif Trump, Prabowo: Kita Hormati Politik Mereka

Tim Redaksi, Admin
Minggu, 22 Februari 2026 19:31 WIB
MA AS Coret Tarif Trump, Prabowo: Kita Hormati Politik Mereka
NEWSREAL.ID - BERI KETERANGAN: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keterangan pers kepada awak media di Washington DC, Kamis, (19/2/2026). (Foto: Setpres)

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Presiden Prabowo Subianto merespons putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif global Presiden Donald Trump dengan nada tenang. Indonesia, kata dia, menghormati dinamika politik dalam negeri Amerika Serikat dan siap menghadapi segala kemungkinan.

“Kita siap menghadapi semua kemungkinan, kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat,” ujar Prabowo di Washington DC, Sabtu (21/2) waktu setempat.

Mahkamah Agung AS sebelumnya memutuskan dengan suara 6-3 bahwa Trump tidak memiliki kewenangan memberlakukan tarif global berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA). Namun tak lama setelah putusan itu, Trump kembali mengumumkan tarif impor global sebesar 10 persen.

Pemerintah menilai perkembangan terbaru ini justru membuat posisi Indonesia lebih baik. Sebelumnya, Indonesia sempat menghadapi potensi tarif hingga 32 persen. Melalui diplomasi langsung Prabowo dengan Trump, angka itu ditekan menjadi 19 persen. Kini, dengan tarif 10 persen yang berlaku sementara, pemerintah menilai hitung-hitungan dagang menjadi lebih ringan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut perubahan tersebut sebagai hasil pendekatan strategis pemerintah. “Secara perhitungan tentu lebih baik. Tapi pada prinsipnya Indonesia siap dengan segala kemungkinan,” ujarnya.

Tetap Jalan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan perjanjian bilateral Indonesia-AS tetap berproses sesuai mekanisme yang telah disepakati. Menurut Airlangga, putusan MA AS menyangkut pembatalan tarif global dan pengembalian kepada korporasi tertentu.

Namun perjanjian antarnegara yang sudah diteken tetap berjalan karena memiliki kerangka dan masa konsultasi 60 hari setelah penandatanganan. Indonesia juga meminta agar tarif 0 persen untuk sejumlah komoditas—terutama produk agrikultur seperti kopi dan kakao, tetap dipertahankan. Skema ini turut mencakup beberapa bagian rantai pasok industri seperti elektronik, CPO, dan tekstil.

Pemerintah kini menunggu perkembangan lanjutan dalam 60 hari ke depan, termasuk keputusan otoritas AS terhadap negara-negara yang telah menandatangani perjanjian. Di tengah dinamika kebijakan dagang global, pemerintah menegaskan diplomasi akan terus dilakukan secara adaptif. Targetnya jelas: menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memastikan kepentingan Indonesia tetap terlindungi. (tb)

Berita Terbaru

Penggemar Wisata, Rangkaian New Generation Hadir di KA Bangunkarta dan Singasari

JAKARTA,newsreal.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun berinovasi dalam layanan perkeretaapian. Mereka akan mengoperasikan rangkaian Stainless Steel New Generation (SSNG) yang...

Alarm bagi Pengusaha Rokok Indonesia, Menkeu Beri Tenggat Beralih Ilegal ke Legal

JAKARTA,newsreal.id – Informasi penting disampaikan pemerintah kepada para pengusaha rokok di Indonesia. Informasi ini disampaikan, agar para pengusaha rokok ini segera melengkapi diri izin usaha...

Bentuk Sistem Agroforestri Tradisional, Ini Modal yang Dimiliki Indonesia

NEWSREAL, Jakarta – Diskursus mengenai tanaman komoditas unggulan nasional dalam konteks perubahan iklim kerap terjebak pada simplifikasi sumber masalah atau bagian dari solusi. Dalam kenyataannya,...

KPK Ingatkan Kemenperin Waspadai Risiko Tata Kelola Investasi Rp6,74 Triliun

NEWSREAL.ID, JAKARTA- KPK mengingatkan Kementerian Perindustrian untuk mengantisipasi potensi risiko tata kelola dalam realisasi investasi sebesar Rp6,74 triliun di 175 kawasan industri sepanjang 2025. Kepala...

Hadapi Gejolak Geopolitik, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PT Pertamina (Persero) mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai langkah strategis menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Vice President...

Pengusaha Wanti-wanti Risiko Fiskal di Balik Penahanan Harga BBM

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kalangan pengusaha mengapresiasi langkah pemerintah menahan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global akibat konflik Timur Tengah. Namun, kebijakan...

Harga BBM Nonsubsidi Belum Naik, Pertamina Tanggung Selisih Sementara

NEWSEAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tetap stabil meski terjadi lonjakan harga minyak dunia. Untuk sementara, selisih harga tersebut ditanggung oleh...

RI-Korsel Teken Sepuluh MoU Strategis, Kerja Sama Ekonomi hingga Energi Bersih

NEWSREAL.ID, SEOUL- Hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan kembali diperkuat melalui penandatanganan sejumlah kerja sama strategis lintas sektor. Sebanyak 10 nota kesepahaman (Memorandum of...

Korsel-RI Perkuat Kemitraan Strategis

NEWSREAL.ID, SEOUL- Presiden Republik Korea, Lee Jae Myung menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama strategis dengan Indonesia di tengah dinamika global yang kian kompleks. Hal ini disampaikan...

Zulhas Ngebut PSEL: 30 Proyek Disiapkan, Sampah Mau Disulap Jadi Listrik

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah mulai tancap gas mempercepat pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL di berbagai daerah. Total ada 30 proyek yang disiapkan untuk...

BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun MBG Langsung untuk Perbaikan Gizi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa sebagian besar anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dialokasikan langsung untuk peningkatan kualitas gizi masyarakat. Dari total anggaran...

Prabowo Kantongi Kerja Sama Rp370 Triliun dengan Jepang

NEWSREAL.ID, TOKYO- Presiden Prabowo Subianto menandatangani kerja sama ekonomi senillai 22 miliar dollar AS atau sekitar Rp370 triliun dengan Jepang dalam kunjungan resminya ke Tokyo,...