Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

RI: Board of Peace Harus Sejalan dengan DK PBB

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 20 Februari 2026 18:28 WIB
RI: Board of Peace Harus Sejalan dengan DK PBB
NEWSREAL.ID - PERTEMUAN DK PBB: Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono (kanan) berbicara dalam pertemuan DK PBB di Amerika Serikat, Rabu (18/2) waktu setempat. (Foto: Kementerian Luar Negeri RI)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengingatkan agar setiap langkah Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) tetap berada dalam koridor dan mandat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dalam mendorong perdamaian di Palestina, khususnya di Jalur Gaza.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono dalam pertemuan DK PBB di Amerika Serikat, Rabu (18/2) waktu setempat. Ia menegaskan BoP dan DK PBB memiliki mandat yang saling melengkapi, bukan untuk berjalan sendiri-sendiri apalagi saling bertolak belakang.

“Pendekatan Board of Peace yang tidak sejalan dengan PBB justru akan melemahkan kredibilitas dan pengaruh dari dewan itu sendiri,” tegasnya.

Pesan tersebut juga akan dibawa Indonesia dalam pertemuan perdana negara-negara anggota Board of Peace di Washington DC. Pemerintah ingin memastikan sejak awal bahwa langkah dewan itu tetap berada dalam kerangka sistem multilateral yang diakui secara global.

Dasar Hukum

Sugiono menjelaskan pembentukan Dewan Perdamaian memiliki dasar hukum yang jelas, yakni mandat Resolusi DK PBB 2803 Tahun 2025. Resolusi tersebut mengamanatkan pembentukan dewan sekaligus pasukan stabilisasi untuk Gaza atau International Stabilization Force (ISF). Dengan demikian, fondasi dan legitimasinya tetap berada di bawah payung PBB.

Indonesia menegaskan keanggotaannya dalam Dewan Perdamaian akan dijalankan sesuai Piagam PBB serta prinsip-prinsip multilateralisme. Bagi RI, menjaga legitimasi internasional dinilai lebih penting daripada sekadar menunjukkan keaktifan diplomatik.

Melalui forum tersebut, Indonesia bersama delapan negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya berkomitmen menjaga integritas kerangka kerja perdamaian yang telah disepakati komunitas global. Sugiono juga berharap Board of Peace tidak hanya berfokus pada pengelolaan krisis jangka pendek, tetapi mampu memastikan terpenuhinya hak dan keadilan bagi rakyat Palestina secara nyata.

Sebagai anggota dewan, Indonesia konsisten mendorong penyelesaian konflik Palestina yang adil, komprehensif, dan berkelanjutan, sejalan dengan posisi diplomasi luar negeri RI selama ini. Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri pertemuan kepala negara anggota Dewan Perdamaian di Washington DC.

Pertemuan ini menjadi yang pertama sejak Piagam Dewan Perdamaian ditandatangani di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. Melalui forum tersebut, Indonesia ingin memastikan satu hal: misi damai untuk Palestina bukan sekadar label politik, melainkan langkah konkret menuju keadilan yang berkelanjutan. (tb)

Berita Terbaru

Di Markas PBB, Menlu Tegaskan Komitmen Aktif RI Bela Palestina

NEWSREAL.ID, NEW YORK- Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memainkan peran aktif dalam mendukung gencatan senjata serta perlindungan warga sipil Palestina,...

Trump Kucurkan Rp162 Triliun untuk Gaza: “Setara Dua Pekan Biaya Perang”

WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan komitmen pendanaan sebesar 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp162 triliun untuk rekonstruksi Jalur Gaza, Palestina. Dana tersebut...

Di Depan Pengusaha AS, Prabowo Paparkan MBG, Danantara hingga Komitmen Sikat Korupsi

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah program prioritas pemerintahannya di hadapan para pengusaha Amerika Serikat dalam forum bisnis yang digelar US Chamber of Commerce...

Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace, RI Fokus Bahas Perdamaian Gaza

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pertemuan perdana Board of Peace yang digelar Kamis (19/2/2026) akan difokuskan pada pembahasan upaya mewujudkan perdamaian di Gaza, Palestina....

Seskab: Presiden ke AS Bahas Kerja Sama Ekonomi Strategis

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat difokuskan pada pembahasan kerja sama strategis di berbagai...

Iran Tutup Selat Hormuz dan Gelar Latihan Tempur di Tengah Tekanan AS

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Pemerintah Iran dilaporkan sempat menutup Selat Hormuz selama beberapa jam pada Selasa (17/2/2026), disertai dengan...

RI-Arab Saudi Sepakat Perkuat Integrasi Digital

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi sepakat memperkuat integrasi sistem digital pelayanan haji dan umrah guna meningkatkan kualitas layanan sekaligus perlindungan jamaah Indonesia yang...

Uni Eropa Tekan Israel: Batalkan Pendaftaran Tanah di Tepi Barat

NEWSREAL. ID, JAKARTA- Uni Eropa mendesak Israel untuk membatalkan keputusan terkait proses pendaftaran tanah di Tepi Barat. Desakan ini muncul setelah Israel menyetujui langkah yang...

Negera-Negara Arab Kecam Rencana Israel Miliki Tepi Barat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana pemerintah Israel untuk menjadikan sebagian besar wilayah Tepi Barat sebagai tanah milik negara menuai kecaman keras dari sejumlah negara Arab. Langkah tersebut...

“Gaza Tak Butuh Pasukan Asing”, Hamas Respons Rencana RI Kirim 8.000 TNI

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana Indonesia mengirim 8.000 tentara ke Gaza buat gabung Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) ternyata nggak disambut hangat semua pihak. Dari dalam Gaza, Hamas...

Putin Absen di Pertemuan Perdana “Board of Peace” Inisiatif Trump

NEWSREAL.ID, MOSKOW- Rusia memastikan Presiden Vladimir Putin tidak akan menghadiri pertemuan pertama Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump...

Palestina Desak Dunia Bertindak atas Rencana Israel Perluas Kendali di Tepi Barat

NEWSREAL.ID, ISTANBUL- Pemerintah Palestina menyerukan respons tegas dari komunitas internasional menyusul rencana Israel yang dinilai akan mengubah status hukum dan politik Tepi Barat yang diduduki,...