
*Kisah Pelarian Putri Keraton yang Terdampar
SOLO,newsreal.id – Tradisi tahunan membersihkan desa dan wayangan di Sendang Mbah Meyek harus diganti dengan bancakan sederhana. Pandemi Covid-19 yang memaksa perubahan drastis event tahunan itu
Terletak di Kampung Bibis Kulon RT 005 RW 17, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta. Sendang Mbah Meyek menjadi situs yang terus dijaga generasi ke generasi, pun demikian tradisi, budaya yang menyertainya.
Sesepuh setempat Sugimin, menuturkan, mesk kegiatan yang biasanya digelar warga banyak yang berkurang karena dampak virus corona. Ada yang percaya, jika ritual adat tidak digelar maka keburukan akan muncul dan mengganggu warga di kampung. Bagaimana menurut Sugimin?
Dia menuturkan, ‘bersih desa’ dan wayangan memang menjadi agenda wajib tiap tahun. Namun, warga juga harus menyesuaikan kondisi dan situasi saat ini. Oleh karena itu, rangkaian peringatan Suro dilakukan dengan sederhana.
“Warga sekadar bersih-bersih di sendang. Yang penting itu niatnya walau tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya, makna upacara adat tetap bisa tercapai,” ujarnya.
Baginya, melestarikan tradisi leluhur bukan hanya melalui serangkaian acara besar saja. Secara sederhana pun, asal maksud dan tujuannya sama, tidak menjadi persoalan.
Dikutip dari Radar Solo Jawa Pos, cerita yang berkembang di masyarakat, keberadaan Sendang Mbah Meyek bermula dari kisah seorang putri dari Kerajaan Pajang bernama Dyah Sri Widyawatiningrum.
Putri tersebut terusir dari istana karena dituduh serong. Sang putri akhirnya meninggalkan kerajaan bersama ibunya. Rute pelariannya menggunakan sebuah getek (perahu dari bambu) untuk melintasi Kali Pepe.
Pelarian itu tidaklah mulus. Mereka dikepung prajurit kerajaan. Hingga akhirnya keduanya diselamatkan oleh sambaran petir yang menghancurkan getek sekaligus menghalau pasukan.
Getek itu pun rusak. Dalam istilah Jawa biasanya disebut meyek atau meyek-meyek. Dari sanalah penamaaan Mbah Meyek muncul. Ibu dan anak itu akhirnya menetap di sebuah kampung yang dipercaya beberapa orang sebagai Kampung Meyek.
“Dari cerita orang tua dulu memang seperti itu. Masyarakat di sini masih memercayai cerita tersebut. Makanya situs ini terus dirawat,” kata Sugimin.
Tradisi lokal dan kebudayaan yang hidup ini membuat pemerintah setempat segera mematenkan situs tersebut sebagai cagar budaya. (red)
Joko Anwar Raih Gelar Ksatria Seni dari Pemerintah Prancis
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kiprah panjang Joko Anwar di dunia perfilman internasional mendapat pengakuan bergengsi. Sutradara dan penulis skenario asal Indonesia itu dianugerahi tanda kehormatan Chevalier (Knight)...
Indonesia-Malaysia Siapkan Festival Islam Melayu 2026
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Indonesia menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Malaysia dalam menyelenggarakan festival budaya Islam-Melayu bertajuk Malaysia Islamic Art and Design yang dijadwalkan berlangsung pada...
Kolaborasi Seni dan Fesyen Bisa Jadi Magnet Pariwisata Jateng
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Budaya lokal tak seharusnya berhenti sebagai tontonan seremonial di daerah asal. Jika dikelola secara serius dan dikolaborasikan lintas sektor, budaya justru bisa menjadi...
Samuel Wattimena: Pemda Harus Sediakan Ruang untuk Seniman Lokal
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, mengajak pemerintah daerah untuk lebih serius membuka ruang bagi para seniman dalam berkarya. Hal itu...
Merti Desa Bibiskulon, Tradisi Budaya Pelihara Kerukunan Warga
*Gelar Wayangan Dua hari Berturut-turut NEWSREAL.ID, SOLO- Kegiatan Merti Desa Bibiskulon kembali digelar tahun ini. Acara rutin tahunan warga desa di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari...
Belanda Pulangkan Artefak Milik Kerajaan Mataram Karangasem
JAKARTA- Belanda kembali memulangkan artefak milik bangsa Indonesia, Sabtu (14/12). Sebanyak 68 benda bersejarah yang dikembalikan tersebut menambah panjang daftar ratusan benda jarahan masa penjajahan...
Selesai Akad Kaesang-Erina, Jokowi: Senang, Bahagia, Lega
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan perasaannya selepas acara akad nikah putra bungsunya, Kaesang Pangarep, dengan Erina Sofia Gudono selesai digelar. Jokowi bersyukur acara sakral tersebut...
Keluarga Jokowi Hadiri Upacara Malam Midodareni di Rumah Erina Gudono
SLEMAN, newsreal.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengantar putra bungsunya, Kaesang Pangarep, ke rumah calon mempelai wanitanya, Erina Gudono, di Sleman, Yogyakarta, untuk menjalani prosesi...
Diselenggarakan BNPT RI, Parade Budaya Nusantara Masuk Rekor MURI
JAKARTA, newsreal.id – Gelaran Parade Budaya Nusantara dengan rute Sarinah-Thamrin-Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada hari Minggu 6 November 2022 berjalan lancar dan sukses.Kegiatan yang diselenggarakan...
Jadi Irup HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Presiden Jokowi Kenakan Baju Adat Buton
JAKARTA,newsreal.id – Presiden Joko Widodo akan kembali mengenakan pakaian adat daerah dalam Upacara Detik-Detik Proklamasi. Pada upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-77 kemerdekaan RI...
Festival Pasola “Gladiator Lokal” di Tanah Sumba Barat Daya, Ini Makna dan Filosof Secara Tradisi
KODI, newsreal.id — Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki potensi wisata yang tak kalah dibandingkan daerah-daerah tetangga, seperti Bali dan Nusa Tenggara Barat. Selain dikaruniai keindahan...
KGPAA Mangkunagoro X Dikukuhkan, Presiden Jokowi Berikan Ucapan
SOLO,newsreal.id – Presiden Joko Widodo memberi ucapan selamat atas pengukuhan Gusti Pangeran Hario (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA)...

