JAKARTA,newsreal.id – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menempatkan bahasa sebagai instrumen penting dalam upaya penanggulangan terorisme. Penggunaan bahasa yang tepat sasaran dapat membuat program kontra narasi, propaganda dan ideologi di media sosial bisa berjalan dengan berhasil.
“Bahasa memilki peran sentral. Bahasa merupakan instrumen dan alat utama dalam mengcounter bahasa-bahasa yang digunakan teroris untuk menyebarkan paham intoleransi, radikalisme dan terorisme,” ujar perwakilan Direktorat Pencegahan BNPT, Plt Kasubdit Pengawasan Faizal Yan Aulia pada acara daring Terorisme dalam Sudut Pandang Bahasa dan Hukum.
Menurut Faizal dalam menanggulangi terorisme, bahasa yang digunakan harus dapat membungkus ide-ide perdamaian dan moderasi agama yang mampu memicu ego dan emosi anak muda. Narasi yang disusun juga harus menggunakan bahasa yang menarik agar mencuri perhatian anak muda.
“Harus dapat membahasakan ide-ide anti radikalisme dan terorisme dengan bahasa – bahasa yang menarik. Konteks bahasa tersebut juga harus disesuaikan dengan audience sehingga tepat sasaran,” katanya.
Dari segi intensitas, penggunaan bahasa juga harus dilihat apakah hal tersebut sudah tepat atau belum. Faizal mencontohkan, pengunaan bahasa berulang-ulang yang menarasikan tindak kekerasan terorisme justru bisa kontra produktif dengan upaya penanggulanan terorisme.
“Intensitas penggunaan bahasa yang berulang-ulang dan tidak tepat bisa saja membuat masyarakat khususnya anak muda malah jadi salah pemahaman karena bertanya dan mencari sumber jawaban dari sumber yang salah,” katanya.
Sementara itu, Kasubdit Penyidikan Densus 88 Anti Teror, AKBP Dr Imam Subandri, SS., SH.,MH, menyebut selama ini para teroris memang sengaja menggunakan bahasa atau jargon-jargon agama dalam melakukan propaganda. Propaganda tersebut kemudian dibingkai menggunakan bahasa halus dan disesuaikan dengan target pembaca.
“Semua propaganda tidak terang-terangan menggunakan bahasa kekerasan, tapi pakai framing dengan penggunaan bahasa agama yang terlihat sakral padahal dibajak untuk kepentingan propaganda teroris,” jelasnya.
Dalam konteks yang lebih luas, menurut Imam, para teroris menggunakan bahasa dalam menyisipkan narasi kebencian terhadap pihak berwajib yang selama ini telah bekerja keras bersama BNPT menanggulangi terorisme.
“Saat penangkapan terorisme, banyak narasi yang menyebar yang menyudutkan pihak berwajib. Narasi tersebut, yang bisa menciptakan Self-radicalisation,” katanya.(rls)
64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Pemerintah terus mengerahkan seluruh kekuatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Melalui operasi darat hingga udara, upaya penanganan...
Pemerintah Gencarkan Gerakan Indonesia ASRI, Bedah Rumah Masyarakat TLDH
BOGOR,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang tidak mempunyai rumah layak huni. Dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten...
1.000 Perwira TNI-Polri Dikerahkan Atasi Karhutla Sumatera
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Sebanyak 1.000 perwira TNI dan Polri untuk diturunkan bersama jajaran di daerah untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi...
Kemenkes Kirim 314 Nakes-logistik ke Respons Dampak Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID-Sebanyak 314 tenaga medis/tenaga kesehatan dan ratusan ribu logistik kesehatan ke tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan. Pengiriman ini dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk...
Presiden Prabowo Masuk Hutan Cek Lokasi Kebakaran di Limbung Kalbar
PONTIANAK,NEWSREAL.ID – Selepas melaksanakan rapat singkat di Posko Karhutla Pontianak, Presiden Prabowo Subianto bergegas melanjutkan agenda untuk mengecek langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di...
Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan Pimpin Langsung Penanganan Karhutla
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Kepala Negara akan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus...
Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Hadirkan Kepedulian di Tengah Pengungsi Gempa di Gelora Samador Maumere
MAUMERE,NEWSREAL.ID — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus ditunjukkan jajaran Polda NTT. Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua...
100 Penyandang Disabilitas Semringah Masuk Istana Agung, Foto Bareng Tamu Penting dan Lihat Museum
YOGYAKARTA,Newsreal.id-Sebanyak 100-an siswa beserta pendamping dari sekolah luar biasa (SLB) di wilayah Yogyakarta tak melewatkan kesempatan langka masuk Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung, Rabu...
Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner
JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...
Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya
JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...
Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN
Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...
Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas
JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...
