Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Kesehatan

Kementan Siapkan Empat Juta Vaksin

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 7 Januari 2025 22:43 WIB
Kementan Siapkan Empat Juta Vaksin
NEWSREAL.ID - PENCEGAHAN PMK: Medik Veteriner dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta memeriksa kondisi mulut sapi pada kandang ternak di Pandeyan untuk mencegah PMK. (Dok: Pemkot Jogya)
  • Antisipasi Wabah PMK

MALANG- Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menyiapkan empat juta vaksin untuk menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.

“Kami menyiapkan total empat juta vaksin untuk (menangani) PMK,” kata Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kabupaten Malang, Jatim, Selasa (7/1).

Vaksin untuk PMK itu disebarkan ke seluruh wilayah di Indonesia, melalui pemerintah daerah di masing-masing wilayah. Sudaryono memastikan bahwa vaksin PMK yang berjumlah empat juta dosis itu bisa didapatkan secara gratis oleh peternak.

Kementan mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk pengadaan vaksin tersebut.

Namun, jutaan vaksin yang disediakan oleh pemerintah tidak bisa sepenuhnya mencakup keseluruhan jumlah populasi sapi di Indonesia.

“Total vaksin yang kami siapkan empat juta, sementara jumlah sapi lebih dari itu. Harga vaksin (yang dilaksanakan mandiri oleh peternak) Rp17 ribu sampai Rp25 ribu, ditambah ongkos bisa berkisar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu satu dosis,” ucapnya.

Siaga Satu

Sudaryono menambahkan jika saat ini status PMK di Indonesia sudah masuk siaga satu. “Kami bersama semua dinas peternakan di Indonesia siaga satu dan juga kami melakukan vaksinasi,” katanya.

Oleh karenanya, dia pun meminta kepada seluruh peternak memperhatikan kondisi kesehatan hewan ternak masing-masing. “Harus divaksinasi, kalau tidak begitu, bahaya. Terus setiap hari dilihat (kondisi) kakinya dan kalau ada indikasi (terjangkit PMK) laporkan, jangan ditunggu sampai sapinya sakit,” tuturnya.

Sementara itu, angka rataan kasus PMK di Jawa Timur mengalami peningkatan pada periode akhir 2024 hingga awal 2025, yakni yang semula 10 kasus per hari menjadi 250 kasus per hari.

Jumlah hewan rentan PMK di Jawa Timur, yakni 9,2 juta ekor dengan rincian 3,4 juta sapi, lima juta kambing, 610 domba, 10 ribu kerbau, dan 107 babi. Kementan telah mengalokasikan 12.500 vaksin dari 4 juta vaksin PMK untuk wilayah Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberlakukan pengetatan jalur masuk hewan ternak ke wilayah setempat dengan memberlakukan syarat minimal satu kali vaksinasi. (cnnind,tb)

Share:

Berita Terbaru

BNN: Vape Kini Jadi ‘Topeng’ Baru Konsumsi Narkoba, Isinya Bisa Sabu Cair hingga NPS

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rokok elektrik atau vape kini tak sekadar jadi tren gaya hidup. Badan Narkotika Nasional RI (Badan Narkotika Nasional) mengungkap temuan serius: vape telah...

Scabies hingga Kusta Masuk Layanan Cek Kesehatan Gratis

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini makin diperluas. Kementerian Kesehatan menambahkan pemeriksaan scabies, kusta, dan frambusia guna memperkuat deteksi dini penyakit yang masih...

Pemerintah Siapkan Perpres Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan Kelas 3

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar baik bagi peserta BPJS Kesehatan kelas 3. Pemerintah tengah menyiapkan payung hukum untuk menghapus piutang dan denda iuran jaminan kesehatan bagi peserta...

Tak Cuma Bangun Gedung, Menkes Dorong RS Pemerintah Naik Kelas Dunia

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Transformasi rumah sakit pemerintah kini tak lagi sekadar soal infrastruktur, tetapi menyasar mutu layanan hingga tata kelola. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membeberkan...

WHO Ungkap 7 Fakta Penting Virus Nipah di India

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membeberkan tujuh temuan utama terkait kejadian infeksi virus nipah di Bengala Barat, India, melalui publikasi Disease Outbreak News (DONs)...

Indonesia-Tiongkok Buka Kerja Sama Baru Kesehatan Digital

NEWSREAL.ID, BEIJING- Urusan kesehatan kini nggak lagi cuma soal rumah sakit dan dokter, tapi juga data, kecerdasan buatan, dan kolaborasi lintas negara. Indonesia dan Tiongkok...

BPOM Bongkar Kopi Ilegal Mengandung Obat Keras

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Peredaran pangan olahan ilegal kembali menjadi sorotan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan produk kopi yang mengandung bahan kimia obat keras dan...

BPOM Jelaskan Alasan Penarikan Produk Formula Bayi Nestle

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan penjelasan terkait penarikan produk formula bayi keluaran Nestle yang belakangan menjadi perhatian publik. Penarikan dilakukan sebagai langkah...

BPOM Hentikan Sementara Distribusi Susu Formula Nestle

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan PT Nestle Indonesia untuk menghentikan sementara distribusi dan importasi produk susu formula bayi tertentu di Indonesia....

Waspada Superflu Saat Anak Kembali Sekolah, RSHS Catat 10 Kasus

NEWSREAL.ID, BANDUNG- Lonjakan mobilitas masyarakat usai libur panjang kembali diikuti dengan meningkatnya kasus penyakit musiman. Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mencatat ada 10 pasien...

Perkuat Sistem Antikecurangan JKN, BPJS Kesehatan Gandeng Enam Negara

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA- BPJS Kesehatan menggandeng enam negara, Mesir, Tiongkok, Malaysia, Filipina, Jepang, dan Yunani dalam forum Internasional 1st Indonesian Healthcare Anti-Fraud Forum (INAHAFF) 2025 guna...

Tak Disangka, Ternyata 5 Buah Ini Mengandung Kadar Air yang Tinggi

AIR sangat penting untuk tubuh kita, karena sebagian besar tubuh terdiri dari carian. Oleh sebab itu, kita dianjurkan minum setidaknya 3 sampai 4 liter per...

Leave a comment